Wanita Muslimah penduduk korban penggusuran di Jakarta tampak sedih merana tanpa daya. foto: Dok Okezone

Inilah beritanya.

***

Ketua DPRD: Penggusuran Pasar Ikan Sewenang-wenang, Ini Bukan Cara Pak Jokowi

WARTA KOTA, PALMERAH— Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang minim sosialisasi dalam menertibkan kawasan Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara.

Hal itu diungkapkan Prasetio ketika berdialog dengan warga Kampung Akuarium di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (18/4/2016).

“Kalau saya melihat, tujuannya (Pemprov DKI Jakarta) sih baik, mau mengangkat warga masyarakat di sekitar Penjaringan. Tetapi, kalau saya melihat sebagai wakil rakyat di DPRD, (penggusuran kawasan Pasar Ikan) ini memang keterlaluan sekali,” kata Prasetio.

Ia pun menyayangkan Pemprov DKI Jakarta yang memberi lokasi rusun lebih jauh dari tempat tinggal warga sebelumnya.

Adapun Pemprov DKI Jakarta merelokasi warga Pasar Ikan ke Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, dan Rusun Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Dengan demikian, menurut dia, warga harus berpikir dua kali untuk memperoleh mata pencarian mereka.

“Makanannya di Pasar Ikan, naruhnya di Cakung, ini permasalahannya. Kalau saya jadi gubernur, saya buat dulu ini fasilitas untuk masyarakat, baru dipindahkan (direlokasi ke rusun),” kata Prasetio.

Sumber : wartakota.tribunnews.com – Senin, 18 April 2016

***

Penggusuran Pasar Ikan, Mantan Panglima TNI Protes ke Jokowi

Penggusuran luar batang

 

Suasana petugas menjelang eksekusi kawasan Luar Batang

Jakarta, HanTer – Sejumlah tokoh dan aktivis, termasuk mantan Panglima TNI dan Menkopolhukam Marsekal TNI (purn) Djoko Suyanto, mengirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk memprotes tindakan kesewenangan-wenangan dan represif yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam penggusuran rakyat miskin di Pasar Ikan LuarBatang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Selain kepada Presiden Jokowi, surat protes juga ditujukan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MA Hatta Ali, Panglima TNI G. Nurmantyo, Kapolri Badrodin Haiti, para pimpinan partai politik, pimpinan Ormas, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Koordinator aksi protes, Marwan Batubara mengemukakan,  hingga saat ini sudah terkumpul ratusan tokoh dan aktivis yang menandatangani petisi yang menolak tindakan sewenang-wenang dan represif dalam penggusuran warga Pasar Ikan.

“Untuk para aktivis dan pemilik hati nurani pro rakyat dan kebenaran, mari galang persatuan dan lanjutkanAdvokasi tanpa henti agar para pemimpin di negeri  ini tidak kehilangan hati nurani dan solidaritas sesama anak bangsa dalam melaksanakan kebijakannya,” kata Marwan.

Menindas Rakyat

Menurut mantan anggota DPD ini, penggusuran Pasar Ikan dilakukan secara represif dengan mengerahkan ribuan aparat gabungan TNI, Polri. Bahkan, Ahok menindas rakyat dengan todongan senjata yang dibeli dengan uang rakyat.

“Rakyat diancam untuk tidak melawan  rezim otoriter di bawah todongan perangkat senjata milik aparat HANKAM yang dibeli dengan uang rakyat. Kita sudah kehilangan rasa kemanusiaan dan solidaritas sesama anak bangsa. Negara telah berlaku sewenang-wenang dan represif kepada rakyat sendiri, juga telah kehilangan rasa keadilan dan martabat sebagai bangsa yang menjunjung Pancasila yangberganti dengan cara-cara tidak manusiawi,” ujar Marwan.

Para tokoh dan aktivis meminta dan menuntut para pemimpin lembaga tinggi negara dan pemuka masyarakat untuk menegakkan hukum dan keadilan di negara ini.

“Para pemimpin bertanggung jawab atas penderitaan rakyat miskin tak berdaya di Pasar Ikan dan Luar Batang.

“Sekali lagi, untuk para penguasa dan para pemimpin, jangan biarkan arogansi dan kesewenang-wenangan kekuasaan di DKI Jakarta, dengan mengunakan –cara yang lebih buruk dari penjajah. Apalagi penggusuran dilakukan tanpa musyawarah dan ganti rugi. Sementara rakyat sudah bermukim disana puluhan atau ratusan tahun,” papar Marwan.

Dalam suratprotes yang akan disampaikan kepada presiden dan sejumlah petinggi negeri itu, juga disebutkan, kawasan Pasar Ikan kelak akan menjadi jalan akses menuju apartemen-apartemen mewah milik orang-orang kaya.

Disebutkan, para pemimpin hendaknya tidak merampas hak hidup rakyat miskin dengan arogan dan represif. Apalagi dengan berdalih yang sarat manipulasi dan kezoliman.

“Untuk yang punya kekuasaan, hati-hatilah terhadap doa orang-orang tertindas. Untuk para aktivis dan pemilik hati nurani pro rakyat dan kebenaran, mari galang persatuan dan lanjutkan advokasi tanpa henti demi rakyat yang tertindas,” papar Marwan.

Sumber : nasional.harianterbit.com – Selasa, 12 April 2016

***

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ _أحمد ، ومسلم عن عائشة

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

 وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ _ رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.267 kali, 1 untuk hari ini)