ilustrasi; Sejumlah ibu rumah tangga membawa spanduk dan peralatan memasak saat menggelar aksi unjuk rasa menolak pencapresan Joko Widodo atau Jokowi di Lapangan Depok Jaya Agung, Depok, Jawa Barat, Selasa 18 Maret 2014. Dalam aksinya, mereka kecewa terhadap pencapresan Jokowi karena dinilai belum menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta yang berjanji akan membenahi masalah ibukota seperti janji-janjinya saat kampanye. Foto: Sindonews.COM

.

 

 

  • Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristyanto. yang membuat suara PDI Perjuangan gagal total dalam meraih target adalah dampak serangan kampanye hitam melalui dunia maya, terutama melalui Twitter. Menurutnya, tak kurang dari 153.000 serangan twit yang terarah kepada partai maupun Jokowi, bakal capres yang dijagokan PDIP yang mulanya diharapkan bisa mendulang suara.

 

Jakarta – KabarNet: Pasca ditetapkannya Jokowi sebagai Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sejumlah kader dan simpatisan partai berlambang banteng moncong putih itu tercatat sempat berkoar-koar menjelang Pemilu Legislatif. Mereka mengklaim akan menang mutlak dengan menangguk 27-30 persen suara dalam Pileg 9 April lalu.

Namun, Jokowi yang mulanya diharapkan PDIP bisa mendulang suara, kenyataannya hanya mampu meraih sekitar 19 persen saja. Sehingga untuk bisa mencapreskan Jokowi pun PDIP terpaksa harus berkoalisi dengan partai lain. Tahukah Anda mengapa target PDIP tersebut gagal? Karena efek serangan dunia maya!

Paling tidak, itulah yang diyakini Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristyanto. Menurut Hasto, yang membuat suara PDI Perjuangan gagal total dalam meraih target adalah dampak serangan kampanye hitam melalui dunia maya, terutama melalui Twitter. Menurutnya, tak kurang dari 153.000 serangan twit yang terarah kepada partai maupun Jokowi, bakal capres yang dijagokan PDIP yang mulanya diharapkan bisa mendulang suara.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristyanto

“Itu yang bikin gagal!” tandas Hasto di rumah Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (9/4/2014) malam. Namun Hasto tidak mengungkap bukti soal serangan twit sebanyak itu./ Posted by KabarNet pada 11/04/2014

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.041 kali, 1 untuk hari ini)