Dunia heboh, tidak di warta berita maupun tautan media sosial. Apalagi bila bukan terjadinya serangan di Paris yang menewaskan lebih dari seratus orang. Memang kita semua terkejut dan terhenyak akan kejadian tersebut. Kita pun berduka cita atas tragedi yang menimpa lebih dari seratus nyawa di Paris. Sudah, itu cukup. Tak perlu lebay dengan ikut-ikut mengutuk pelaku serangan ataupun menjadi komentator amatiran yang ujung-ujungnya mendiskreditkan sesama muslim.

Kalau mau jujur dan adil hitung-hitungannya, anggap saja 150 nyawa di Paris tewas karena bom dan penembakan. Sekarang kita hitung juga apa yang dilakukan barat yaitu Amerika dan sekutunya termasuk Perancis dalam membunuhi banyak nyawa di Irak, Afghanistan, Suriah, dan banyak negeri muslim lainnya. Belum lagi penangkapan tanpa peradilan setelah peristiwa 9/11 yang semuanya terbukti tidak bersalah. Mereka juga tidak langsung ditembak atau dibom mati tapi disiksa dulu dengan sangat tidak berperikemanusiaan di penjara Guantanamo dan Abu Ghroib.

Oya, yang belum kesebut adalah Palestina. Berapa banyak anak-anak di bawah umur 10 tahun yang ditangkap, disiksa dan dibunuh oleh Israel atas dukungan Amerika dan sekutunya? Ratusan, bahkan ribuan. Mana suara dunia? Oh, tentu saja tak ada. Kan yang mati orang muslim termasuk anak-anaknya yang seharusnya mendapat perlindungan dari komisi perlindungan anak internasional. Tapi nyatanya? NOL.

…Berapa banyak anak-anak di bawah umur 10 tahun yang ditangkap, disiksi dan dibunuh oleh Israel atas dukungan Amerika dan sekutunya? Ratusan, bahkan ribuan. Mana suara dunia?…

Peristiwa serangan atas Paris ini menjadi semacam alasan bagi pembenci Islam untuk semakin menekan umat Islam di sana. Dikabarkan dari seorang ukhti di London, efek ini terasa hingga lintas negara. Banyak muslimah yang ketakutan memakai hijab karena biasanya setelah peristiwa yang dibesar-besarkan ini akan terjadi pelecehan dan penyerangan fisik terhadap umat Islam termasuk muslimahnya.

Belum lagi BBC juga menyiarkan kejadian penembakan tersebut yang telah direkam oleh CCTV secara berulang-ulang. Alih-alih memberikan informasi, tujuannya adalah memberikan rasa teror terhadap semua orang seolah mengatakan, ‘ini loh yang dilakukan oleh Muslim kepada kita’. Mengapa tak mereka tayangkan kejadian anak-anak  kecil dibantai oleh zionis Israel di Palestina sana? Itu malah sehari-hari terjadinya, bukan sekadar peristiwa kagetan begini. Oh, tentu saja berita tersebut tak akan muncul. Kan yang mati anak-anak Muslim Palestina.

Hasbunallah wa nikmal wakil. Allah saja sebaik-baik pelindung. Tugas kita sebagai umat Islam adalah tidak ikut-ikut lebay memberitakan atau menyebarkan berita yang sumbernya jelas-jelas menunjukkan kebencian terhadap Islam dan umatnya. Sudah cukup orang-orang kafir dan munafik mengontrol dan  menjadikan lebay berita tentang kejadian Paris ini.

Semoga umat Islam yang tinggal di barat diberi kekuatan. Semoga juga semakin Islam tersudut dan diidentikkan dengan teror (masih ingat peristiwa 9/11?), makin banyak orang barat yang penasaran dengan Islam. Rasa penasaran ini yang biasanya disertai dengan mencari jawaban di dalam kitab umat Islam langsung yaitu Al Quran. Selebihnya, biarkan hidayah Allah menyapa mereka. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com) Sabtu, 2 Safar 1437 H / 14 November 2015 22:53 wib

Ilustrasi: Google/ voaislam.com

***

Serangan Tembakan di Paris, 158 Orang Tewas

Serangan serentak terjadi di delapan lokasi pada waktu bersamaan di Paris, Perancis, Jumat pukul 20.20 GMT, atau Sabtu dinihari Wita.

Penyerang menggunakan bahan peledak, dan senjata api. Serangan bom terjadi di tiga tempat di seputar stadion nasional Stade de Franc, ketika Timnas sepakbola Perancis laga persahabatan melawan Jerman. Laga itu dimenangi Prancis 2-0.

Delapan orang pelaku tewas, tujuh di antaranya bunuh diri sedangkan seorang lainnya ditembak mati polisi. Hingga Minggu dinihari, dilaporkan sebanyak 158 orang tewas, dan lebih dari 200 orang terluka.

Yang banyak tewas yang di Gedung Konser Bataclan

– Konser grup band Amerika Serikat Eagle of Death Metal berlangsung di hal Bataclan, pukul 20.20 GMT.
– Pelaku berpakaian hitam memberondong peluru secara membabi-buta ke arah kerumunan orang 10 sampai 15 menit
– Sebanyak 100 orang sempat disandera pelaku
– Pukul 23.30, pasukan elite masuk ke dalam hal. Dilaporkan 112 orang tewas di tempat ini, termasuk 4 penyerang, 3 orang di antaranya meledakkan diri sebelum ditangkap polisi.
– Tiga orang pelaku mengenakan sabuk yang ditempelkan bahan peledak/ (Sumber: reuter/afp/cnn) TRIBUNKALTIM.CO – Minggu, 15 November 2015 01:28.

***

Dalam berita itu disebutkan, delapan orang pelaku tewas, tujuh di antaranya bunuh diri sedangkan seorang lainnya ditembak mati polisi. Belum diperoleh analisis yang mengorek secara detil mengenai seluruh pelakunya tewas ini.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.117 kali, 1 untuk hari ini)