Terkadang Lailatur Qadar Terlihat oleh Mata Telanjang

Apakah lailatur qadar terlihat dng mata?
dan bagaimakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat melihatnya?

Terkadang lailatul qadar bisa terlihat oleh mata telanjang bagi org yg tlh diberi taufiq oleh Allah subhanallah ta’ala, dan yg demikian itu dng melihat tanda tandanya, dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka melihat bersandar dng tanda tanda tsb.

Akan tetapi, tidak melihat tanda-tandanya pun tdk lah menghalangi seseorang untuk mendapatkan keutamaan mlm tsb bagi org yg menghidupkan malamnya karna iman dan mengharap pahala Allah.

Sdh selayaknya bagi seorg muslim bersungguh sungguh mencarinya di 10 mlm terakhir bln Ramadhan sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya kepada para sahabtnya untuk mencari ganjaran dan pahala dari Allah,

Maka apabila ia menghidupkan malam tsb bertepatan dengan malam lailatul qadar, niscaya dia mendapatkan pahala meskipun dia tdk mengetahui bahwa mlm itu adalah malam lailatul qadar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا كفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yg menghidupakan mlm lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka Allah akan hapuskan apa-apa yg telah lalu dari dosanya.” [HR. Bukhari & Muslim]

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda:

…من قامها ابتغاءها ثم وفقت له غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر

“…barang siapa menghidupkan malamnya mengharapkan lailatul qadar, kemudian Allah berikan taufiq kpdnya [untuk mendapatkannya], maka akan ampuni apa-apa yg telah lalu dari dosanya dan yg akan datang.” [HR. Ahmad]

Dan telah tetap dari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dalil yg menunjukkan bahwa diantara tanda-tanda lailatul qadar adalah; terbitnya matahari di pagi harinya dengan cahaya yg tdk menyilaukan,

Dan Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa lailatul qadar itu terjadi pada mlm ke-27 Ramadhan, dan dia berdalil dng tanda ini.

Dan yg rajih adalah bahwa mlm lailatul qadar itu berpindah-pindah dari satu mlm kpd yg lainnya di sepuluh malam terakhir Ramadhan, dan lebih diharapkan pd malam ganjilnya, dan mlm ke-27 adalah malam ganjil yg paling diharapkan terjadi padanya lailatul qadar,

Maka barang siapa yg bersungguh-sungguh pada 10 mlm terakhir dng sholat, membaca al-Qur’an, do’a dan amalan-amalan baik lainnya, niscaya dia pasti mendapatkan mlm lailatul qadar, dan mendapatkan keberuntungan dng apa yg tlh Allah janjikan, tentunya dia mengerjakannya dng iman dan mengharap pahala Allah.

»Majmu’ Fatawa Syeikh Bin Baz 15/432

Terjemah: Bahtiar Abu Abdillah
Muroja’ah: Khairullah

Facebook Khairullah Anwar Luthfi

(nahimunkar.com)

(Dibaca 92 kali, 1 untuk hari ini)