Foto: Korsa


RMOL. Mantan relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam Komunitas Relawan Sadar (Korsa) tidak henti-hentinya menyuarakan pergantian presiden di Pilpres 2019.

Jika sebelumnya, gagasan pergantian presiden ini diwarnai dengan kaos bertanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden, Korsa melakukan gebrakan dengan menempeli seluruh badan mobil dengan sticker tersebut.

Koordinator Pusat Korsa Amirullah Hidayat menjelaskan branding mobil dengan tagar #2019GantiPresiden adalah bentuk keseriusan gerakan ini untuk mengganti Jokowi.

Kata dia, semangat #2019GantiPresiden akan terus dilakukan dalam bentuk apapun dengan kreatif ada inovatif sepanjang masih sesuai konstitusi.

“Ada beberapa kendaraan mobil dan sepeda motor milik mantan Relawan Jokowi  yang masih dalam proses branding, Insya Allah di bulan Ramadhan yang akan datang , akan ada puluhan mobil dan motor yang siap dengan slogan #2019GantiPresiden,” tukasnya.

Kata dia, aksi ini dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan negeri ini dari kegagalan pemerintahan Jokowi.

Korsa, sambung Amir, akan  keliling wilayah kota dan desa-desa guna menyerukan #2019GantiPresiden dan akan menyakinkan rakyat untuk tidak memilih Jokowi dalam pilpres 2019.

“Kita harus bersungguh-sungguh dengan seluruh daya upaya yang ada, dengan semangat militansi untuk wujudkan perubahan Indonesia yang jauh lebih baik lagi,” tandasnya. [ian]

Laporan: Ruslan Tambak / politik.rmol.co

***

#2019GantiPresiden, Gerakan Yang Tidak Ingin Kehancuran Berlanjut

Mardani Ali Sera/Net

Gerakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden merupakan gerakan rakyat Indonesia yang sudah tidak ingin kehancuran negeri ini dilanjutkan.

Begitu tegas Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam akun Twitter @MardaniAliSera, Selasa (24/4).

“Gerakan #2019GantiPresidenmemang gerakan rakyat Indonesia yang sudah tidak ingin melihat kehancuran yang berkelanjutan,” terangnya.

Namun demikian gerakan ini tetap terstruktur dan sistematis dalam pergerakan. Meski di satu sisi, tidak pernah mengangkat koordinator atau jurubicara dari pihak-pihak yang tidak terkoneksi langsung dengan penggagas awal.

Dia juga meminta kepada pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dalam gerakan #2019GantiPresiden, untuk tidak mengklaim gerakan ini atas nama pribadi.

“Ini semua demi kemurnian gerakan kita,” tukasnya. [ian]

Laporan: Widian Vebriyanto / politik.rmol.co

(nahimunkar.org)

(Dibaca 700 kali, 1 untuk hari ini)