• Lokalisasi Loa Hui, Loa Janan Ilir, penghentian sejak Rabu (25/6) ini berlaku untuk selamanya. Data pada Pemkot Samarinda dalam rapat belum lama ini menunjukkan, ada sekitar 230-an Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di lokalisasi tersebut.

SAMARINDA – Sesuai surat edaran Walikota Samarinda untuk menghormati bulan suci Ramadhan, maka seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) dan hiburan sejenisnya serta lokalisasi sudah tidak beroperasi mulai Selasa (24/6).

Semuanya baru boleh kembali beroperasi pada tanggal 2 Agustus 2014 mendatang. Namun khusus untuk lokalisasi Loa Hui, Loa Janan Ilir, enghentian sejak Rabu (25/6) ini berlaku untuk selamanya. Data pada Pemkot Samarinda dalam rapat belum lama ini menunjukkan, ada sekitar 230-an Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di lokalisasi tersebut.

“Dalam proses Ramadhan ini, yang kita lakukan selama sebulan penuh untuk melakukan negosiasi dan pendekatan kepada mucikari yang ada disana. Dan pendekatan para penghuni itu untuk selama satu bulan ini berapa yang bisa kita pulangkan, berapa yang bisa kita alih fungsikan. Sehingga pada saat nanti selesai Ramadhan sudah tidak ada lagi di situ,” kata Asisten III Sekretariat Kota (Sekkot) Samarinda Ridwan Tassa di Balaikota Samarinda, Selasa (24/6).

Sejauh ini kata Tassa, penutupan selamanya ini sudah diterima hampir semua pengusaha yang ada di lokalisasi Loa Hui.

“Memang ada yang meminta ini ditunda penutupannya. Dan itu tentu tergantung dari Pak Walikota. Dam Pak Walikota sudah mengeluarkan SK (Surat Keputusan), menginstruksikan kepada kita untuk menutup itu,” kata Tassa.

Menurutnya juga, sudah ada quesioner yang sebelumnya dibagikan kepada para PSK. Dan memang dalam quesioner tersebut kata Tassa, ada PSK yang memang memilih untuk bertahan dengan alih kegiatan antara lain salon, dan kegiatan lainnya.

“Tentu kita tidak berharap ada yang pindah tempat. Dan sebagian menyatakan untuk dipulangkan dan yang dipulangkan itu sedang berusaha kita untuk meng-APBD kan di APBD P. Tapi itu juga sementara kita kaji dengan dewan,” kata Tassa.

Terkait tali asih kepada para PSK, menurutnya hal tersebut masih tergantung pembahasan dengan DPRD Samarinda nantinya.

“Kita tidak menganggarkan kan untuk saat ini. Dan saya kira itu perlu untuk dipikirkan. Sementara kita sudah laporkan ke Pak Sekda dan itu sudah dibahas di dalam anggaran nantinya,” kata Tassa.

Semua lokalisasi yang ada di Samarinda, mulai dari Loa Hui, Bendang Raya Solong dan Bayur menurutnya sudah didata dan semua data sudah di sampaikan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda. Tujuannya,  untuk mencegah Pekerja Seks Komersial (PSK) hanya berpindah tempat ke lokalisasi lain di Samarinda, yang masih diijinkan beroperasi.

“Jangan sampai ada tambahan karena ada ekpansi dari sana, kita tidak menginginkan hal itu terjadi. Dan kita sudah sampaikan kepada pengelola disana supaya mewaspadai jangan sampai ada penambahan,” katanya.

Editor: Agung Budi Santoso

Sumber: Tribun Kaltim Selasa, 24 Juni 2014 20:22 WIB/ Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

(nahimunkar.com)

(Dibaca 436 kali, 1 untuk hari ini)