Bottom of Form


Sebagaimana pernah kami dengar kalimat dari Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily hafizhahullah, bahwa masyarakat umumnya akan merasa sesuai dengan dakwah bermanhaj salaf. Sebenarnya begitu. Namun penghalang mereka adalah para quththa’ ath-thariq atau bandit, penyamun, preman atau semisalnya, yang menghalangi masyarakat dari dakwah Ahlus Sunnah.

Para penyamun ini ya ada yang bisanya seperti ini.

 

Ada juga penyamun ‘ilmiah’ yang tugasnya setiap hari meneliti ilmu demi membantah ‘Wahabi’.

Ada juga penyamun yang cuma bisa sebar stempel ‘Wahabi’, ‘tukang mengkafirkan’ dan lainnya.

Namun karena memang dakwah Sunnah dan umumnya individu Ahlus Sunnah sangat baik dan sesuai fitrah masyarakat, maka laju penyebarannya tak bisa ditahan semua. Banyak kok DKM yang sadar dan membandingkan antara kajian-kajian Ahlus Sunnah dengan selainnya. Tingkah dan sikap jemaahnya juga beda.

Tetap semangat. Bukan semangat cari musuh. Tapi ya semangat belajar. Bagi yang mengajar, tetap semangat. Bumi ini luas, maka kepada Allah lah kita menujukan amalan kita.

 

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy


 

 

***

GP Ansor Joget dengan Biduan Dangdut Rok Mini, Netizen: Pantesan Ansor Suka Bubarin Pengajian

Posted on 4 Mei 2017

by Nahimunkar.org

Sejak menyatakan mendukung Ahok-Djarot dalam pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, baik Bansor NU maupun GP Ansor menjadi bulan-bulanan netizen, khususnya dari umat muslim yang menyatakan mendukung Aksi Bela Islam terkait dengan penistaan Al Quran dan penghinaan terhadap ulama oleh Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama.

Sepak terjang GP Ansor dan Banser NU yang juga semakin menjadikan mereka dimusuhi oleh para pendukung NU sendiri, yang melihat sikap mereka ketika membubarkan pengajian sudah sangata keterlaluan.

Terakhir ketika acara yang dihadiri oleh Ustad Felix Siauw, seorang muallaf dari keturunan Tionghoa di Malang dibubarkan oleh pihak kepolisian dengan alasan berdasarkan laporan dari salah satu ormas.

Dalam video yang diunggah oleh Felix Siauw, walaupun tidak menyebut nama, namun secara spesifik menyebut ormas yang suka membubarkan pengajian, dan sasaran sudah tentu kepada pihak Banser NU dan GP Ansor.

Akibatnya hujatan kepada kedua ormas pemuda yang bernaung di bawah NU tersebut, langsung menuai kritikan, bahkan yang terbaru, beredar sebuah video yang memperlihatkan bagaimana kelakuan GP Ansor yang dianggap keterlaluan, karena berusaha untuk bubarkan pengajian, namun disisi lain, mereka malah asyik berjoget dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh PCAnsor Kabupaten Magelang.

Dalam acara yang tidak diketahui jelas kapan diselenggarakan, tampak seorang penyanyi dangdut asyik berjoget ditemani oleh dua orang anggota GP Ansor yang memakai seragam milik GP Ansor.

Pada bagian spanduk tertulis Sarasehan Bersama PC GP Ansor Kabupaten Magelang, dan PAC GP Ansor Kecamatan Salaman, lalu dilanjutkan dengan tema kegiatan yang terlihat pada video tersebut tidak secara utuh, “Pendidikan Politik Untuk Meningkatkan Kapasitas…..”

Berikut komentar netizen:

“Video .GP Ansor Pesta Dangdut,Pantasan mereka suka Bubarin Pengajian Lah sukanya yang seperti ini,#BubarkanAnsor,” @BuiAhok

“Tiko bener kalau nanti Bansos DKI Jakarta digunakan Banser untuk nyawer.” @SiBonekaKayu

“Pantes, musuhnya sering orang baik-baik. Orang temannya setan sih. Ruh itu hanya menyatu sesuai dngan siftnya. Baik VS baik. Buruk Vs Buruk.” @AraiSyahriel

“pake biduan yang rok pendek dan seksi.. pantesan mereka senang bubarin pengajian dan taklim ??,” @Rizki44874585

Sumber Berita : facebook.com/ulfha.aqilla.5/republik.in

(nahimunkar.org)