Ilustrasi : Iring-iringan warga Singkil yang menolak berdirinya gereja-gereja liar dan ilegal. (foto: tribunnews.com)

Jakarta (SI Online) – Insiden pembakaran gereja di Desa Sukamakmur, Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, terjadi pada Selasa (13/10) sekira pukul 12.00 WIB. Insiden itu mengakibatkan tiga orang terluka dan seorang dari kalangan Muslim tewas tertembak senapan angin oleh massa Kristen.

Berikut kronologi kejadian pembakaran gereja di Aceh Singkil sebagaimana diterima Suara Islam Online, Rabu (14/10) di Jakarta:

  1. Massa yang berjumlah kurang lebih 800 orang dengan menggunakan 20 unit mobil L300, tiga unit dumptruk dan sekitar 100 unit sepeda motor bergerak dari Desa Lipat Kajang Bawah, Kec. Simpang Kanan hendak menuju ke Kec. Gunung Meriah.
  1. Tiba di Desa Suka Makmur, Kec. Simpang Kanan, massa membakar sebuah gereja HKI (ilegal) yang ada di daerah tersebut. Terjadi ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian dan massa kemudian memilih mundur.
  1. Akibat datang satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian untuk memadamkan api, massa kembali datang dan melempari aparat keamanan yang kemudian dibalas dengan tembakan peringatan oleh aparat kepolisian. Mobil pemadam kebakaran pun kembali dan tidak jadi memadamkan api yang membakar gereja tersebut.
  1. Kemudian massa bergerak menuju Desa Sianju-anju, Kec. Gunung Meriah rencananya untuk membakar sebuah bangunan Andong – andong di Desa Kedangguran, Kec. Simp Kanan (perbatasan Kec), di tempat tersebut massa dari pihak Nasrani sudah berjaga-jaga sehingga pada saat masuk ke daerah lokasi Andong-andong massa dari pihak Muslim ditembak menggunakan senapan angin oleh massa Nasrani dan kembali terjadi kerusuhan antara massa dengan aparat keamanan serta menimbulkan korban jiwa. Adapun korban tersebut diantaranya :
  1. Buyung, umur 27 thn
  2. Pratu Narto umur 32 (tentara ajudan Dandim 0109/Singkil)
  3. Rahman, umur 27 thn
  4. Salma, umur 18 thn
  5. Samsul,  umur 21 thn (meninggal dunia).

Adapun korban jiwa  yang meninggal akibat terkena tembakan di bagian wajah. Tembakan tersebut diduga dari sebuah senjata rakitan untuk memburu babi yang digunakan oleh penjaga Andong-andong Nasrani. Sedangkan korban luka akibat lemparan batu dialami oleh Supir Dandim 0109/Asing a.n. Praka Sarto.

  1. Aksi massa masih berlanjut dengan mencoba membakar Andong- andong dan melempari aparat keamanan yang berjaga.

 red: abu faza/ suara-islam.com /Rabu, 14/10/2015 13:47:46

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.345 kali, 1 untuk hari ini)