Salam,

Pagi tadi saya melakukan shalat Iedul Adha di sebuah masjid di Muscat – Oman. Oman adalah negara yang mayoritas pemeluknya bermadzhab Ibadhi yang tidak mempercayai bahwa kita bisa melihat wajah Allah di hari kiamat. Ibadhi itu bukan sunni dan bukan syi’ah, tapi madzhab tersendiri.

Kembali ke shalat ied, sebelum shalat ied dimulai, sang Imam memberi pengarahan dalam bahasa arab mengenai tata cara shalat Ied, sama dengan yang di UAE. Bedanya adalah isi dari tata cara shalat tsb. Sang Imam mengumumkan bahwa akan ada 13 takbir tambahan. 5 takbir setelah takbiratul ihram di raka’at pertama, 5 takbir setelah membaca surat di raka’at kedua, dan 3 takbir setelah bangkit dari ruku’ di raka’at kedua. Sebagian jama’ah adalah dari Pakistan yg tidak tahu bhs arab dan, well, banyak yg bingung ketika shalat krn memang tidak sama dg cara shalat orang sunni. Saya sendiri juga kaget, krn baru pertama kali shalat ied seperti itu.

‘ala kulli haal, ‘eidukum mubarak. Kullu ‘aam wa antum bikhayr. Taqabbalallaahu minna wa minkum

hanif

s43

10 Dzulhijjah 1433, masqat, sulthanat ‘ummaan

DARI: Hanif

KEPADA: insistnet@yahoogroups.com

Jumat, 26 Oktober 2012 12:13

***

Sempalan Khawarij

Al-Ibadiyah. Sekte ini dimunculkan oleh Abdullah ibn Ibad al-Murri al-Tamimi pada tahun 686 M . Doktrin mereka yang terpenting antara lain bahwa orang Islam yang berdosa besar tidak dapat dikatakan mukmin, melainkan muwahid (orang yang dimaksud adalah kafir nikmat, yaitu tidak membuat pelakunya keluar dari agama Islam). Selanjutnya, yang dipandang sebagai daerah dar al-kufr hanyalah markas pemerintahan dan itulah yang harus diperangi. Selain daerah itu, disebut dar al-tauhid (wilayah orang-orang Islam), tidak bolah diperangi. Tentang harta yang boleh dirampas dalam perang, mereka hanya menetapkan kuda dan alat perang. Kelompok ini dianggap sebagai golongan yang paling moderat dalam Khawarij. (http://madarikyahya.wordpress.com)

***

Paham moderat mereka itu dapat dilihat dari ajaran-ajaran mereka sebagai berikut :

  1. Orang Islam yang tidak sepaham denganmereka, mereka itu bukan mukmin dan bukan pula musyrik, mereka itu adalah kafir. Dengan orang Islam yang demikian boleh diadakan hubungan perkawinan dan hubungan warisan.Syahadat mereka dapat diterima. Membunuh mereka haram hukumnya.
  2. Daerah orang Islam yang tidak sepahamdengan golongan al-Ibadiyah, kecuali markas pemerintah, merupakan afar al-tawhid, yaitu daerah orang yang meng-Esakan Tuhan, karena itu daerah seperti itu tidak boleh diperangi.Sedangkan daerah ma’askar pemerintah, bagi mereka merupakan afar al-kufr, karena ituharus diperangi.
  3. Orang Islam yang berbuat dosa besar, mereka sebut orang muwahhid, yaitu orang yang meng-Esakan Tuhan, tetapi ia bukan orang yangmukmin. Dengan demikian orang Islam yang mengerjakan dosa besar, perbuatannya itutidak membuatnya keluarnya dari Islam.
  4. Harta yang boleh dijadikan ghanimah (hartarampasan), hanyalah kuda dan senjata saja. Emas dan perak harus dikembalikan kepadayang empunya. Tidak mengherankan kalau paham moderat seperti yang digambarkan diatas membuat Abdullah ibn Ibad tidak mau turut dengan golongan al- Azariqah dalam melawan khalifah Bani Umayah. Bahkan sebaliknya ia mempunyaihubungan yang baik dengan Khalifah Abdul Malik ibn

Marwan. Demikian pula Jabir ibn Zaid al-Azdi, pemimpin golongan al-Ibadiyah sesudah Ibn Ibad, mempunyai hubungan yang baik dengan al-Hajjah, yang pada waktu itusedang giat-giatnya memerangi golongan khawarij yang ekstrim.Oleh karena itu, kalau golongan khawarij lainnya telah hilang dan hanya tinggal dalam sejarah saja, maka golongan al-Ibadiah ini masih ada sampai sekarang dan terdapat di Zanzibar, Afrika Utara, Omman dan Arabia Selatan. (http://id.scribd.com/doc/16414215/MAKALAH-KHAWARIJ)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.404 kali, 1 untuk hari ini)