Ilustrasi (Reuters)


Jakarta, CNN Indonesia — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan akan menggelar sidang pertama kasus kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia dengan tergugat Facebook pada Selasa 21 Agustus 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sidang pertama skandal kebocoran data akan digelar pada Agustus,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMI) Kamilov Sagala melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/5).

Dalam gugatan ini, LPMII dan Indonesia ICT Institute (IDICTI) mewakili para pengguna Facebook di Indonesia. Direktur IDICTI Heru Sutadi mengatakan bahwa pihaknya akan menggugat Facebook Indonesia, Facebook pusat, dan Cambridge Analytica.

“Dalam surat pemanggilan, tergugat disebutkan dengan Facebook dkk. Itu maksudnya Facebook Indonesia, Facebook Pusat, dan Cambridge Analytica, ujar Heru saat dihubungi terpisah lewat pesan teks.

Surat pemanggilan sidang yang dimaksud telah tercatat di Pengadilan Jakarta Pusat dengan nomor perkara 396/Pdt.G/2017PN.JKT.SEL.

Surat tersebut memanggil Facebook sebagai pihak tergugat dan Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPMII) serta Indonesia ICT Institute (IDICTI) sebagai pihak penggugat.

Pihak penggugat juga menuntut agar Facebook mengganti kerugian material sebesar Rp 21,9 miliar dan ganti rugi imaterial Rp10,9 triliun. (eks/eks)*/ cnnindonesia.com

***

Data Bocor, FB Indonesia Siap Disidang di Jakarta

JAKARTA (voa-islam.com)- Beberapa hari lagi Facebook Indonesia sidang gugatan class action perwakilan masyarakat digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang ini menyusul skandal bocornya 1,09 juta data pengguna Facebook Indonesia.

Gugatan class action itu diajukan oleh Executive Director dan Chief of Communication Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi dan Kamilov Sagala dari Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII).

Tinggal menghitung hari pelaksanaan sidang gugatan, Heru meminta dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. Dia mengajak masyarakat untuk turut peduli dengan gugatan data pribadi dengan langsung datang ke lokasi sidang.

Kami mengharapkan kepada masyarakat Indonesia bisa mendukung dan mengawal persidangan,” kata dia, Kamis (16/8/2018).

Heru juga mengajak kepada pengguna media sosial terbesar sejagat di Tanah Air untuk memantau langsung jalannya proses pengadilan.

“Pengguna Facebook di Indonesia diharapkan juga dapat meramaikan proses dengan berbondong-bondong ikut hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” jelas Heru, seperti dikutip Viva.

Gugatan terhadap Facebook dan Cambridge Analytica didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 7 Mei 2018.

Dalam gugatannya, penggugat menuntut ganti rugi materiil dan immateriil kepada Facebook dan Cambridge Analytica akibat bocornya data pengguna.

Penggugat meminta pengadilan menghukum tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp21,93 miliar, dengan rincian kerugian akses internet Rp20 ribu dikalikan 1,096 juta pengguna Facebook di Indonesia, yang datanya disalahgunakan.

Sedangkan Facebook telah memberikan hasil investigasi awalnya melalui surat kepada Kominfo. Platform itu mengklaim tidak ada data dari pengguna Indonesia yang diambil oleh Cambridge Analytica.

Selain itu, Facebook juga menyatakan hasil penyelidikan awal mereka hanya 30 juta pengguna yang disalahgunakan dan semua korbannya adalah pengguna warga Amerika Serikat. (Robi/voa-islam.com) – Jum’at, 13 Zulhijjah 1439 H / 17 Agutus 2018 10:53 wib

(nahimunkar.org)

(Dibaca 60 kali, 1 untuk hari ini)