Saad Saefullah, November 28, 2012

UNTUK orang luar, proses suksesi kerajaan Al Saud sering kali muncul dalam potret yang buram. Namun di balik pintu semua hiasan istana Riyadh, para pangeran senior telah lama merencanakan langkah berikutnya dalam kompleks kekuasaan.

Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Salman bin Abdulaziz secara luas dilihat sebagai pangeran paling senior berikutnya.

Tidak seperti dalam monarki Eropa, garis suksesi kerajaan di Arab Saudi tidak bergerak secara langsung dari ayah ke anak sulung, tetapi diturunkan lewat garis bersaudara yang lahir dari pendiri kerajaan Raja Abdulaziz Ibn Saud, yang meninggal pada tahun 1953.

Sejauh ini, lima bersaudara telah menjadi raja dan sekitar 20 lainnya masih hidup.

Tapi hanya beberapa dari mereka saja yang diperkirakan menjadi kandidat realistis untuk memerintah negara.

Berdasarkan aturan yang dibuat setelah Abdullah, raja saat ini yang diberitakan telah mati secara klinis, keputusan suksesi terletak pada “Dewan Kerajaan” dari keluarga al-Saud yang berkuasa.

Ketika raja meninggal, putra mahkotanya yang mengaksesi kekuasaan. Tampak dalam gambar Raja Abdullah bin Abdul Aziz (tengah) bersama saudara-saudaranya, Pangeran Nayef (Kiri) dan Pangeran Sultan (Kanan). Nayef meninggal para 16 Juni 2012 silam. [sa/islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.799 kali, 1 untuk hari ini)