Shalat gerhana matahari dilaksanakan Umat Islam di masjid-masjid di Indonesia, baik di ibukota maupun daerah-daerah, Rabu pagi 9 Maret 2016/ 29 Mumadil Ula 1437H.

Ribuan umat muslim melakukan Shalat Gerhana Matahari Total di Masjid Istiqal, Jakarta, Rabu (9/3/2016). Umat muslim menggelar Shalat sunnah saat gerhana terjadi di beberapa wilayah di Indonesia./ aktual.com

Umat Islam berbondong-bondong ke masjid hingga di mana-mana tampak jamaah shalat membludag. Antusiasme Umat Islam itu akan menjadika kebaikan bagi Umat Islam yang semakin terkikis dari pemahaman kemusyikan. Hingga faham batil yang mengaitkan gerhana dengan nasib kesialan ataupun keberuntungan, yang hal itu merupakan kemusyrikan, semakin hilang. Alhamdulillah. Dan itu telah dijelaskan oleh Nabishallalahu ‘alaihi wasallam.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا ثُمَّ قَالَ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak terjadi gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah.” Kemudian beliau meneruskan sabdanya: “Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina. Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499).

Semaraknya berita tentang antusisme umat Islam dalam melaksanakan shalat gerhana di berbagai kota tergambar dalam foto dan berita-berita yang beredar.

Di Indonesia gerhana matahari Total 9 Maret 2016 melintasi 12 provinsi; mulai dari Sumatera Barat (Pulau Pagai Selatan), Sumatra Selatan (Palembang), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Tanjung Pandan), Kalimantan Tengah ( Palangkaraya ), Kalimantan Timur (Balikpapan), Kalimantan Barat , Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Luwu), Maluku Utara (Ternate dan Maba). Tetapi jalur totalitas gerhana tidak melalui semua kota di provinsi.

Berapa lama gerhana matahari total terjadi? Di wilayah yang menjadi pusat jalur gerhana, fase gerhana matahari total akan terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik, dan yang paling lama yaitu di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, yaitu 3 menit 17 detik. Lalu berakhir di Samudra Pasifik dan Papua Nugini, selama 4 menit 9 detik. (/bbc.com)

Daerah-derah lain di Indonesia mengalami gerhana matahari tidak sampai total, dari 77 persen sampai 90 persen.

Gerhana Matahari 9 Maret 2016 Dapat Disaksikan di Seluruh Wilayah Indonesia

Gerhana Matahari di Jakarta Selama 2 Jam 12 Menit (pukul 06.19 – 08.31 WIB)

Masjid Mujahidin, Kota Pontianak

Warga melaksanakan shalat gerhana matahari di Masjid Mujahidin, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/3/2016)./ kompas.com/yohanes kurnia irawan

sholat gerhana yogyakarta

Tomi | Rabu, 09 Maret 2016 | 08:01 WIB. YOGYA (KRjogja.com) – Kesadaran masyarakat untuk melakukan sholat gerhana saat terjadinya gerhana matahari total yang terjadi pada Rabu (09/03/2016) hari ini tampak begitu tinggi.

***

Shalat Gerhana Matahari Hilangkan Mitos yang Menjurus Syirik

BEKASI (Pos Kota)-Pelaksanaan Shalat gerhana matahari total (GMT), Rabu (9/3) di sejumlah kecamatan wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, berlangsung khusuk.

Mesjid dan lapangan, yang menyelenggarakan Shalat GMT, terlihat penuh. Ini kemungkinan karena bertepatan dengan hari libur nasional, sehingga kesempatan untuk melaksanakannya ada.

“Syukur Ahamdulillah, dengan shalat gerhana matahari ini, kita mengikis habis ritual-ritual yang mangaitkan gerhana matahari dengan mahluk jahat dan menjurus keperbuatan syirik,” ujar Ustad Luthfi, pengurus Masjid Jami Baiturrahman, saat dihubungi Pos Kota.

Pengikisan mitos-mitos itu, memang harus dilakukan melalui penjelasan dan praktik apa yang harus dilakukan, “Jangan hanya melarang, tetapi tidak memberitahu apa yang seharusnya dilakukan sesuai tuntunan nabi,” kata Luthfi, didampingi Ustad Manshur, Ketua DKM Jami Baiturrahman.

Sebelum Shalat, jamaah melakukan dzikir dan doa. Shalat gerhana dialukan dua rakaat, dengan ketentuan setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dengan dua kali pembacaan surat Al fatiha dan dua kali pembacaan surat lainnya.

Usai Shalat dilanjutkan dengan khutbah. Ustad Abdul Azis, selaku khotib menjelaskan soal penomena alam yang terjadi hanya 33 tahun sekali dan lebih banyak bersyukur apa yang sudah diberikan Allah SWT.

Jamaah nampak antusias mendengar khutbah dan usai shalat dianjurkan bersedekah.
Seperti yang dilakukan H Kusmana tokoh masyarakat di Mangunjaya, mereka mengumpulkan puluhan anak kecil dan memberikan sedekah Rp 10 ribu kepada setiap anak yang ikut Shalat gerhana. (Saban)

By:  poskotanews.com/2016/03/09

***

Usai Shalat Subuh Warga Bandung Tidak Pulang, Tapi Tunggu Shalat Gerhana

BANDUNG (Pos Kota) – Ribuan warga Bandung kompak berdiam diri di mesjid, menyambut gerhana matahari total, Rabu (9/3). Mereka bertakbir, dan Shalat gerhana dan baru membubarkan diri saat matahari terbit kembali.

Berdasar pemantauan, gema takbir berkumandang di ribuan mesjid di Kota Bandung. Usai Shalat subuh, warga tidak pulang, melainkan lebih memilih bertakbir dan berdoa.

“ Kami lebih memilih menghabislkan waktu di mesjid untuk berdoa. Gerhana matahari kejadian langka yang menandakan kekuasaan Allah,“ kata Agus,45, jamaah mesid di Bandung Timur.

Begitu pun di Bandung Tengah dan Barat, ribuan warga lebih berdiam diri di mesjid untuk berdoa dan berserah diri. “ Gerhana menandakan kekuasaan Allah yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,“ tandasnya.

Ustad Ahmad Fardan, dalam tausiahnya di Mesjid Al Ikhlas Gedebage Kita Bandung lebih menyoroti perilaku negatif saat menyambut gerhana yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. “ Gerhana merupakan kekuasaan Allah yang perlu kita renungi dan segera berdoa kepadaNya. Bagaoimana jika gerhana ini tidak lkembali ke semula,“ tandasnya.

Olehkarena itu, ia menyesali jika segelintir orang yang menyambut gerhana dengan perbuatan yang melenceng dari ajaran Islam. “ Jadikan fenomena alam sebagai media peningkatan keyakwaan dan keimanan. Dan jauhilah fenomena lam dikait kaitkan dengan kemusrikan, dan perbuatan dosa,“ pintanya. (Dono)

By: poskotanews.com/2016/03/09

(nahimunkar.com)