Dalam wawancara dengan Majalah Syiar ditanyakan masalah itu. Di rumahnya yang sederhana, di Gang Bethel kawasan Petamburan, ulama berusia 43 tahun, lulusan Ummul Quro, Saudi Arabia, itu menerima Majalah SYIAR untuk berbincang seputar Islam di Indonesia.

Pertanyaan terakhir dan jawabnya sebagai berikut:

Siapa guru yang paling berperan dalam membentuk karakter Anda seperti sekarang?

Dulu saya (Habib Muhammad Rizieq Shihab, red nm), Ustadz Hassan Daliel dan Ustadz Othman Shihab, sama-sama belajar di al-husaini bimbingan Almarhum Habib Muhsin bin Ahmad Alatas. Guru saya ini ahli fikih yang tegas. Dia akan katakan yang hitam ya hitam dan putih ya putih, yang halal ya halal, yang haram ya haram. Beliaulah yang paling banyak memberikan dorongan dan mewarnai pemikiran saya karena beliau pulalah yang mengenalkan saya sejak awal tentang apa itu Islam. Ini yang paling berkesan. Dia mengatakan yang hak itu hak, yang batil itu batil, walaupun seisi dunia akan mencerca kita. Itulah yang saya pegang sampai sekarang. Dan itulah pula yang saya terapkan dalam keluarga.

Sumber: http://satuislam.wordpress.com/2009/05/07/ustadz-habib-muhammad-rizieq-shihab-%E2%80%9Cfatwa-mui-hanya-untuk-syiah-ghulat%E2%80%9D/  7 Mei 2009

 ***

Teman mengaji Habib Rizieq itu jadi pentolan syiah

Othman Shihab  dan Hassan Daliel teman mengaji Habib Rizieq itu jadi pentolan syiah, bahkan jadi petinggi organisasi Ahlul Bait Indonesia (ABI). Ada yang menulis, suaranya dinilai beracun.

Inilah sorotannya.

***

Kasus Sampang dan “Panah Beracun” Ketua Ahlul Bait Indonesia

3 September 2012 by Masjid Al-A’laa Taman teratai – Batam

Masjid Al-A'laaTahun 2008, masjid dan sekolah kaum Sunni di Baluchistan, Iran pernah dihancurkan

Oleh: Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi

 

MESKI berbagai data keterlibatan pihak Syiah sebagai provokator dalam konflik Sampang jilid II ini benar-benar nyata, tokoh Syiah Indonesia, Hasan Daliel justru menuding adanya tangan-tangan Zionis Israel bermain dalam konflik Sampang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia, itu menilai Israel memiliki kepentingan untuk memecah Syiah-Sunni Indonesia. Sebab, kata Hasan Daliel, Syiah dan Sunni punya potensi menjadi kekuatan besar yang ditakuti dunia. “Jika dua sayap ini bersatu maka bisa menghadang kekuatan-kekuatan jahat dunia,” terangnya dalam doa bersama Ahlul Bait Indonesia untuk korban Sampang di Tugu Proklamasi, Jakarta Selatan, Selasa malam (28/08/2012).

Ucapan Hasan Daliel ini bagai panah beracun, yang masuk menembus tubuh tapi diam-diam punya efek mematikan. Kenapa? Karena ucapan ini tidak lain adalah penggiringan opini bahwa kebencian umat Islam terhadap kaum Syiah adalah skenario yang dimainkan Israel, bukan dilandasi faktor akidah. Jadi membincangkan konflik Suni-Syiah menjadi tidak relevan karena perbedaan diantara kelompok tersebut menjadi gugur dengan sendirinya.

Pertanyaannya adalah betulkah selama ini konflik Suni-Syiah adalah skenario yang dimainkan Zionis Yahudi? Bukankah selama ini umat Islam di Iran justru mengalami penindasan oleh rezim Syiah? Mereka ditindas, tidak boleh sholat dan beribadah justru karena ulah tangan-tangan Syiah sendiri tanpa keterlibatan Israel. Jadi ucapan Hasan Daliel menjadi tidak relevan.

Kehidupan Yahudi di Iran pun selama ini tenang-tenang saja, mereka diberi hak-haknya. Tidak ada tanda permusuhan dari seorang Ahmadinejad. Bahkan Iran adalah Negara di Timur Tengah yang menampung Yahudi terbanyak setelah Israel dengan jumlah populasi yang mencapai 50.000 orang dan tersebar di tiga kota, Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Berbeda dengan umat Islam (untuk menyebut Suni) yang mengalami penindasan.

Umat Islam di Iran juga mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh. Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, bahkan adzan kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran.

Hebatnya, seakan berbanding terbalik, Sinagog Yahudi justru banyak bertebaran di seantero Iran, di Teheran sendiri ada 10 tempat ibadah kaum Yahudi laknatullah tersebut. Mereka aman, sejahtera, dan sentosa.

Beberapa waktu lalu seorang Ulama Syiah sempat membuat pernyataan mengejutkan, Menurut Ulama Syiah Mahmud Nubia, bahwa penasehat teras atas Ahmadinejad, Esfandiar Rahim Mashaei, menyatakan bahwa Iran harus memiliki “hubungan yang bersahabat” dengan Negara Yahudi, namun Ahmadinejad menahan diri dari posisi ini di depan umum karena pemimpin tinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei sangat keberatan dengan hal ini.

Nubia lebih lanjut menyatakan bahwa Presiden Iran secara pribadi mengatakan kepadanya bahwa ia mendukung pernyataan Mashaei, tapi tidak bisa berkata apa-apa karena menghormati pemimpin tertinggi Syiah Iran, Ali Khamenei.

Sejatinya, menurut Husain Ali Hasyimi, dalam tulisannya, Al-Harbul Musytarakah Iran wa Israil bahwa sejak zaman Syiah Pahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Zionis Yahudi. Dan hubungan dagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syiah yang dipimpin oleh Khumaini.

Bahkan pada tahun 1980-1985, Zionis Yahudi merupakan Negara pemasok senjata terbesar ke Iran. Sandiwara “permusuhan” Iran dan Yahudi mulai terbongkar, ketika pesawat kargo Argentina yang membawa persenjataan dari Yahudi ke Iran tersesat, sehingga masuk ke wilayah Uni Soviet, dan akhirnya di tembak jatuh oleh pasukan pertahanan Uni Soviet. Dikisahkan, Iran membeli persenjataan dari Yahudi seharga 150 juta dolar Amerika, sehingga untuk mengirimkan seluruh senjata tersebut, dibutuhkan 12 kali penerbangan.

Lebih dari itu, Amerika juga pernah terlibat skandal dengan Iran dimana Ronald Reagen, (yang kala itu menjadi Capres) pernah berpura-pura memerangi Khomeini, akan tetapi di belakang layar justru Amerika gencar mengirimkan senjata-senjata mutakhir untuk memenangkan Khomeini.

Lewat investigasi berkepanjangan akhirnya skandal Iran Gate ini pun akhirnya terbongkar. Reagan dianggap menjurus pada tindakan kriminal, terlebih telah melibatkan CIA dan Partai Republik dengan seluruh kegiatannya menjalin hubungan dengan Iran. Reagan pun akhirnya membuat pernyataan resmi kepresidenan tentang hubungan AS-Iran. Dikatakan tidak ada masalah apa pun dalam hubungan kedua negara. Negeri ini juga tidak lagi memberi indikasi teror yang mengancam AS. Dan hingga kini “kedekatan” ini terus berlangsung. Meski mengecam keberadaan Iran, belum ada satupun peluru Amerika turun di Teheran. Begitu juga sebaliknya, tidak ada satu peluru dari senjata Iran turun memberondong tentara Amerika. Perlawanan terhadap imperialism Amerika di Timur tengah justru dilakukan oleh para mujahidin Islam yang berfaham Ahlus Sunnah wal jama’ah. padahal di dekat Iran, ada Afghanistan dan Irak yang tengah bergejolak akibat invasi tentara Amerika.

Jadi dengan sederet fakta ini, ucapan Hasan Dalel menjadi gugur sendirinya. Sebaiknya, pihak Syiah tidak membuat analisis yang justru mengaburkan konflik sebenarnya di Sampang. Kita ketahui bersama melalui investigasi, bentrok di Sampang tidak lain murni diawali oleh pengikut Syiah. Ajaran Syiah yang memang berbeda dengan Islam justru dikampanyekan door to door ke rumah-rumah warga yang sudah teguh memilih jalan Islam. Umat Islam di Sampang hanyalah melakukan pembelaan atas ajaran Syiah yang dianggap mencela para Sahabat Nabi. [baca; 50 Ulama Telah Peringatkan Ajaran Tajul Muluk]

MUI pusat bersama MUI Jatim pun seringkali turun ke Sampang untuk mendamaikan konflik Syi’ah dan umat Islam yang sudah berlangsung lama. Namun pihak Syi’ah dinilai selalu memancing perkara dengan materi pengajian-pengajian yang provokatif, hal inilah yang menyulut kemarahan warga. Namun belakangan selalu diabaikan, bahkan diarahkan seolah-olah persoalannya hanya urusan cinta dan keluarga.*

Penulis adalah Koordinator Kajian Zionisme Internasional

http://masjidalalaatamanteratai.wordpress.com/2012/09/03/kasus-sampang-dan-panah-beracun-ketua-ahlul-bait-indonesia/

***

Othman Shihab = Da’i Syi’ah

Bukan saya yang mengatakannya (walau saya sudah mendengar hal ini dari ustadz tempat saya menimba ilmu), tapi ini dari Habib Rizieq Shihab, ketua FPI , dalam sebuah wawancara, yang saya kira tidak perlusaya sebutkan linknya;

Pandangan Anda tentang Syiah di Indonesia?

Kalau yang saya lihat selama ini, hubungan saya baik dengan kawan-kawan Syiah di Indonesia. Apa yang saya sampaikan ke Anda sekarang ini juga sudah saya sampaikan kepada mereka. Contohnya kepada Ustad Hassan Daliel, saya katakan, “Bib (habib—red), kenapa kita bisa jalan bareng? Karena saya belum pernah mendengar Anda mencaci-maki sahabat. Nah, ini perlu dijaga. Yang saya dengar kritik antum juga sopan. Tapi kalau suatu saat saya mengkafirkan Anda dan Anda maki-maki sahabat, kita bisa musuhan.” Ini sebagai gambaran umum dari apa yang saya terima dari Ustad Hassan Daliel, Othman Shihab, Agus Abubakar, Husein Shahab, Zein Alhadi, dan banyak lagi ustad-ustad Syiah yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu. Saya belum pernah mendengar ungkapan jelek dari mulut-mulut mereka. Yang saya tahu mereka adil, berilmu, berakal, dan beradab. Mudah-mudahan hubungan ini bisa dipertahankan. Bahkan bukan hanya itu, saya berharap orang-orang seperti mereka mampu tampil ke depan mendorong orang-orang Syiah yang di bawah atau junior-junior mereka agar tidak mencaci-maki sahabat nabi. Sebab, ada satu saja Syiah yang mencaci-maki sahabat, nanti orang-orang Sunni yang tidak paham akan menggeneralisasi bahwa Syiah memang seperti itu. Orang awam kan mudah menggeneralisasi.

Mengapa saya mempostingkannya?

Kalau tidak salah, beliau ini sering tampil di acara-acara televisi, dan besar sangka saya, bahwa kebanyakan kita tidak mengetahui bahwa beliau ini adalah satu diantara du’at syi’ah yang ada di Indonesia.

Jika Kang Jalal (Jalaludin Rahmat), mungkin orang sudah banyak paham bahwa beliau ini Syi’ah, sementara untuk Othman Shihab, tak banyak mungkin yang tahu kalau ternyata beliau ini juga Syi’ah.

Apa yang salah dengan Syi’ah?

Jawabannya BANYAK, untuk lebih baiknya, silahkan donlot e-book Diantara Akidah Syi’ah, setelah dibaca dengan hati dan pikiran yang jernih, anda akan tahu, mengapa penting memperingatkan kaum muslimin dari akidah Syi’ah yang sesat dan menyesatkan itu.

Wallahu a’lam

***

Tuntunan dalam Islam.

Ada hadits:

” الْمَرْء مَعَ مَنْ أَحَبَّ “

Seseorang itu (di akherat) beserta orang yang dia cintai (Muttafaq ‘alaih)

قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seseorang itu bersama orang yang dia cintai di Hari Qiyamat. (HR At-Tirmdzi, ia berkata hadits hasan shahih)

عَنْ عَائِشَة مَرْفُوعًا : ” لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة ” .

Dari Aisyah, secara marfu’ (sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali pada hari qiyamat akan dikumpulkan bersama mereka. (lihat Aunul Ma’bud)

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 81.421 kali, 1 untuk hari ini)