Separuh Jokam Itu Bunglon?

Ada isu menarik yang belakangan ini menguat. Tak lain tak bukan adalah dugaan bahwa populasi bunglon ternyata sudah meningkat sangat pesat, jauh melebihi prediksi kita semua. Ada yang menduga bahwa saat ini jumlah bunglon sudah mencapai separuh dari jumlah jokam.

Prediksi itu merupakan hasil dari analisis atas situasi dan kondisi terkini Jokam. Bunglon disinyalir semakin menyebar baik ditingkat akar rumput (rukyah), maupun dikalangan pengurus baik ditingkat Kelompok, Desa, maupun daerah bahkan di Pusat.

Banyak indikasi yang mengarah pada kesimpulan diatas, diantaranya:

Pertama, semakin menurunnya jumlah Persenan yang disetor ke Bapak Imam. Informasi yang beredar hal ini dikarenakan jamaah semakin banyak yang sadar bahwa Persenan yang selama ini disetor ke Bapak Imam didasari atas pemahaman yang keliru. Penurunan jumlah persenan ini diduga telah mengakibatkan para KU kebat kebit karena kas ikut-ikutan menjadi kosong bahkan minus. Tentunya para bunglonlah yang menyebabkan hal ini, selain tentunya karena ada kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kedua, bocornya Teks Hasil Daerahan September 2020 tak lama setelah dilaksanakan. Teks yang berasal dari Bapak Imam itu, yang bithonah itu, yang menunjukkan bahwa keamiran Islam Jamaah masih eksis itu hari ini telah viral di medsos. Mustahil ini terjadi jika tidak ada bunglon di level Daerah.

Ketiga, adanya WA story Pakubumi yang menyindir Pakubumi lainnya. Hal ini terbaca sebagai adanya perpecahan di kalangan Ring 1. Mereka sudah tidak saling percaya dengan sesama Pakubumi sendiri. Hal ini juga terbaca bahwa keberadaan bunglon di Pusat telah terendus. Sebenarnya hal ini terjadi bukan hanya di Pusat. Sebelumnya hal serupa telah terjadi di Daerah, Desa dan Kelompok dimana pengurus saling mengawasi dan saling curiga. Bahkan untuk menyembunyikan ke-bunglon-nannya tak jarang seorang bunglon “menuduh” jamaah biasa sebagai bunglon.

Keempat, suasana ngaji yang tak seperti dulu. Hal ini terasa sekali bahwa materi Paham Jamaah kembali ditekankan oleh Pengurus. Penekanan ini bukan hanya saat kegiatan sambung namun juga pada kegiatan yang lebih khusus semisal CAI kemarin.

Kita tunggu saja apa yang akan segera terjadi, apakah kapal akan tenggelam, atau selamat tiba di daratan.

 

Pembuat

Suara Mubaligh Islam Jamaah – LDII Paradigma Baru

Komen:

Yenu

Teruskan mind, insyaallah ini nantinya bisa mengedukasi masyarakat luas tentang buruknya faham takfiri ini.. teruskan dan niatkan untuk meluruskan jalan yang salah itu menuju jalan Allah SWT yang lurus,mind,semoga saudara tua diberikan hidayah oleh Allah SWT


Sumber: Suara Mubaligh Islam Jamaah – LDII Paradigma Baru

 sedang membagikan Informasi Terkini COVID-19.

7 September puku 12.40

***

Komen:

Ochan Chan

Kapal pasti tenggelam bocor smakin besar sisa serpih kayu buat pengurus ngapung

Bendera CAI ( cinta amir indonesaa ) bakal basah kuyup hanyut di arus medsos

***

 

Sandi istilah “Jokam” pada komunitas LDII


Glosarium:
Jokam (artinya Jama’ah) adalah istilah dikalangan jama’ah LDII sebagai sandi untuk menyebut anggota LDII/Islam-Jama’ah. Jokam diambil dari bahasa prokem yang ditahun 1980-an marak sebagai bahasa-gaul anak muda kala itu seperti bokap untuk bapak, nyokap untuk ibu,plokis untuk polisi dll.
Anggota LDII sadar diri bahwa eksistensinya kontroversi dimasyarakat, oleh karena itu digunakanlah bahasa-bahasa sandi yang hanya dimengerti untuk kalangan mereka sendiri sebagai wujud menjaga kerahasiaan komunitas. Dalam istilah sosiologi, fenomena ini disebut ‘bahasa-langgam’.

Contoh penggunaan.
Siapa dia?
-temen gue
Jokam?
-iya, ‘mualaf’
‘Sambung dimana’?
-di Sleman
Murtad.
Dalam Islam definisi Murtad adalah orang yang awalnya pemeluk agama islam, kemudian dia keluar dan menjadi pemeluk agama lain seperti kristen, hindu, budha, dll dan orang tersebut tidak lagi mengamalkan syariat-syariat islam lagi dan tidak juga berakidah islam lagi
Murtad dalam komunitas Jama’ah LDII bermakna tidak hanya seseorang yang keluar dari islam tetapi juga siapa saja yang anggotanya keluar dari Jama’ahnya, tidak lagi taat pada Imam-nya yang di bai’at, tidak lagi membayar uang ‘infak-rutin’ ke PUSAT, tidak lagi menjadi anggota islam-jama’ah LDII maka hukumnya MURTAD sama seperti orang yang keluar dari islam menuju agama lain.
Pemahaman Murtad ala LDII membawa potensi masalah sosial yang sangat serius yang bisa merusak tatanan masyarakat Indonesia, karena hukuman Murtad ini ada implikasi-implikasi yang mengikutinya seperti “halal darahnya untuk dibunuh, di cap kafir, tidak dihormati hak-hak keislamannya, putusnya silaturahim, terhapusnya hakl mawaris dll’ oleh karena itu banyak dijumpai keluarga-keluarga Jama’ah LDII yang rusak rumah tangganya dan hancur kehidupan kekeluargaanya yang dikarenakan ada satu anggota jama’ah LDII yang keluar dari Jama’ahnya. Orang Jama’ah LDII dari keluarga yang semuanya anggota LDII akan mengaanggap anggota keluarganya yang keluar itu murtad, musuh-Allah, diintimidasi, diputus silaturahimnya, dicerai dalam hubungan suami-istri dll
Dalam jama’ah LDII, siapa saja yang keluar dari Jama’ah LDII dipastikan kelak akan masuk neraka, kekal abadi di neraka selama-lamanya. Orang LDII menganggap komunenya adalah penyelamat masuk syurga dan selamat masuk neraka. Imam yang dibai’at oleh mereka adalah semacam saviour untuk mereka.
Oleh karena itu mereka selalu konsolidasi agar jangan sampai anggota keluarganya/temannya dan jama’ah lainnya keluar dari Jama’ahnya. Imam-Pusat terus menerus mengadakan program brain-washing kepada pengikutnya supaya tetap setia pada Jama’ahnya.
Telinga dan mata hati mereka dibutakan agar jangan sampai luntur fanatismenya pada jama’ahnya. Sehingga terbentuklah pengikut-pengikut yang sangat robotik,taat patuh, fasis dan kohesif.
lihat juga FP milik orang LDII :https://www.facebook.com/JokamM2P/posts/382348991870265?stream_ref=5
youtube pernyataan resmi LDII tentang Murtad: https://www.youtube.com/watch?v=OdcaK5x_2Oo

Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=704199583026588&id=613262452120302

Sumber: http://deraiapi.blogspot.com/2015/04/sandi-istilah-jokam-pada-komunitas-ldii.html

 

***

Mereka yang Doanya Tertolak dan Lima Ciri Calon Ahli Neraka


Posted on 6 Februari 2020

by Nahimunkar.org



Ilustrasi Masjid Universitas Ibnu Khaldun Bogor pernah diserang LDII/ foto salamonline

Disejajarkan dengan Pelacur, Doanya Tidak Diijabahi

Di dalam hadits ada yang disebut sebagai ‘assyaar عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), terkena ancaman do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (Hr Ahmad Dan At-Thabarani, Lafal Ini Bagi At-Thabrani, Dishahihkan Oleh Al-Albani Dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib Nomor 2391).

Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau kode kelompok itu 354 (lihat kalau ada warung-warung dan sebagainya ada kode 354 berarti kelompok mereka) dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut “persenan” sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?

Pihak yang lain, memungutnya mungkin sampai 15 persenan. Lebih mantap lagi dhalimnya. Dan itulah sumber utama (70-an persen) uang belanja negeri yang banyak koruptornya ini. Makanya sumber itu dari mana, perlu kita sadari benar karena memang dari sana, yaitu dari yang telah sangat dikecam dan diancam oleh Allah Ta’ala lewat Nabi-Nya yang mulia.

Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecam sedemikian, tidak lain karena harta orang Muslim itu dilindungi, dan tidak boleh diambil tanpa hak. Dalilnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[AN-NISA : 29]

Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya.

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya” (Hr Abu Daud Dan Al-Baihaqi, Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459. (lihat Abu Ibrahim Muhammad Ali, Pajak dalam Islam, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya’ban 1427/2006.)

Itulah penjelasan, kenapa doa mereka tertolak, walau sampai dalam doa qunut nazilahnya menyebut agar yang celaka itu orang yang mendhaliminya. Ternyata tetap tidak dikabulkan!

Dari sumber berupa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kenyataan yang terbukti nyata dalam kehidupan, maka semoga hal ini jadi pelajaran berharga. Paling kurang, semoga akan menambah kemantapan saudara-saudara kita yang mentas keluar dan bertaubat dari aliran sesat LDII – Islam Jamaah. Lebih dari itu, semoga menjadi peringatan bagi semuanya, termasuk mereka yang terkena oleh hadits tersebut.

 Bagi yang ingin membaca tentang Kuwalat dengan Qunut, dan tentang Bambang Irawan (yang semasa hidupnya didoakan dengan qunut nazilah –agar celaka— karena Bambang Irawan adalah gembong Islam Jama’ah yang kemudian keluar serta membeberkan kesesatan Islam Jamaah- LDII) yang ternyata tidak celaka apa-apa (tetapi justru Amir LDII yang mengomandoi untuk doa qunut nazilah itu justru terkapar sakit berlama-lama), silakan simak https://www.nahimunkar.org/doa-ldii-islam-jamaah-ternyata-tertolak-kenapa-ya/.

Lima ciri calon ahli neraka

Lima ciri calon ahli neraka disebutkan dalam Hadits Shahih Muslim:

وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ: اَلضَّعِيْفُ الَّذِي لاَ زَبْرَ لَهُ، اَلَّذِيْنَ هُمْ فِيْكُمْ تَبَعًا لاَ يَتْبَعُوْنَ أَهْلاً وَلاَ مَالاً. وَالْخَائِنُ الَّذِي لاَ يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ، وَإِنْ دَقَّ إِلاَّ خَانَهُ. وَرَجُلٌ لاَ يُصْبِحُ وَلاَ يُمْسِي إِلاَّ وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ. “وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ ” وَالشِّنْظِيْرُ الْفَحَّاشُ

Dan penghuni neraka ada lima golongan: ORANG LEMAH YANG TIADA MENGGUNAKAN AKALNYA, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga. PENGKHIANAT YANG TAMAK, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga. Orang yang diwaktu pagi dan petang SENANTIASA MENIPUMU terhadap keluarga dan hartamu. Dan disebutkan lagi: orang yang BAKHIL (PELIT) ATAU PEMBOHONG DAN ORANG YANG SUKA BERKATA KOTOR.

(HR Muslim HADIST NO – 5109)

Di Indonesia ada aliran sesat yang mengklaim bahwa hanya golongan mereka saja yang sah Islamnya, yang lain masuk neraka semua. Namun menurut penuturan para mantan aliran sesat itu, pendiri aliran sesat ini suka sekali berkata jorok, kotor lagi porno, bahkan hampir selalu dalam setiap mengajar dalam pengajian.  Padahal suka berkata kotor  itu adalah merupakan ciri calon ahli eraka.  Dalam hadits itu secara umum. Maka dapat difahami, lebih buruk lagi bila suka berkata kotor itu di depan khalayak ramai, apalagi pengajian, berarti sama dengan mengajarkan agama dengan kata-kata kotor.

Dengan adanya hadits shahih tentang ciri calon ahli neraka itu, dan adanya kenyataan lakon manusia seperti tersebut, maka seyogyanya Umat Islam menyadari. Bahwa di Indonesia ini ada aliran sesat yang kalau dirujuk pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara lahiriyah terkena ancaman doanya tidak terkabul, dan juga diancam hadits tentang lima ciri ahli neraka. Pengakuan QHJ (Qur’an Hadits Jamaah) yang mereka gembar-gemborkan selama ini belum tentu dapat menyelamatkan mereka. Karena Islam tidak cukup dengan klaim-klaim apapun, tetapi apakah benar-benar sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا (٣٦)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al-Ahzab/ 33: 36).

Posted on 8 Juli 2013

by Nahimunkarcom

 
 

(nahimunkar.org)

 

 

(Dibaca 1.009 kali, 1 untuk hari ini)