Awas jangan sampai terprovokasi, serahkan kepada pihak yang berwenang (pemerintah/mentri agama/mui) untuk meluruskan masalah ini. Kita bantu viralkan saja agar cepat didengar pihak berwenang…

PERSATUAN GEREJA DI JAYAPURA MENYEPAKATI :
– Suara Adzan Harus Mengarah Kedalam Masjid
– Menolak Dakwah Islam Di Jayapura
– Menolak Busana Muslim Untuk Siswa/Siswi
– Menolak Mushalla2 Di Tempat Umum & Kantor2 Pemerintahan

Pertanyaannya :
1. Siapa yang Intoleran??
2. Siapa yang anti pancasila??
3. Siapa yg tidak cinta NKRI;??
????

Source :
https://mobile.twitter.com/Muslim_Bers…/…/974580137520906241

Update :
Jangan mudah terprovokasi dengan info yang beredar dan jangan bertindak sendiri-sendiri,
1. Jika berita ini benar, maka kita serahkan Kepada aparat yg berwenang untuk meluruskan/menyelesaikan masalah ini…
2. Kita hanya bantu viralkan agar dapat didengar oleh pihak2 yang berwenang agar segera melakukan tindakan…

Informasi tsb Valid karena salah satu perwakilan gereja membenarkan atas surat tsb setelah di konfirmasi oleh wartawan….

https://www.wartapilihan.com/persekutuan-gereja-jayapura-m…/

https://m.kumparan.com/…/gereja-di-papua-persoalkan-azan-bu…

http://www.kricom.id/persekutuan-gereja-jayapura-minta-pemb…

via fb Syamsuddin Sonda

***

Kita Indonesia, semua agama dijamin. Alasan-alasan (yang disampaikan Persekutuan Gereja) tidak berdasar

Menyikapi hal demikian, da’i asli asal Papua Ustadz Fadlan Rabbani Al Garamatan menegaskan bahwa klaim gereja itu tidak berdasar. Karena justeru agama Islamlah yang pertama datang ke Papua, bukan Kristen.

“Agama tertua dan pertama di Papua adalah agama Islam. Dan orang Islam cukup toleransi untuk mengantar pendeta masuk ke Irian. Kita Indonesia, semua agama dijamin. Alasan-alasan (yang disampaikan Persekutuan Gereja) tidak berdasar,” tegas Ustadz Fadlan Rabbani Al Garamatan, dikutip portal-islam.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 464 kali, 1 untuk hari ini)