Anggota Komisi Pengkajian&Penelitian MUI Fahmi Salim (kanan) didampingi Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan menunjukkan surat pernyataan Guntur Bumi, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (12/3/2014)

.

Jakarta (SI Online) – Guntur Bumi tak banyak memberikan komentar soal hasil kesimpulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait praktik pengobatan alternatif yang dilakukannya. Guntur Bumi tak bisa berkata banyak setelah MUI menetapkan praktik pengobatannya menyimpang dari syariat Islam.

Saat menggelar jumpa pers di kantor MUI di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2014), menyampaikan sembilan janji atas keputusan MUI melalui surat pernyataan yang ditanda tangani olehnya, juga pengurus MUI.

Berikut sembilan janji Guntur Bumi yang menyatakan akan mengikuti aturan MUI tentang praktik pengobatan alternatifnya:

1. Saya dalam laksanakan pengobatan ruqyah akan patuhi 10 kriteria aliran sesat tentang perdukunan dan peramalan.

2. Saya dalam praktik pengobatan akan gunakan identitas nama wadah yang jelas dan Islami. Dalam pelaksanaan pengobatan, zakat, infaq, dan sedekah kami akan sesuai Alquran dan Al Hadis.

3. Saya bisa saja dapat sedekah dari orang yang berobat dengan cara-cara yang syar’i, seperti atas dasar keikhlasan, tidak dikaitkan dengan pengobatan, menjauhkan diri dari penistaan agama Islam. Misalnya, penggiringan yang mengarah ke penipuan, pemaksaan, dan persantetan yang bisa jadi musyrik.

4. Bahwa dalam praktek pengobatan, saya tetap mengindahkan akhlak Islami seperti tidak di ruang tertutup tanpa ada pihak ketiga. Menghindari pengobatan berdua lain jenis. Akan berikan pelayanan laki-laki oleh laki-laki, perempuan oleh perempuan, kecuali dalam keadaan darurat dan ada pihak ketiga.

5. Jika ada pasien yang dirugikan disertai bukti dalam pengobatan, dan minta penyelesaian, akan saya selesaikan dengan arif dan bijaksana dan mengedepankan musyawarah dan ukhuwah Islamiyah.

6. Dalam berikan pelayanan ruqiyah dan pengobatan, saya tidak akan memposisikan diri secara berlebihan.

7. Dalam pengobatan ruqiyah, saya bersedia dibina dan dibimbing khusus selama enam bulan secara intensif dan bersedia laporkan kegiatan pengobatan ruqiyah kepada MUI.

8. Saya janji akan benahi organisasi dan manajemen ruqiyah yang saya lakukan sejak pernyaataan ini di tanda tangani dalam waktu tiga bulan.

9. Jika kemudian hari saya melanggar, saya siap terima fatwa sesat dan bersedia terima sanksi sesuai peraturan Undang-undang yang berlaku.

Saya buat dalam keadaan sadar dan sungguh-sungguh tanpa paksaan dari pihak manapun untuk saya patuhi. Yang menandatangani Ustad Guntur Bumi.

MUI sendiri menurut Wasekjen Amirsyah Tambunan selama enam bulan ke depan akan melakukan pengawasan terhadap praktik pengobatan alternatif Guntur Bumi.

“MUI akan melakukan pengawasan terhadap pengobatan ruqyah yang dilakukan UGB selama enam bulan ke depan,” kata dia.

red: abu faza
sumber: liputan6.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 660 kali, 1 untuk hari ini)