Publikasi: Senin, 25 Zulqa’dah 1434 H / 30 September 2013 16:14

dee

An-Najah.net- Ahad pagi kemaren (29/9). Seorang jama’ah yang hadir pada kajian syiah di masjid Baiturrahman, perumahan Sakura Regency, Jatiasih berusaha memprovokasi jama’ah lainnya untuk menolak semua yang disampaikan oleh Ust. Farid Ahmad Okbah, pakar Syi’ah dari Majelis Ulama Muda Indonesia (MIUMI),

Awalnya, kajian yang menghadirkan dua pemateri Ust. Farid Ahmad Okbah, dan Abdus Shamad, salah seorang relawan Hilal Ahmar Indonesia (HASI) untuk Suriah.

Pemateri pertama, Ust. Farid Ahmad Okbah, menyampaikan materinya dengan disambut dan antusias puluhan jama’ah dari Ikhwan dan Akhwat yang memenuhi masjid.

Setelah satu jam berlalu, tibalah sesi tanya jawab. Seorang Jama’ah diketahui warga komplek tersebut, berdiri dan mengkritik isi makalah pemateri pertama Ust. Farid Ahmad Okbah yang dibagi-bagikan ke Jam’ah. Ujarnya,“Setelah saya membaca makalah tiga lembar ini saya melihat tidak ada kebaikan sedikitpun yang disebutkan untuk Madzhab Syiah, makalah ini hanya memprovokasi masyarakat” dengan nada lantang dan menolak apa yang disampaikan Ust. Farid.

Ust. Farid menjawab, “Siapa yang memprovokasi?” Kemudian, dengan menunjukkan sebuah makalah yang berjudul ‘Risalah Amman” ia juga bagi-bagikan ke Jama’ah untuk menandingi apa yang disampaikan Ust. Farid, ia mengatakan, “Semua madzhab yang berjumlah delapan, termasuk di dalamnya Syiah, di dalam makalah ini disebutkan masih dalam katergori muslim” jawabnya dengan nada meninggi. “Jadi, Ustad memprovokasi masyarakat untuk berpecah belah” tambahnya lagi.

 Ust. Farid yang tadinya duduk pun mulai berdiri. Beliau mengatakan, “Saya tahu, itu adalah risalah yang ditandatangani oleh perwakilan Negara-negara Dunia di Yordan, dan yang memprakarsai penandatangan itu adalah orang-orang Syiah” jelasnya dengan nada tegas.

 “Itu (Risalah Aman) cuma politik yang dibuat orang-orang Syiah dan hasilnya selalu merugikan ummat Islam, sebagaimana terjadi di Irak, Iran dan lain sebagainya”. Kemudian direktur yayasan Islamic Center Al Islam Pondok Gede, Bekasi, tersebut, seraya menyebutkan ulama-ulama Syiah yang memprakarasai kesepakan Risalah Aman itu.

Mendengar penjelasan itu, ia menyampaikan berbagai argument dan alasan untuk mematahkan argumen Ust. Farid. Melihat suasana memanas, Ust Farid pun menyela, “Sebentar, sebentar, anda syiah apa suni?” tanyanya. “Saya Syiah Jakfariyah” jawab Jama’ah tersebut dengan tegas dan di saksikan jama’ah yang hadir. Kemudian, Ustad melanjutkan pertanyaannya, “Rukun iman anda berapa?”. “Ada tiga” jawabnya sambil kebingungan.

Mendengar jawaban pengakuan tersebut, Jama’ah yang sebagaian besar warga komplek pun marah dan hampir terjadi bentrokan. Panitia segera menenangkan situasi dan meminta mereka  untuk segerah duduk.

Dengan ijin Allah, akhirnya acara tersebut berjalan dengan lancar meskipun diliputi ketegangan. Bahkan, pihak pantia menyewa jasa keamanan kepolisian untuk mengawal Ust. Farid, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, pembicara kedua banyak menyampaikan pengalamannya selama menjadi relawan di Suriah. Ia menceritakan bagaimana kekejaman rezim Syiah Nushairiyah terhadap warganya yang mayoritas Ahlu Sunnah tersebut. (An-najah/kiblat/Qowy).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 14.561 kali, 1 untuk hari ini)