Zaidiyyah selama ini digolongkan sebagai faksi moderat dalam Syiah. Namun Hartono Ahmad Jaiz punya pandangan lain. Ulama yang terkenal dengan bukunya “Ada Pemurtadan di IAIN”, menggolongkan Zaidiyyah sama dengan Syiah pada umumnya.

“Belakangan Syiah Zaidiyyah sudah sesat. Mereka sudah terkontaminasi sejak utusannya pergi ke Iran,” tandasnya kepada Islampos.com, Ahad, 30/9/2012, di Universitas Indonesia.

Hartono mengambil kasus penyerangan Syiah Zaidiyyah terhadap Ahlus Sunnah (Umat Islam) di Dammaj, Yaman.

“Mereka menyerang ahlus sunnah setelah pergi ke Iran. Jadi bohong jika ada Syiah yang tidak sesat,” bebernya.

Hartono juga meminta umat Islam untuk tidak mencari-cari persamaan antara Syiah dengan Ahlus Sunnah (Islam).

“Rukun Iman dalam Islam dan Syiah saja sudah berbeda. Bahkan bagi Syiah tingkatan Imam lebih tinggi dibanding nabi,” tegasnya.

Sebelumnya, Syaikh Mahir Al Munajib, ulama dari Suriah, juga berpendapat senada. Dalam Kajian Islam di Mesjid Muhammad Ramadhan, Bekasi, Ahad, (2/9/2012) ia membeberkan bahwa kebanyakan Syiah Rafidhoh dan golongan Syiah lainnya akan mengaku (taqiyah) Zaidiyah ketika posisi mereka lemah. Ketika mereka kuat, maka mereka akan menampakkan wujud aslinya dalam menghina sahabat, bahkan membantai Ahlus Sunnah (Umat Islam). (Pizaro/Islampos.com) 01 Oct 2012 | Berita Nasional | pizaro

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.127 kali, 1 untuk hari ini)