Shalat Jum’at di Masjid Haram Makkah 15 Ramadhan 1441/ 8 Mei 2020


Khatib Jumat Dr Abdullah bin Awwad Al-Juhany
di Masjid Haram Makkah 15 Ramadhan 1441/ 8 Mei 2020/ foto potongan dari siaran TV Makkah Live 1

Khutbah dan shalat Jum’at di Masjid Haram Makkah 15 Ramadhan 1441/ 8 Mei 2020. Khatib Jumat Dr Abdullah bin Awwad Al-Juhany mengemukakan kewajiban zakat dalam Islam, dan juga perintah infaq dan shadaqah. Diingatkan agar bersegera untuk minta ampun kepada Allah. Dibacakan ayat:

{وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ} [آل عمران: 133، 134]

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, [Al ‘Imran:133]

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Al ‘Imran:134]

 

Khatib mengingatkan pada khutbah yang kedua bahwa Ramadhan di masa Rasulullah terjadi perang Badar, persiapan perang khandaq, dan bahkan Fathu Makkah, terbukanya Kota Makkah, manusia berbondong-bondong masuk Islam.

Khatib berdoa agak panjang untuk minta ampun kepada Allah Ta’ala, minta dihilangkan dari musibah, wabah, penyakit dan segala bahaya. Serta mohon diberi pertolongan untuk tetap tegak dengan hukum-hukum Allah dari Al-Qur’an dan as-sunnah.

Shalat dilakasanakan dengan baca al-Fatihah, surat al-Jumu’ah dan surat al-Munafiqun.

Televisi siaran langsung dari Masjidil Haram itu tidak menampakkan orang yang shalat Jum’at, dan pintu-pintu Masjidil Haram ditampakkan tertutup.

Penyiar tv megatakan di masa wabah corona ini difatwakan ulama, di Hari Jum’at agar selain di Masjid Haram ini Umat Islam melaksanakan shalat dzuhur di rumah masing-masing.

 

Biografi Khatib.

Abdullah Al-Juhany
Abdullah bin Awwad bin Fahd bin Ma’yuf bin Abdullah bin Muhammad bin Kadywan Al-Hamimi Adz-Dzabyaani Al-Juhany , Beliau adalah Imam di Masjidil Haram, Mekah.Dan telah ditunjuk untuk menjadi imam pada bulan Ramadhan, yaitu pada tahun 1426-1427ه‍ hingga sekarang. Beliau lahir di kota Madinah pada hari Selasa, 11 Muharram 1396/ 13 Januari 1976

Kehidupan dan Pendidikan

Beliau lahir di kota Madinah pada hari Selasa, 11 Muharram 1396/ 13 Januari 1976. Beliau telah menikah dan memiliki 2 anak laki-laki (Muhammad, Abdul Aziiz) dan 2 anak perempuan.]

Beliau telah menghafal Al-Quran sebelum usia baligh dengan rahmat Allah dan pengarahan orangtuanya. Dan pada saat itu Beliau belajar di masjid Al-Isyraaf di Harah Gharbiyyah, Madinah (المسجد الاشراف بالحرة الغربيةبالمدينة المنورة).[

Pada saat umur Beliau 16 tahun, Beliau telah memenangkan perlombaan di Mekah. Dan telah mendapatkan gelar LC dari Universitas Islam di Madinah (jurusan Al-Quran Al-Kariim).

Beliau pernah menjadi imam di Masjid Qiblatain di Madinah selama 2 tahun berturut-turut pada umur 21 tahun. Kemudian beliau diangkat menjadi imam di Masjidil Haram, Mekah Al-Mukarramah pada shalat tarawih di bualn Ramadhan periode 1426-1427ه‍. Banyak sekali Ulama Qiroaat yang terkenal dari tingkat global yang memuji bacaannya, diantaranya:

Asy-Syaikh Az-Ziyaat (الشيخ الزيات), Asy-Syaikh Ibraahiim Al-Akhdhar Al-Qayyim Syaikh Al-Qura di Masjid Nabawi Asy-Syariif (فضيلة الشيخ إبراهيم الأخضر القيم شيخ القراء في المسجد النبوي الشريف), juga Imam Masjid Nabawi: Doktor ‘Ali Al-Hudzaifi, dan Asy-Syaikh Muhammad Ayyuub (والدكتور علي الحذيفي أمام المسجد النبوي الشريف بالمدينة المنورة والشيخ محمد أيوب).

Asy-Syaikh Abdullah menikmati bacaannya dengan suara yang indah, bacaan yang mutqin, dan suara yang lantang. Beliau adalah dosen di Universitas Ummul Qura ditingkat doktor secara tetap. Beliau memiliki fitur yang berbeda dari imam-imam Masjidil Haram lainnya, karena beliau telah diterima menjadi imam di 4 masjid yang paling terkenal diseluruh dunia, diantaranya:

  1. Masjid Qiblatain
  2. Masjid Nabawi
  3. Masjid Quba
  4. Masjidil Haram

(nahimunkar.org)

(Dibaca 273 kali, 1 untuk hari ini)