Seruan Hentikan Konsumsi Produk Prancis


Produk perancis diturunkan dari rak

   
 

Jakarta, – Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), H. Ismed Hasan Putro meminta kepada Sepuluh Juta lebih Alumni Haji, Empat Juta lebih Calon Jama’ah Haji dan puluhan juta Alumni Jama’ah Umroh serta Ummat Muslim Indonesia untuk menghentikan mengkonsumsi dan menggunakan semua produk asal Negara Prancis.

Langkah itu perlu dilakukan agar watak dan praktek kebencian, pelecehan dan penghinaan pada Islam oleh Presiden Prancis Emanuel Marcon mendapat respon yang tegas.

“Praktek Islamophobia yang bertentangan dengan nilai toleransi dan kebersamaan itu, sejatinya tidak boleh dilakukan oleh siapa pun, termasuk seorang Presiden,” kata H. Ismed Hasan Putro, Ketua Umum PP IPHI di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Sebelumnya beberapa kelompoik di Maroko dan di sejumlah belahan dunia melalui media social beredar ajakan memboikot produk Perancis, karena Presiden Prancis Emanuel Macron menyerang dan menghina Islam

Macron dinilai telah menuduh muslim sebagai ‘separatisme’. Macron juga menggambarkan Islam sebagai ‘agama yang mengalami krisis di seluruh dunia’.

Pernyataannya bertepatan dengan tindakan provokatif oleh Charlie Hebdo yang merupakan surat kabar mingguan satir Prancis, yang terkenal karena menerbitkan karikatur anti-Islam yang telah memicu kemarahan Muslim seluruh dunia.

Awal tahun ini, mereka menerbitkan ulang kartun yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Karikatur tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten, yang memicu gelombang protes.

Tidak hanya Maroko, kelompok perdagangan Arab juga melakukan boikot produk Prancis. Aktivis Arab juga meluncurkan beberapa ajakan di media sosial untuk memboikot semua produk dari Prancis. (fur/dbs).

Hajinews.id,

(nahimunkar.org)

(Dibaca 297 kali, 1 untuk hari ini)