Shalat Sunnah Qabliyah Jum’at, Tidak Ada Hadits Shahih yang Mendukungnya


 

Di antara kebiasaan di banyak masjid, jika azan Jum’at dikumandangkan, setelah itu para jemaah bersama-sama bangkit untuk mendirikan shalat sunnah qabliyah Jum’at dua rakaat. Kebiasaan ini tidak tepat, karena shalat sunnah qabliyah Jum’at tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak dikenal oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad menyebutkan, “Jika bilal telah mengumandangkan azan Jum’at , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung berkhotbah dan tidak ada seorang pun berdiri melaksanakan shalat dua rakaat kala itu. (Di masa beliau), azan Jum’at hanya dikumandangkan sekali. Ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at itu seperti shalat id yaitu sama-sama tidak ada shalat sunnah qobliyah sebelumnya. Inilah di antara pendapat ulama yang lebih tepat dan inilah yang didukung hadis. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu pernah keluar dari rumah beliau, lalu beliau langsung naik mimbar dan Bilal pun mengumandangkan azan. Jika azan telah selesai berkumandang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkhotbah dan tidak ada selang waktu (untuk shalat sunnah kala itu). Inilah yang disaksikan di masa beliau”.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kesimpulan: Tidak ada shalat sunnah qabliyah Jum’at . Apalagi jika shalat ini dilaksanakan setelah azan. Adapun shalat sunnah yang dikerjakan ketika makmum masuk masjid di hari Jum’at sambil menunggu imam, maka itu adalah shalat sunnah mutlak, sehingga shalat ini bisa dikerjakan tanpa batasan jumlah rakaat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Naah sejak kapan niih kamu tahu kalau tidak ada shalat sunnah qobliyah Jum’at ?


Rumaysho.Com

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 458 kali, 1 untuk hari ini)