Menteri Agama Lukman Hakim mengaku, usulannya untuk membaca Al-Qur’an dengan langgam Jawa Dandanggulo yang jadi heboh se-Indonesia itu atas izin ulama. Namun dia tidak menyebutkan, siapa ulama yang dimaksud.

Seperti ramai diberitakan, dalam peringatan Isra’ Mi’raj 1436 H di Istana Negara, atau Istana yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jum’at (15/5/2015) malam ada sesuatu yang berbeda dalam pembacaan tilawah Al-Qur’an.

Pembacaan Al-Qur’an yang biasanya dilantunkan sesuai dengan kaidah Islam baik dari segi tajwid dan tatacaranya, namun dalam peringatan Isra’ Mi’raj 1436 H di Istana Negara itu dilantunkan dengan lagu Dandang Gulo, salah satu tembang alias nyanyian dalam Langgam Jawa.

Masalah membaca Al-Qur’an dengan lagu Jawa Dadandanggulo dan sebagainya

Satu hal yang sangat perlu diingat, Langgam Jawa Dandanggulo, Durmo dan sebagainya itu hanya bisa digunakan untuk tembang alias nyanyian. Maka ketika disuarakan, walau yang disuarakan itu Al-Qur’an, kesannya ya tetap nyanyian. Jadi sama dengan membanting ayat suci menjadi nyanyian belaka. Apakah setega itu kita mau memperlakukan ayat-ayat Allah Ta’ala?
Sedangkan Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari sudah takut akan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَسَفْكُ الدِّمَاءِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ ”
[حكم الألباني]
(صحيح) انظر حديث رقم: 216 في صحيح الجامع

Dari Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Aku khawatir atas kamu sekalian enam: pemerintahan orang-orang yang bodoh, penumpahan darah, jual hukum, memutus (tali) persaudaraan/ kekerabatan, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, dan banyaknya polisi (aparat pemerintah, yang berarti banyak kedhaliman). (HR Thabrani, shahih menurut Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ hadits no. 216)

Jadi jangan gampang-gampang bicara. Sekalipun ahli ilmu Al-Qur’an, namun dalam kasus rekayasa pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an ini, ketika tidak mengerti tentang Langgam Jawa dengan aneka rangkaiannya, ya wala taqfu maa laisa laka bihi ‘ilm.

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٦ [سورة الإسراء,٣٦]

  1. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [Al Isra”36]
    Apalagi ini untuk merekayasa bacaan Al-Qur’an yang mungkin mengikuti Said Aqil Siradj ketua umum NU dan orang liberal dalam memasarkan apa yang disebut Islam NUsantara.
    Mau dibawa ke mana Umat Islam ini?

***

Berikut ini berita pengakuan Menteri Agama mengenai kasus itu.

***

Pembacaan Alquran Langgam Jawa Usulan dari Menteri Agama

Menag&Jokowi

Menag Lukman Hakim dan Presiden Jokowi—Ant/Widodo Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembacaan alquran dengan langgam Jawa dalam peringatan Isra Miraj di Istana Negara, Jumat malam, 15 Mei, menuai kontroversi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, usulan penggunaan langgam tersebut berasal darinya.

“Itu murni usulan saya,” kata Lukman di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).

Usulan itu, kata dia, juga sudah melalui izin dari ulama. Tujuannya, untuk menjaga dan memelihara tradisi Nusantara dalam menyebarluaskan ajaran Islam di Tanah Air.

“Saya berpandangan kepada ulama yang membolehkan itu. Bahkan tidak hanya sekadar membolehkan, tapi itu sesuatu yang positif karena tujuannya positif,” jelas dia. “Untuk menunjukkan kepada pihak luar bahwa Indonesia mempunyai tradisi yang sangat kaya sejak ratusan tahun lalu terkait dengan pembacaan Alquran.”

Pembacaan penggunaan langgam Jawa menuai kontroversi. Saat itu Muhammad Yasser Arafat melantunkan Surah An-Najm 1-15 dengan cengkok atau langgam Jawa. Acara itu dihadiri Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim, beberapa pejabat, dan sejumlah duta besar negara Arab.
TII

http://news.metrotvnews.com/ Desi Angriani – 19 Mei 2015 13:06 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 25.683 kali, 1 untuk hari ini)