JAKARTA, – Masih maraknya konten bermuatan negatif di media internet membuat Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) akan terus mencarikan berbagai cara menangkal dan menangani konten yang merusak dan berbahaya tersebut.

Salah satu cara yang coba ditempuh oleh Kominfo adalah membuat sistem penangkalan konten negatif dengan memakai suatu alat khusus yang nanti akan dipasang di beberapa tempat. Alat alat tersebut akan bekerja sesuai sistem yang dibuat standarnya oleh pihak Kominfo. Demikian yang disampaikan oleh Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan di Kantor Kemenkominfo,Jl Merdeka Barat No 9 Jakarta pada Senin (9/10).

“Saat ini kami sedang persiapkan perangkat penyaring konten negatif yang ada dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan diharapkan akan “crawling” menjelajah berbagai konten di internet,” ujar Semuel.

Adapun pengadaan perangkat system itu dilakukan lewat tender yang dimenangkan oleh PT Inti. Setelah pengumuman tender dilakukan Agustus lalu.Diharapkan pada akhir tahun ini bisa diuji coba alatnya.

“Posisi saat ini tender perangkat konten negatif sedang dalam masa sanggah, sehingga belum berkekuatan hukum tetap. Sampai menunggu semuanya jelas dan tidak ada masalah,” tutur Semuel.

Dengan adanya perangkat penapis konten ini, Semuel menyebutkan penyaringan konten negatif bisa dilakukan secara proaktif oleh pemerintah. Tidak lagi secara pasif menunggu pelaporan masyarakat seperti selama ini dilakukan.

Pengelolaan mesin dengan nilai tender lebih dari Rp194 miliar ini nantinya ada di bawah koordinasi Kemenkominfo. Namun Semuel menyebutkan bahwa sistem ini bisa digunakan oleh berbagai kementerian dan lembaga.

“Dengan adanya sistem crawling otomatis ini, kami berharap bisa mempercepat proses pemblokiran konten negatif yang selama ini dilakukan secara manual. Target kami ada sekitar 20 juta konten pornografi yang bisa kita blokir dan lakukan penapisan,” pungkasnya. [ES]

Sumber : panjimas.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 324 kali, 1 untuk hari ini)