Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin menerima kehadiran Imam Besar Masjidil Haram Sheikh Abdurrahman As-Sudais di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/10/2014) sekitar pukul 11.05 WIB. Pertemuan berlangsung singkat selama 20 menit.

Saat menerima Sheikh Abdurrahman As-Sudais Jokowi memakai kemeja putih lengan panjang kostum khas ‘kabinet kerja’ namun terlihat lengannya digulung. Hal ini menurut Kyai Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dianggap kurang menghormati tamu.

“Jokowi terima tamu pakai baju putih lengan digulung. Sebaiknya lengan tdk digulung, kurang menghormati tamu. Boleh digulung saat peninjauan,” tulis Gus Sholah di akun twitternya @Gus_Sholah, Jumat (31/10).

Jokowi sendiri yang semula dijadwalkan ikut ke istiqlal akhirnya batal. Selanjutnya, Jokowi melaksanakan solat Jum’at di Masjid Baiturrahim, di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta. Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Agama Lukman Hakin Saefudin menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan solat Jumat bersama Sheikh Abdurrahman As-Sudais.
pkspiyungan.org, Sabtu, 01 November 2014 NASIONAL
***

Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram

sudais-jokowi_20141031_183443

JAKARTA (BM) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wapres Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdurahman As-Sudais di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/10) sekitar pukul 11.05 WIB.

Saat menerima Syekh Abdurahman, Jokowi terlihat memakai kemeja putih dan peci hitam. Sedangkan JK memakai batik warna hijau dan peci hitam. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut mendampingi Jokowi-JK dalam pertemuan yang digelar di ruang Jepara, Istana Merdeka.

Pertemuan hanya berlangsung sekitar 15 menit. Seusai pertemuan, Jokowi mengantar sekitar 10 orang dari rombongan Syekh Abdurahman sampai ke depan pintu Istana Merdeka. Syekh Abdurahman yang mengenakan gamis dan surban merah-putih memegang erat tangan Jokowi sambil mengajak bercakap-cakap menggunakan bahasa Arab.

Tak ada penerjemah yang mengalihbahasakan percakapan saat itu. Keduanya bercakap dengan bahasa masing-masing. Jokowi pun lebih banyak mengangguk dan tersenyum.

Saat di depan pintu, Syekh Abdurahman terlihat ingin berpamitan. Lagi-lagi dengan menggunakan bahasa Arab, dia menyapa JK. Tanpa penerjemah, JK pun membalas dengan senyum. “Ya, ke Istiqlal,” kata JK dengan bahasa Indonesia.

“Assalamualaikum,” kata Syekh Abdurahman kemudian melangkah keluar Istana dan disusul JK. Mereka kemudian memasuki mobil dinas JK, Mercedes-Benz warna hitam berpelat RI 2 dan bertolak ke Masjid Istiqlal. JK dan Syekh Abdurahman duduk di bagian belakang.

Di Masjid Istiqlal, dalam khutbahnya, Syekh Abdurahman menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan Islam sebagai agama yang sempurna. “Islam bersumber wahyu Ilahi merupakan syariat yang sempurna dan lengkap,” katanya.

“Terwujudnya ukhuwah Islamiyah menjadi dambaan umat Islam,” tambah Syekh Abdurrahman menggunakan bahasa Arab yang lantas diterjemahkan oleh penerjemah.

Usai salat Jumat, JK mengajak Syekh Abdurahman berkeliling di masjid Istiqlal. “Dia (Syekh Abdurahman) kagum mendengar ada masjid sebesar ini di Indonesia. Bapak Jusuf Kalla memberikan informasi detail soal Masjid Istiqlal, luas kawasannya mencapai sembilan hektar,” terang Juru Bicara JK, Hussen Abdullah.

JK, katanya, juga menyampaikan rasa bangganya kepada Syekh Abdurahman karena Indonesia memiliki masjid terbesar. “Masjid Istiqlal bisa disebut sebagai masjid ketiga terbesar setelah Masjidil Haram di Makkah dan Nabawi di Madinah‎,” katanya.(kms/mro/rdl) Sabtu, 01 November 2014  07:21

beritametro.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 18.515 kali, 1 untuk hari ini)