Shalatku Itu untuk Kamu

(Kisah folitik ala penyamun di padang pasir zaman doeloe)

Silakan simak baik-baik berikut ini.

***

 

Lagi Kampanye Shalat Difotoin, Pas Udah Jadi, Miras Mau Dilegalin


Beredar di medsos, Waktu kampanye lagi shalat difotoin. Pas udah jadi, miras mau dilegalin.

Jomplang banget Pak Lurah.

Satire ideologis

@BadriArt3

Job baru ya pak lurah #PakLurahPelanggarProkes
#TolakLegalisasiMiras

10.22 AM · 26 Feb 2021·Twitter for Android

 

***

Shalatku Itu Untuk Kamu

(Kisah folitik ala penyamun di padang pasir zaman doeloe)

Seorang ulama Betawi/ Jakarta terkemuka pernah berkisah dalam da’wahnya yang disiarkan pula lewat pemancar radio milik lembaga pendidikannya.

Alkisah, di padang pasir Arab zaman dulu ada serombongan kecil yang membawa barang-barang pakai onta. Menjelang subuh, di arah depan ditengarai ada gerombolan penyamun yang mencegat mereka. Maka rombongan kecil itu berhenti, tidak meneruskan perjalanan, takut dibegal. Lalu rombongan kecil ini shalat subuh hingg selesai, dan ingin menunggu sampai siang.

Di arah depan yang disangka ada gerombolan begal itu pun tampak bahwa mereka sedang shalat berjamaah. Nah, tenang lah rombongan kecil yang berhenti itu, karena yang mereka kira gerombolan begal itu ternyata justru orang-orang yang berjamaah shalat subuh. Sehingga tanpa ragu-ragu, rombongan kecil itu pun mulai bergerak maju untuk meneruskan perjalanan dengan menuju lewat kelompok yang sedang shalat berjamaah subuh itu.

Begitu sampai di tempat orang-orang yang tadinya tampak berjamaah subuh itu tahu-tahu rombongan kecil ini disergap dan harus menyerahkan segala barang-barang dan onta-onta mereka. Tentu saja rombongan kecil itu berteriak: Lhah? Kalian kan barusan shalat berjamaah subuh. Kok sekarang malah merampas barang-barang kami?!

Dengan sigap para begal itu pun menyahut: “Shalat ku itu untuk kamu, tahu?!”

Jadi, para penyamun itu shalat hanyalah untuk mengelabui para korban. Makanya penyamun-penyamun itu sengaja ngaja menampak-nampakkan shalatnya…

Itulah shalat folitik ala penyamun…

Demikian sepenggal kisah dari seorang Ulama Betawi. Kalau toh diputar lagi di pemancar radio ya silakan dengarkan, untuk jadi ibroh di masa kini, yang dalam hidup ini memang wajib berhati-hati dan waspada.

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Posted on 11 Juni 2017by Nahimunkar.org

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 232 kali, 1 untuk hari ini)