Surabaya (SI Online) – Setelah sebelumnya bikin geger dengan kasus spanduk “Tuhan Membusuk”, kini Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya kembali membuat resah dengan menggelar acara tentang Syiah.

Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur Ustaz Choiruddin menjelaskan bahwa acara tersebut membuat resah khususnya bagi warga Jawa Timur karena disana sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) pelarangan Syiah. Menurutnya, acara diskusi tersebut dilakukan secara diam-diam dan mendatangkan dua orang pembicara dari Iran.

“Banyak ulama yang menghubungi saya soal ini, setelah itu saya minta kepada pihak aparat untuk menegur rektor dan dekan serta panitianya, karena masalah Syiah di Jawa Timur sangat rentan dengan gesekan. Kita minta aparat membereskan sebelum umat yang turun tangan,” jelas Ustaz Choiruddin kepada Suara Islam Online, Ahad (19/10/2014).

“Keesokan harinya, polisi melaporkan ke kita bahwa acara tersebut tidak membahas Syiah. Kita khawatir polisi ‘main mata’ dengan panitia karena menutupi kegiatan tersebut. Kita punya banyak saksi yang membenarkan acara itu memang membahas soal Iran dan Syiah serta Syariat Islam dan Politik Islam,” tambahnya.

Dijelaskannya, acara tersebut digelar oleh fakultas ushuludin jurusan filsafat dalam momen Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

“Acara tersebut sudah kesekian kalinya membuat umat Islam resah. Sebelumnya 2013 lalu, mereka juga membuat acara tentang homoseksual. Saat itu yang muncul pernyataan bahwa ‘kaum homo kadang-kadang lebih beriman daripada yang bukan homo’. MUI, dan ormas yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) sudah protes, namun acara-acara yang bikin resah tetap terulang,” ujar Ustaz Choiruddin.

Ust_Choiruddin_FPI_Jatim_20141020_070214 foto suara-islamdotcom

Ust_Choiruddin_FPI_Jatim_20141020_070214 foto suara-islamdotcom

Ia meminta aparat agar lebih perhatian soal ini, jangan sampai kejadian terus berulang sehingga membuat umat Islam marah. “Kegiatan pemurtadan bahkan sampai yang anti tuhan jangan sampai terulang. Soal Syiah juga karena bertentangan dengan Pergub yang ada. Dan insyaallah kegiatan-kegiatan yang meresahkan juga akan terus dipantau oleh GUIB,” pungkas Ustaz Chairuddin.

red: adhila/ si online, Senin, 20/10/2014 07:02:14

(nahimunkar.com)

(Dibaca 806 kali, 1 untuk hari ini)