Ustadz Adam Amrullah pada persidangan perdana hari ini Senin (18/3/2014) di Pengadilan Negeri Bekasi

.

BEKASI (Arrahmah.com) – Sekjen Forum Ruju Ilal Haq (FIRH) Ustadz Adam Amrullah menjalani sidang perdana kasusnya melawan kelompok Senkom/LDII di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (17/3/2014). Sedari pagi jam 09.00, ruang sidang sudah dipenuhi oleh anggota Sentra Komunikasi (Senkom), polisinya LDII. Berdasarkan pantauan kontributor arrahmah.com, Iman, tampak jelas pada seragam yang mereka pakai, pada lengan kanan ada emblem bertuliskan Polda, Polres dan Mabes, layaknya emblem resmi Polri. Agak aneh padahal mereka masyarakat sipil bukan aparat negara.

Tampak pula di ruang sidang itu Kapolsek Bekasi Selatan Susilo Edi, yang menurut Adam Amrullah adalah pendekar silat Asad Jawa Timur, beladirinya kelompok Senkom/LDII.

Sidang sendiri yang semula dijadwalkan jam 09.00 diundur hingga jam 11.00 karena ada rapat rutin pegawai pengadilan.

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan jaksa atas kasus yang disidangkan hari ini. Adam Amrullah didakwa dengan pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 1, UU RI No.11 tahun 2008 tenang UU elektronik dan pasal 320 ayat 1 dan 2 KHAP dan pasal 156 KUHAP.

Usai jaksa membacakan dakwaan, Adam yang dipersidangan di damping pengacaranya Ahmad Michdan dan Farhan dari TPM mengajukan permintaan waktu untuk mempelajari tuntuan jaksa tersebut. Hakim mengabulkannya hingga tanggal 27 Maret 2014.

Kasus ini berawal dari video yang diupload Adam ke situs berbagi youtube. Dalam video itu Adam menyebut Senkom sebagai topeng Islam Jamaah. Adam yang merupakan mantan anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ditetapkan tersangka setelah diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri dan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat ini status Adam adalah tahanan kota dari kejaksaan negeri Bekasi, dan sejak dua hari lalu waktu penahanannya sudah diperpanjang hingga 3 bulan ke depan.

Kaum Muslimin mendukung perjuangan Adam membongkar kesesatan LDII, tercatat sejumlah ormas Islam yang memberikan dukungan kepada Adam Amrullah, diantaranya Majelis Mujahidin, FPI Bekasi, SDL, FAKSI, DKM Muhammad Ramadhan, DKM Imam Bukhori dan banyak lagi. (azm/arrahmah.com) A. Z. MuttaqinSenin, 16 Jumadil Awwal 1435 H / 17 Maret 2014 18:45

***

Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 704 kali, 1 untuk hari ini)