Ilustrasi jenazah (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Seorang anak lelaki bernama Mahesa Junaedi, 12, ditemukan tergeletak di luar pagar Monas, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Utara, di samping Markas Besar Angkatan Darat (MABES AD) pada Sabtu (28/4) kemarin.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu menerangkan, anak itu ditemukan oleh petugas Satpol PP sekitar pukul 14:00 WIB dalam kondisi tak sadarkan diri atau pingsan.

Petugas Satpol PP yang menemukan, langsung membawa bocah itu ke rumah sakit Tarakan. Namun sayangnya, upaya yang dilakukan gagal. Nyawanya Mahesa tak tertolong.

“Diduga sakit terus pingsan. Satpol yang temukan, meninggal dunia di RS,” kata Kombes Roma saat dikonfirmasi, Minggu (29/4).

Ditemukannya anak lelaki itu, bertepatan dengan aksi pembagian sembako Forum Untukmu Indonesia di Monas. Namun, Roma menegaskan penyebab meninggalnya Mahesa, tidak berkaitan dengan aksi tersebut.

“Saya nyatakan bukan ya, karena kalau bagi sembako di dalam Monas aman, kondusif. Dan saya pantau langsung. Sedangkan yang bersangkutan ditemukan di luar Monas,” tuturnya.

Aksi Forum Untukmu Indonesia yang menggelar bagi-bagi sembako di Monas memang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai wilayah di Jakarta. Ramainya masyarakat yang datang pun membuat sampah berserakan di Monas.(eve/JPC)

Editor : Budi Warsito / jawapos.com

***

Media sampah tidak memberitakan sampahnya sendiri

https://seword.com/…/menjijikkan-kebijakan-anies-bikin-mona…

Seword bikin fitnah lagi. Dari awal mereka bikin aksi dengan nama FUI gunanya mendeskreditkan umat islam. FUI itu konktasi yang kita kenal adalah Forum Umat Islam, padahal FUI disini adalah Forum Untukmu Indonesia, komunitas kristiani yang bagi bagi sembako.

Setelah acara yang tersisa adalah sampah, lalu dikaitkan ke Anies bahwa itu adalah kebijakan Pemprov DKI. Emang parah, ini bukan lagi hate speech, tapi sudah mengarah ke fitnah

Via Fb Qina Saqiena

(nahimunkar.org)

(Dibaca 500 kali, 1 untuk hari ini)