KIBLAT.NET – Di sejumlah media massa, pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur Jakarta telah menyebabkan bermacam reaksi. Umat Islam yang masih berjumlah mayoritas di Ibukota Indonesia ini jelas meradang. Apalagi, sebagian besar media-media arus utama justru memutarbalikkan fakta dan mendiskreditkan umat Islam.

Sepertinya, hadiah umroh kepada segelintir da’i di Jakarta dan perilakunya yang kerap berzakat membuat segenap dosa-dosa Ahok terlupakan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, umat Islam Jakarta pada khususnya yang tergabung dalam GMJ pada 10 November 2014 telah berusaha maksimal. Selaku warga muslim di luar Jakarta, penulis hanya bisa merenung, andaikata Ahok dilantik menjadi gubernur, ini merupakan sebuah musibah yang harus kita hadapi bersama dengan do’a dan sabar.

Semoga do’a ini bisa melindungi dari azab yang Allah janjikan karena pimpinan Ibukota tersebut bukan dari kalangan orang yang beriman kepada Allah Ta’ala.

Do’a untuk Ibukota Jakarta

Allahumma Allahu bashiiru, Allahu samii’u. Allah Yang Maha Melihat, Allah Yang Maha Mendengar. Mungkin kami hanya orang Islam awam, yang berusaha mengerjakan shalat, puasa dan zakat. Mungkin kami hanya seorang TNI, mungkin kami hanya seorang polisi, mungkin kami hanya seorang PNS, mungkin kami hanya seorang karyawan biasa, mungkin kami hanya seorang tukang cendol, mungkin kami hanya seorang satpam, mungkin kami hanya seorang supir angkot ataupun rakyat jelata, tapi dalam lubuk hati kami telah tertanam Laailaha illallahu muhammadurrasulullah.

Allahu samii’u, Allahu Ahad, Allahu ‘ala kulli syai’in qodir. Kemarin sore di perjalanan pulang dari pekerjaan kami masing-masing, kami mendengar fitnah terhadap umat Islam Jakarta bagaikan hujan deras turun dari langit. Fitnah itu disebar melalui radio yang notabene dikelola oleh orang-orang non-muslim.

Allahumma, kami sadar sepenuhnya bahwa hal ini semua sudah Engkau gariskan. Engkau Maha Mengetahui bahwa dalam lubuk hati kami sebagai muslim awam tidak setuju dengan pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kami marah karena Engkau Yaa Allah, terhadap DPRD DKI Jakarta yang akan melantiknya menjadi gubernur, kami marah karena Engkau terhadap pemerintahan pusat yang tidak peduli dengan umat Islam di Indonesia, namun kami semua terbelunggu oleh undang-undang.

Allahumma, Jakarta adalah ibukota negara, negara kami Indonesia. Allahu bashiiru, negara yang penduduknya mayoritas muslim. Wahai Allah Ar-Rahman Ar-Rohim, jangan biarkan ibukota negara kami dipimpin orang seperti Ahok, yang telah banyak menyakiti hati umat Islam. Kami sadar bahwa hal ini terjadi karena dosa-dosa kami, ampuni kami, yaa Ghoffaaru, ampuni kami, Yaa Ghoffaaru, ampuni kami, Yaa Ghoffaaru.

Allahumma, Allahu ‘aliimu, Allahu khobiiru. Saudara-saudara seiman dari GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta) telah melakukan protes atas ketidakbenaran ini, namun apa daya kami atas kejadian tersebut, kami semakin terjepit oleh fitnah yang mereka sebarkan, fitnah dari orang-orang yang tidak menyukai Islam, baik di radio, televisi dan internet, fitnah itu bagaikan hujan sebagai mana Rasul-Mu menyampaikan.

Allahumma, kami berusaha melawan dengan apa yang telah Engkau anugrahkan kepada kami, namun apa daya kami, dengan takdir yang sudah Engkau tuliskan. Kami akan bersabar dan berserah diri kepada Engkau wahai Allah, sebagaimana Utsman ra. menghadapi fitnah atas dirinya. Allahu Jabbaaru, Allahu Fattaahu.

Allahumma, rasa kemarahan kami belum reda, marah kami luar biasa, kami tahan kemarahan itu demi kemaslahatan umat. dalam hati kecil kami ingin rasanya meminta kepada-Mu agar azab segera Engkau turunkan kepada Ahok dan orang-orang yang mendukungnya. Namun kami teringat firman-Mu yang indah dalam Al Qur’an.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٤٧

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ ﴿٤٨

“Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).”

Allahumma, kami urungkan niat permintaan itu, saudara-saudara kami sudah mengingatkan dengan gerakannya, kami yang diluar Jakarta kami kembalikan segala urusan kepada-Mu. Jadikanlah kami orang-orang yang sabar dan berserah diri dengan keputusan-Mu, kuatkan kami dengan keadaan ini agar istiqamah di jalan Islam-Mu. Kami yakin, Engkau tidak
akan menyia-nyiakan segala ikhtiar kami, walaupun itu hanya sebuah tulisan do’a.

Allahu Syahiidu, Allah Maha Menyaksikan. Wahai Allah saksikanlah! dengan doa ini kami selaku orang Islam awam se-Indonesia, kami tidak setuju dengan kepemimpinan Ahok sebagai gubernur ibukota Indonesia (Jakarta), mengenai azab yang akan Engkau akan timpakan sesuai janji-Mu dalam Al Qur’an. Kami serahkan sepenuhnya kepada-Mu, karena semua itu adalah Hak Allah ta’ala sebagai pencipta.

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah, lindungilah kami yang bersaksi ini dari azab yang akan Engkau timpakan kepada orang-orang dzalim. Amiiin ya rabbal ’alamin..

Kiriman dari: Bengkel Moeslim/kbltnet

***

Undang-undang sebenarnya juga dapat untuk melengserkan AHOK. Sebagaimana diungkapkan seorang senator ini.

***

Senator Dailami: Ahok Bisa Dilengserkan Karena Telah Melanggar Pasal 27 huruf H UU No 32 Tahun 2004

By nahimunkar.com on 13 November 2014

Pasal 27 huruf H UU No 32 Tahun 2004 mewajibkan kepala daerah menjaga etika dan norma dalam menyelenggarakan pemerintahan, terutama dalam bertutur kata.

Senator DPD RI dari DKI Jakarta Dailami Firdaus berpendapat, secara legal formal Ahok bisa dilengserkan karena telah melanggar pasal 27 huruf H UU No 32 Tahun 2004 yang mewajibkan kepala daerah menjaga etika dan norma dalam menyelenggarakan pemerintahan, terutama dalam bertutur kata. “Saya kira sudah cukup kuat alasan untuk melengserkan Ahok dari kepemimpinannya di Jakarta,” tegas Dailami. https://www.nahimunkar.org/senator-dailami-ahok-bisa-dilengserkan-karena-telah-melanggar-pasal-27-huruf-h-uu-32-tahun-2004/

(nahimunkar.com)

Waqaf Quran NM

(Dibaca 470 kali, 1 untuk hari ini)