Rumah dan kendaraan dibakar: Bentrokan yang dipicu dugaan penyebaran aliran sesat terjadi di Bireuen, Aceh. ratusan orang mendatangi rumah Tengku Aiyub Syakuban (60) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang, Bireuen, Jumat (16/11/2012 sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka menuding Aiyub menyebarkan aliran sesat. BeritaPrima.com —

Tgk Aiyub yang telah diperingatkan untuk tidak mengajarkan ajaran yang diduga sesat, namun membandel akhirnya tewas oleh massa. Tubuhnya hangus terbakar bersama dua orang lainnya yang dibacok senjata tajam.

Insiden  terjadi di Peulimbang Bireuen, tepatnya komplek rumah Tgk Aiyub Syakubat (50) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Bireuen, Jumat (16/11/2012) malam mulai pukul 23.00.

berakhir Sabtu (17/11/2012) menjelang shalat Shubuh,

Inilah beritanya.

***

Dituduh Ajarkan Aliran Sesat, Tgk Aiyub Hangus Dibakar Massa

Tribunnews.com – Sabtu, 17 November 2012 21:03 WIB

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN — Insiden berdarah kembali terjadi di Peulimbang Bireuen, tepatnya komplek rumah Tgk Aiyub Syakubat (50) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Bireuen, Jumat (16/11/2012) malam mulai pukul 23.00.

Tgk Aiyub yang telah diperingatkan untuk tidak mengajarkan ajaran sesat, namun membandel akhirnya tewas oleh massa. Tubuhnya hangus terbakar bersama dua orang lainnya yang dibacok senjata tajam. Insiden  berakhir Sabtu (17/11/2012) menjelang shalat Shubuh, setelah puluhan personil dari Polres dan TNI, pemadam kebakaran  diturunkan ke kawasan itu.

Tiga orang tewas, dua diantaranya hangus terbakar dan 10 orang lainnya luka kritis terkena parang dan pedang panjang.  Keterangan diperoleh Serambinews.com, menjelang pukul 22.00 WIB, puluhan massa dari berbagai desa merapat ke rumah Tgk Aiyub yang berjarak 3 Km arah selatan jalan Banda Aceh-Medan.

Massa terus bertambah menggunakan roda dua, kendaraan disimpan sedikit jauh dari rumah Tgk Aiyub, massa tanpa membawa senjata tajam dan lainnya berjalan kaki ke rumah Tgk Aiyub sekitar pukul 22.50 WIB.

Diinformasikan mereka hendak menjemput Tgk Aiyub dan pengikutnya untuk ditanyai karena sudah melanggar kesepakatan yaitu mengadakan pengajian tertutup dan tidak ada interaksi sosial dengan masyarakat setempat. Ketika massa tiba di dalam pagar rumah Tgk Aiyub, listrik tiba-tiba mati, terjadilah penyerangan dari dalam pagar ke arah massa yang sudah dalam lingkungan pagar.

Sekitar pukul 04.00 WIB, jasad Tgk Aiyub dan Muntasir ditemukan sudah hangus  berhasil dievakuasi ke UGD RSUD Bireuen.

Aparat berhasil mengendalikan massa sekitar pukul 04.30 WIB, massa kemudian diminta bubar.
Korban-korban yang meninggal adalah, Mansur (35) warga Semet, Peulimbang- meninggal dunia luka bacok dari belakang tembus ke perut. Tgk Aiyub (50), warga Desa Jambo Dalam-orang yang dituduh membawa aliran sesat, tewas dibakar Tgk Muntasir (30), disebut-sebut kelompok Tgk Aiyub, tewas dibakar.

Editor: Hendra Gunawan  |  Sumber: Serambi Indonesia/ Tribunnews.com

***

“Ajaran Aiyub di Bireuen Mengarah pada Kesesatan”

Majelis Permusyawaratan Ulama pernah bersidang soal ajaran Aiyub.

Sabtu, 17 November 2012, 15:33Ita Lismawati F. Malau, Riza Nasser (Aceh)

VIVAnews – Penyerangan balai mengaji milik Tengku Aiyub Syakuban di Desa Jambo Dalam Kecamatan Plimbang Kabupaten Bireuen merenggut tiga nyawa dan melukai 10 orang lainnya. Persoalannya hanya karena Tengku Aiyub dituding mengajarkan aliran sesat.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen sebenarnya sudah pernah bersidang untuk mencari tahu tuduhan tentang ajaran sesat yang diajarkan Tengku Aiyub pada 2010 lalu. MPU Bireuen menyatakan bahwa aliran yang dibawa Tengku Aiyub masih diduga mengarah kepada kesesatan.

Wakil Ketua MPU Bireuen, Tengku Jamaluddin menyebutkan, Tengku Aiyub melarang pengikutnya untuk salat di masjid karena bahan bangunan untuk membangun masjid seperti pasir, batu bata, dan semen, mengandung najis dan tidak suci. Karena itu pula dia tidak pernah melaksanakan salat Jumat secara berjamaah di masjid.

“Sebelum kejadian ini, kami sudah meminta keterangan dari Tengku Aiyub, dia juga tidak sanggup memberi bukti mana yang dikatakan najis dalam bahan bangunan masjid seperti batu bata dan pasir,” katanya, saat dihubungi VIVAnews, Sabtu, 17 November 2012.

Selain persoalan melarang pengikutnya untuk beribadah di Masjid, kata Tengku Jamaluddin, hubungan antara Tengku Aiyub dengan warga di sekitar balai pengajiannya juga tak harmonis. Aiyub juga dinilai tidak layak menjadi pimpinan pesantren, karena tidak mampu menerjemahkan sejumlah kitab.

“Jangankan mengajarkan kitab yang tidak berbaris, mengajarkan kitab yang berbaris saja dia tidak mampu. Dia hanya mampu mengajarkan kitab untuk anak-anak,” ujarnya.

Di depan anggota MPU Bireuen, Tengku Aiyub waktu itu juga sudah menyatakan tidak akan menghidupkan kembali balai pengajiannya. Kata Jamaluddin, Aiyub juga sudah menandatangani surat perjanjian di depan Kepolres Bireuen.

“Karena warga mendengar dia menggelar pangajian kembali, makanya warga mendatangi balai pengajian Tengku Aiyub untuk memastikan informasi itu benar atau tidak. Saat warga datang itu lah pengikut tengku Aiyub berusaha melawan dan menyerang warga,” ujarnya.

Meski dinilai menjurus kepada kesesatan, Jamaluddin membantah beberapa tudingan bahwa Tengku Aiyub melegalkan hubungan intim di luar nikah. “Tidak benar itu. Ajaran Tengku Aiyub hanya masih diduga menjurus kepada kesesatan,” ujarnya.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tengku Faisal Ali, juga menyesalkan penyerangan balai pengajian Tengku Aiyub, Jumat malam 16 November 2012. Mustinya bentrokan itu tidak terjadi. “Kami sangat meyesalkan kasus ini yang sampai pada tindakan kekerasan, seharusnya ini tidak terjadi,” katanya.  (sj) VIVAnews

***

Siapakah Tgk Aiyub, Penyebar Aliran Sesat Penyebab Bentrok di Bireuen Aceh?

beritaprima.com | 17 Nov, 2012 | 04:04 PM |

 

Ajaran Sesat

Pascabentrokan berdarah tersebut, warga Desa Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang, Kabupaten Bireuen, masyarakat kembali mengingat sosok Tgk Aiyub, yang dituduh sebagai pembawa ajaran aliran sesat di Kabupaten Bireuen, medio Maret 2011 silam.

Berawal dari laporan masyarakat yang mengaku resah atas pengajian yang dipimpin Tgk Aiyub karena tidak sesuai dengan ajaran dalam Islam. Massa yang marah, pada saat itu, membakar balai pengajian milik Tgk Aiyub serta kenderaan roda empat dan dua milik pengikutnya.

Guna meredam kemarahan massa, aparat kepolisian sementara waktu mengamankan Tgk Aiyub beserta keluarga dan beberapa pengikut setianya di lingkungan Mesjid Agung yang pada saat itu berdekatan dengan Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen.

Kala itu, pemeriksaan terhadap dirinya terus dilakukan baik di Mapolres Bireuen maupun di Kantor MPU untuk mengorek keterangan seputar kegiatan pengajian yang dilakukannya. Informasi mencuat dari warga yang dihimpun dan sempat dibacakan kembali oleh ketua MPU Bireuen, Tgk. H. Hanafiah Hamzah, BA, menyebutkan Tgk Aiyub tidak pernah menunaikan shalat Jumat.

Kemudian dia mengatakan, mesjid yang ada tidak suci serta pelarangan mengikuti shalat dengan imam di luar aliran mereka, sebab mereka tidak melihat bagaimana imam tersebut bersuci.

Kemudian adanya anjuran untuk menuliskan kalimah Tauhid di jari dan dada sebelah kanan jenazah. Dilarang menguburkan orang dari golongan mereka di kuburan umum, sebab tanah kuburnya panas. Untuk itu setiap mereka yang meninggal harus dikuburkan ke bukit terpisah dengan orang lainnya. Serta ajaran Tgk Aiyub hanya membenarkan shalat tiga waktu saja.

Tgk Aiyub saat diwawancara membantah tuduhan itu. Semua yang dituduhkan oleh masyarakat disebutnya sebagai fitnah. Ia mengatakan ada pihak-pihak yang tidak senang kepadanya sehingga merekayasa tuduhan. Diakuinya selama ini tidak shalat Jumat di mesjid karena dalam keadaan sakit sakit sedangkan pengikutnya tetap shalat di mesjid. (beritaprima.com)

***

Semoga bukan karena dipiara

Itu kenyataan pahit di depan mata, dipicu oleh penyebaran aliran yang diduga sesat. Betapa lagi kalau benar-benar jelas sudah difatwakan sesat seperti Syiah, Ahmadiyah, LDII –Islam Jamaah dengan nama apapun, NII KW IX, Isa Bugis, Inkar Sunnah dan sebagainya.

Ketika difatwakan sesat oleh Ulama, dan sudah terjadi bentrok hingga memakan korban seperti kasus Syiah, Ahmadiyah, LDII dan lainnya namun dari pihak ksatria –yang di tangannya dipegang kendali pelarangan–  sampai kini tidak juga melarangnya; akibatnya warga lah yang jadi korban. Dan ketika terjadi bentrokan, maka cerita khayal penuh kepercayaan batil berupa mengacungkan symbol kekafiran untuk mengatasi konflik sama sekali bukan merupakan jalan keluar. Walau symbol kekufuran itu sudah dimiliknya dengan bangga, misalnya.

Perlu diketahui, di masa sebelum apa yang disebut reformasi 1998, maka pihak Kejaksaan Agung dapat melarang aliran sesat secara nasional, seperti Jaksa Agung tahun 1971 telah melarang aliran sesat Islam Jamaah atau aliran semacam ini dengan nama apapun.

Setelah suasana berganti dengan apa yang disebut masa reformasi, maka untuk melarang aliran sesat hanya ada di tangan presiden.

Sejumlah bentrokan berlatar belakang warga berhadapan dengan aliran sesat telah terjadi di mana-mana, dan yang masih hangat adalah peristiwa aliran sesat Syi’ah Sampang Madura yang sudah terjadi bentrokan dua kali. Sebelumnya, kasus Ahmadiyah di Banten menelan korban jiwa. Kasus LDII yang meresahkan rumah tangga dengan gugatan-gugatan cerai karena suami tidak ikut aliran sesat LDII maka sang isteri menggugat cerai. Anehnya, setelah kasus itu mencuat di media massa, tapi tidak lama berselang justru menteri agama mengangkat pentolan aliran sesat LDII jadi anggota Amirul Haj 1433H/ 2012.

Oleh karena itu para mantan aliran sesat LDII yang tergabung dalam FRIH (Forum Rujuk ilal Haq) kirim surat protes kepada Menteri Agama dan menjelaskan bahwa ketua umum LDII Abdullah Syam masih memegangi faham sesat Islam jamaah. Di antaranya ditulis:

Bagi yang awam tentang ajaran Islam Jamaah tentu bertanya apakah sih salahnya ajaran-ajaran IJ, jawab singkatnya begini : mereka  ( IJ ) mengatakan Islam yang benar adalah Islam yang belajar agamanya manqul dari H. Nurhasan atau penggantinya, kemudian berbaiat kepada imam IJ dan jadi jamaah IJ, menetapi ajaran pokok  5 Bab, wajib infaq sampai 10% dari gaji, kalau taat 5 Bab ampai mati maka matinya wajib masuk surga. Sebaliknya Islam lainnya walaupun sudah menetapi rukun Islam yang  lima dengan benar kalau tidak  berbaiat kepada imam IJ tidak berjamaah dengan IJ, maka matinya wajib masuk neraka dan kekal didalamnya.  Dikatakan Islam Jamaah adalah jalan tunggal untuk bisa masuk surga dan selamat dari neraka. Kesalahan paling besar IJ adalah menganggap kafir, memperlakukan kafir, orang yang tidak berbaiat kepada imam IJ.

Bapak Abdullah Syam (Ketua Umum LDII) adalah warga IJ yang masih menggandrungi ajaran H. Nurhasan contohnya pada acara CAI 2011 ( Cinta Alam Indonesia , organisasi generasi penerus IJ ) di Wonosalam Jatim, beliau nasehat didepan peserta CAI diantaranya seperti ini  : ” memperkuat ijtihad nasehat bapak imam kita, ….mengepolkan ajaran  qur’an hadits jamaah yang dibawa H. Nurhasan Al Ubaidah , beruntung jadi jamaah karena ibadahnya pasti diterima kalau salah diampuni. Sedangkan orang luar IJ walaupun ibadahnya sudah benar  secara teori parktek sesuai qu’anhadits tapi tidak berjamaah ( menjadi jamaah IJ ) maka ibadahnya tidak diterima dan matinya masuk neraka ….” (https://www.nahimunkar.org/17552/surat-protes-ke-menteri-agama-atas-diangkatnya-ketum-ldii-islam-jamaah-sebagai-anggota-amirul-haj/ )

Ucapan yang dapat digumamkan hanyalah: semoga ini semua bukan karena dipiara.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.749 kali, 1 untuk hari ini)