NU mau menyelenggarakan
Munas dan Konbes NU yang digelar pada Sabtu-Ahad, 25-26 September 2021, di Jakarta. Di antaranya akan menentukan waktu penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU. Selain itu, akan membahas sejumlah hal, seperti bidang hukum dan politik kebangsaan. 

Tiga isu hukum akan disoroti oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU), yakni Undang-Undang  Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama, pajak karbon dalam Rancangan UU (RUU) Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), serta RUU Larangan Minuman Beralkohol. Ketiganya akan dibahas Komisi Bahtsul Masail (forum pengkajian) Qanuniyah yang membahas topik terkait dengan perundang-undangan./ lihat , KOMPAS 24 September 2021 18:56 WIB·

Kenapa Undang-Undang  Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama

Diperbincangkan?

Apakah mau diperkuat?

Atau malah NU mau menggusur UU Penodaan Agama itu?

Dilihat dari langkah2 NU, bisa diperkirakan, mereka akan mempersoalkan keberadaan Undang-Undang  Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama.

Kenapa?

Karena yang diangkat jadi ketua Dewan Pengarah Munas-Konbes NU di Jakarta 25-26 September 2021 justru adalah pembela Ahok dalam kasus penodaan Islam (Al-Qur’an), dia jadi saksi yang meringankan Ahok di pengadilan.

Ini beritanya.

***

Pembela Ahok Kasus Penistaan Al-Qur’an, Ahmad Ishomuddin Jadi Ketua Dewan Pengarah Munas-Konbes NU 2021?

Posted on 24 September 2021

by Nahimunkar.org


 
 

Mau dibawa ke mana, NU ormas Islam terbesar itu?

Padahal, sebelumnya sudah disemprot oleh para kyai se-Jawa Timur soal pembelaan pentolan2 PBNU itu dalam kasus Ahok menista Al-Qur’an. Namun ternyata di antaranya Ahmad Ishomuddin malah
jadi 
Ketua Dewan pengarah Munas-Konbes NU 2021 yang akan berlangsung di Jakarta 25-26 September 2021.

Apakah suara para Kyai NU se-Jawa Timur yang ‘wanti-wanti agar PBNU jangan jual NU dan pesantren’ itu akan mencuat dalam dua hari Konbes dan Munas NU itu atau tidak, kita tunggu saja.

Yang jelas, Ahmad Ishomuddin Ketua Dewan Pengarah Munas dan Konbes NU 2021 ini adalah pembela Ahok dalam kasus penistaan Al-Qur’an, dan baru2 ini juga membela orang yang mengatakan semua agama benar di mata Tuhan, semua agama sama.

Apakah di NU tidak ada orang lain lagi ya?

Wallahu a’lam.

 
 

***

Bagus!! Kyai se-Jatim untuk Said Aqil: Jangan Jual NU dan Pesantren!!

Posted on 23 September 2021

by Nahimunkar.org

  • Kini beredar usulan agar Muktamar NU diadakan tahun 2021. Berkaitan dengan itu tampaknya pantas untuk menengok berita ini. Makanya berita ini dimunculkan lagi.

Kyai se-Jatim: Said Aqil Jangan Jual NU dan Pesantren



Hingga kini para kyai di Jawa Timur terus memperbincangkan kasus KH Said Aqil Siroj yang bersitegang dengan para kiai dan habaib dalam Halaqoh dan Silaturahim Syuriah PBNU dengan Ulama Pondok Pesantren dan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Timur. Padahal acara itu digelar seminggu lalu, tepatnya pada Rabu 7 Desember 2016 di kantor PWNU Jawa Timur. Namun ternyata sampai kini para kiai terus membicarakan kasus Said Aqil tersebut dalam berbagai pertemuan para kiai. Bahkan di grup-grup WA kader NU kasus Said Aqil itu terus menjadi pembicaraan panas.

“Saya belum pernah menyaksikan forum yang sangat keras dan mempermalukan orang (Said Aqil-red) seperti acara ini,” kata Katib Syuriah PCNU yang hadir dalam acara tersebut. Menurut dia, saat itu para kyai benar-benar marah terhadap Said Aqil Siroj sehingga mereka cenderung di luar kontrol.

“Biasanya kalau pengurus PCNU itu kan santun dan sopan terhadap PBNU. Ini tidak. Para kyai benar-benar marah. Mereka tak lagi menghormati Said Aqil,” tegasnya.

Bahkan, tuturnya, para kiai itu berteriak-teriak menuntut Said Aqil minta maaf. “Sudahlah, minta maaf saja,” teriak para kyai saling bersautan kepada Said Aqil. Namun Said Aqil bergeming.

Para kyai menuntut Said Aqil minta maaf atas dosa-dosanya selama ini. “NU dan pesantren jangan dijual. Kami para kyai tak butuh uang. Kami minta NU dan pesantren dijaga muru’ahnya,” teriak para kyai itu kepada Said Aqil.

Menurut peserta yang hadir, Said Aqil benar-benar dipermalukan dan direndahkan dalam forum terhormat itu. Padahal acara halaqoh dan silaturahim itu dihadiri para kiai besar Jawa Timur. Antara lain KH Abdul Jalil Nawawi, pengasuh pesantren Salafiyah Syafiiyah Sidogiri Pasuruan, KH Zuhri, pengasuh pesantren Paiton Probolinggo, di samping para Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Timur.

Sedang dari PBNU hadir Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Am Syuriah PBNU KH Miftakhul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Syuriah PBNU Yahya C Staquf, dan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi.

“Kiai Nawawi Abdul Jalil keluar ruangan saat acara ini panas,” tutur peserta halaqoh dan silaturahim tersebut. Masdar F Mas’udi juga keluar ruangan saat acara itu berlangsung panas. “Tapi Masdar itu keluar rupanya karena takut jadi sasaran berikutnya,” tutur seorang kyai yang ikut acara itu.

Apa saja dosa Said Aqil menurut para kyai itu? Ternyata banyak sekali. Di antaranya PBNU di bawah kepemimpinan Said Aqil makin tak terkontrol. Misalnya para pengurus yang satu kubu dengan Said Aqil mengambil jalan politik sendiri-sendiri dalam kasus Ahok. Jajaran Rais Syuriah PBNU yang satu kubu dengan Said Aqil seperti Ishomuddin, Sadullah Afandi (Adun), Masdar F Mas’udi jadi saksi meringankan kasus Ahok.

Selengkapnya lihat di link ini: https://www.nahimunkar.org/bagus-kyai-se-jatim-said-aqil-jangan-jual-nu-dan-pesantren/

***  

Yang namanya Ahmad Ishomuddin itu dikabarkan dipecat dari MUI karena jadi saksi yang meringankan di pengadilan dalam kasus Ahok menista Islam (Al-Qur’an). Ahok akhirnya divonis 2 tahun penjara.

Ahmad Ishomuddin Walaupun dipecat dari MUI karena jadi saksi meringankan kasus Ahok menista Islam (Al-Qur’an) , namun di NU justru tetap duduk di PBNU dan bahkan kini jadi Ketua Dewan Pengarah Munas-Konbes NU.

Pertanyaannya: Kenapa kini Munas-Konbes NU yang penyelenggraannya mendudukkan pembela penista Islam jadi Ketua Dewan Pengarah Munas-Konbes NU, lalu mau membahas Undang-Undang  Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama?

Apakah mungkin Munas-Konbes NU ini untuk menguatkan UU itu? Atau justru untuk mbubrahi demi membela penoda2 agama yang kini bermunculan?

Lha wong lafal kafir di Al-Qur’an saja mereka persoalkan, apalagi hanya UU Penodaan Agama yang hanya bikinan manusia. Untuk membela orang kafir kah diadakannya Ormas NU ini?

Pantesan para kyai NU Jawa Timur marah2 terhadap orang2 PBNU seperti dalam berita tersebut.

Tidak perlu mengucapkan selamat bermunas dan berkonbes untuk NU bila arahnya sudah terbaca seperti itu!

(nahimunkar.org)

 

 

(Dibaca 195 kali, 1 untuk hari ini)