.

 

  • Amien Rais Menegaskan Jangan Menjadikan Orang Kafir sebagai Pemimpin.
  • Muhyiddin Junaidi dikhabarkan berendapat, Jangan Takut Pilih Caleg Nonmuslim

Inilah beritanya.

***

MUI: Jangan Takut Pilih Caleg Nonmuslim

Rabu, 19 Maret 2014, 23:21 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi mengimbau umat Islam agar tidak takut dalam memilih caleg nonmuslim. Asal yang bersangkutan memenuhi kriteria kepemimpinan baik.

“Sebaiknya sisi adanya sifat-sifat kenabian lebih ditekankan sebagai pertimbangan masyarakat memilih ketimbang agama caleg,” kata Muhyiddin di Jakarta, Rabu (19/3).

Muhyiddin menyebutkan dalil yang terkandung dalam Alquran Surat Al-Imron ayat 28 yang kerap menjadi rujukan argumen sebagian besar masyarakat Muslim untuk mengharuskan memilih pemimpin Islam.

Namun, lanjut dia, ayat tersebut diturunkan dalam konteks di negara berdasarkan ukhuwah Islamiyah atau Daulah Islamiyah. Sedangkan Indonesia tidak, sehingga kurang relevan untuk diterapkan.

“Memang ada dalil yang menyebutkan sebaiknya memilih yang seiman dengan kita, tetapi itu dalam konteks Daulah Islamiyah, sedangkan Indonesia ini bukan Daulah Islamiyah. Indonesia berdasarkan Pancasila,” katanya.

Ia meminta agar dalil tersebut tidak disalahtafsirkan ke dalam konteks bernegara di Indonesia. “Dalam konteks Indonesia kita harus lebih dewasa dalam memilih,” katanya.

“Kalau sampai dalil itu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, maka yang terjadi justru pengkotak-kotakan. Itu tentu tidak diharapkan,” tambahnya./ republika.co.id.

 

Muhyiddin Junaidi dan Syiah

Ada tokoh yang pernah mengaku (dengan bangga ?) bahwa dirinya menandatangani kerjasama dengan lermbaga syiah di Karbala Irak. Orang yang duduk di bidang luar negeri di MUI itu adalah orang yang mengarahkan untuk diadakan seminar di satu kampus di Solo Jawa Tengah dengan menghadirkan duta besar dari Suriah dan Amerika. Sangat mengherankan, karena justru rezim Suriah yang syiah itu membantai umat Islam, kenapa dubesnya agar dihadirkan untuk memberi materi seminar ? Alhamdulillah, Umat Islam Solo mencium kebusukan itu, hingga berhasil digagalkan.

Kemudian an-najah.net mewawancarai Joko Beras dari Solo yang dinilai sebagai pemrakarsa seminar aneh berbau syiah itu. Ternyata Joko Beras mengaku bahwa semua itu atas pengarahan Muhyiddin Junaidi dari MUI Pusat. Lha dalaah… kecekel rahasianya.

Kiprah orang itu di antaranya dapat dibaca di artikel Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat https://www.nahimunkar.org/syiah-memusuhi-islam-bersekongkol-dengan-para-pengkhianat/

Yang lebih menyedihkan terutama bagi Ummat Islam Indonesia, di saat Ummat Islam (Sunni) dimusuhi oleh syi’ah di pusatnya di dunia yakni Iran, justru oknum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat berbangga bekerjasama dengan Iran dalam bidang riset/ penelitian (agama). Surat kabar yang mewawancarainya (Republika) pun tampak membeberkan dengan lantangnya.

Sebagian wawancara Republika dengan orang MUI, Muhyiddin Junaidi, sebagai berikut:

MUI telah mencoba melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi-organisasi Islam di luar negeri.

Beberapa waktu lalu, kami diundang ke Irak dan telah menandatangani kerja sama dengan Pusat Kajian Alquran di Irak yang berpusat di Karbala. Walaupun berbeda mazhab, kita ingin sama-sama sharing untuk meningkatkan metodologi hafalan Alquran. Kami bertemu dengan tokoh di Irak, baik Suni maupun Syiah. Bahkan, mereka sangat mengapresiasi kunjungan kita ke Irak di tengah-tengah situasi kemanan yang menurut berita internasional kurang kondusif.

Kita ingin menjalin kerja sama dengan umat Islam walaupun berbeda aliran/mazhab. Kita sadar bahwa musuh-musuh Islam selalu berupaya melemahkan Islam dengan mengadu domba antara Syiah dan Sunni. Kita tak mau itu terjadi. Syiah itu tak seperti Ahmadiyah karena Syiah adalah mazhab yang diakui dunia Islam.

(Pada bagian lain dikemukakan):

MUI juga akan melakukan riset bersama di Iran tentang peradaban Islam. Mereka bisa melakukan riset mengenai peran MUI dalam merekatkan ukhuwah Islamiyah dan ormas-ormas Islam di Indonesia. (Republika, KH Muhyiddin Junaidi MA, Umat Harus Waspadai Konspirasi Musuh

Minggu, 13 Februari 2011 pukul 11:47:00).

Kini orang ituMuhyiddin Junaidi (duduk di MUI dan juga tokoh Muhammadiyah), mengeluarkan himbauan kepada umat Islam agar tidak takut dalam memilih caleg nonmuslim-kafir. Aneh, dan sangat ironis. Imbauan komplotan syiah itu memalukan sekali karena diucapkan ketika dunia syiah sedang gempar karena Ulama tertinggi Syiah masuk Islam dan kini tinggal di Jeddah. Lihat berita dan video:    Dunia Syiah Gempar! Dikhabarkan, Ulama Tertinggi Syiah Masuk Islam/ Sunni https://www.nahimunkar.org/dunia-syiah-gempar-dikhabarkan-ulama-tertinggi-syiah-masuk-islam-sunni/

Komplotan syiah yang lainnya dikhabarkan pula akan mengisi tabligh akbar di Masjid Raya Bintaro, 31 Maret 2014. Info Masalah Tabligh Akbar Pendukung Syiah https://www.nahimunkar.org/info-masalah-tabligh-akbar-pendukung-syiah/

– See more at: https://www.nahimunkar.org/waspadai-komplotan-syiah-di-mui-serukan-umat-islam-pilih-caleg-non-muslim/#sthash.mWGxefMg.dpuf

Selanjutnya mari kita simak pendapat Amien Rais, Jangan Menjadikan Orang Kafir sebagai Pemimpin

***

Amien Rais : Jangan Menjadikan Orang Kafir sebagai Pemimpin

Kesalahan Fatal, Mengambil Orang Kafir sebagai Pemimpin

Pertama-tama, kita harus mencamkan, bahwa kita ini anak-cucunya Nabi Ibrahim, anak cucunya Nabi Adam, dan sebagai pewarisnya, (kita) jangan sampai tidak punya keinginan untuk memegang imamah.

Jadi pemimpin umat manusia yang beragama Kristen, Katolik, Kong Hu Chu, Nasrani, Zoroaster, PKI, dan lain sebagainya itu; pemimpinnya seharusnya orang beriman. Tetapi (janji Allah tentang imamah pada Surat Al Baqarah 124) tidak pernah sampai, tidak pernah mengenai orang-orang yang masih zalim.

Orang zalim itu orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri, sudah tahu korupsi itu tidak boleh, malah nekat; sudah tahu bohong itu gak boleh, malah nekat.

Bahwa kepemimpinan ini amat sangat penting. Kalau menurut saya, dari Al Qur’an itu orang beriman menjadi imaman lil muttaqin dan imaman lin naas (lihat Surat Al Furqan: 74).

Nah sekarang saya beritahu, kesalahan fatal umat Islam di muka bumi, kesalahan fatal UII (Umat Islam Indonesia), kesalahan fatal umat Muhammadiyah, barangkali karena tidak memperhatikan pesan-pesan Al Qur’an.

Allah berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ } [المائدة: 51]

 “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maa’idah: 51)

(Jangan menjadikan Yahudi dan Nasrani) tempat berlabuhmu, tempat bersandarmu, tempat referensimu. Yahudi dan Nasrani itu sokong-menyokong untuk menggencet orang Islam. Itu sudah jelas untuk menghancurkan umat Islam.

Saya sudah menjelajah dunia Islam ini, saya sudah dari Malaysia sampai Merauke, dari Thailand sampai Uzbekistan, kesalahannya mereka juga tidak menyimak pesan Al Qur’an itu.

Arab Saudi itu masih adem ayem kalau sama Amerika. “Itulah sekutu kami.” Padahal itu kan Yahudi dan Nasrani, sehingga ini yang menyebabkan kita tidak bisa kuat.

Pukulan telak dan kesalahan fatal, yaitu ketika Jokowi dan Ahok itu menang menjadi Gubernur DKI. Ini membuat saya agak resah, sampai mungkin tidak bisa tidur dua atau tiga malam. Karena saya tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. (Kutipan hal. 21).

(cuplikan pidato Prof Dr Amien Rais di hadapan kader-kader Muhammadiyah Yogya, dalam acara “Rapat Kerja dan Dialog Pengkaderan” tanggal 23-24 Februari 2013. Selengkapnya, lihat di link ini https://www.nahimunkar.org/amien-rais-jangan-menjadikan-orang-kafir-sebagai-pemimpin/ ).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.411 kali, 1 untuk hari ini)