• SBY Kirim Surat Terbuka

Inilah beritanya.

***

SBY: Krisis Kemanusiaan di Gaza Lampaui Batas Kepatutan

CIKEAS – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, krisis kemanusiaan yang kini terjadi di Jalur Gaza telah melampaui batas kepatutan.

“Saya melihat langsung melalui televisi, baik nasional maupun internasional, krisis kemanusiaan itu sudah melampaui batas kepatutannya,” kata Presiden SBY saat memberikan keterangan pers di kediaman pribadinya Puri Indah Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/7).

Dia mengatakan, hampir semua yang tewas dan yang Iuka-Iuka adalah rakyat tidak berdosa, tidak berdaya, dan tidak bisa menyelamatkan diri dari desingan peluru dan bom-bom maut pencabut nyawa. Terdesak oleh kenyataan pahit itu, SBY mengaku telah mengirim surat terbuka, yang diterbitkan pada harian The Strait Times, edisi Kamis (31/7), yang dipublikasikan melalui laman Facebook Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam surat terbuka yang ditulisnya itu, SBY secara eksplisit menyatakan bahwa isak tangis para ibu yang kehilangan putra-putrinya, serta jeritan anak-anak yang tiba-tiba kehilangan orang tuanya, sungguh menusuk relung hatinya yang paling dalam.

“Saya yakin, siapa pun dan bangsa mana pun hampir pasti akan mengalami kesedihan dan kepiluan yang sama menyaksikan tragedi kemanusiaan yang tak terperikan itu,” kata dia.

Sebagai seorang Presiden yang kini memimpin sebuah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, SBY mengaku sangat bersedih dan marah atas tragedi kemanusiaan itu. Dia mengaku meski aktif melaksanakan diplomasi beserta para menteri dan diplomat Indonesia, termasuk  Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, tetapi situasi yang ada di Gaza kenyataannya bertambah buruk.

Oleh karena itu, SBY mengaku dari Jakarta, dia aktif meneriakkan seruan moral kepada seluruh bangsa di dunia, utamanya para pemimpin dunia, dan pemimpin Israel dan Hamas, untuk segera menghentikan kekerasan dan tragedi di kawasan itu.

“Dengan seruan ini saya berharap para pemimpin dunia segera mengambil tanggung jawab bersama dan benar-benar bisa melakukan atau memaksakan gencatan senjata dan mengakhiri operasi-operasi militer yang nampaknya makin tidak pandang bulu,” kata SBY. (nov) investor.co.id, Kamis, 31 Juli 2014 | 14:21

(nahimunkar.com)

(Dibaca 191 kali, 1 untuk hari ini)