Keterangan foto utama: Protes penindasan terhadap Muslim Uighur China di Brussels, Belgia. (Foto: AFP/ Emmanuel Dunand)


Sikap Indonesia dinilai oleh beberapa pihak masih minim dalam membela Muslim Uighur di China. Warganet pun beramai-ramai mendorong pemerintah untuk bertindak lebih tegas dalam melawan penindasan terhadap Muslim Uighur. Hingga saat ini, pemerintah dinilai masih pilih kasih karena menunjukkan sikap yang berbeda mengenai Muslim Uighur dibandingkan dengan kasus lain seperti Rohingya dan Palestina. Dalam kedua kasus Palestina dan Rohingya, Indonesia terlihat gigih memperjuangkan hak-hak mereka yang ditindas.

Oleh: Mata Mata Politik

Laporan mengenai kondisi mengenaskan masyarakat Muslim Uighur China di dalam kamp-kamp reedukasi, mendorong reaksi dari berbagai kalangan di Indonesia. Banyak masyakat yang menyerukan agar pemerintah Indonesia memainkan peran yang lebih aktif dalam upaya menekan pemerintah China untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi terhadap masyarakat Muslim di sana.

Dahnil Anzar Simanjutak selaku Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo-Sandi, menyampaikan bahwa sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dapat menjadi “alat tekan” bagi China agar mau menjalankan deklarasi universal hak asasi manusia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dahnil juga menilai bahwa sikap pembelaan terhadap Muslim Uighur menjadi bentuk penerapan amanat pembukaan UUD 1945.

“Sikap Indonesia ini tidak boleh ragu dan didikte oleh siapa pun. Apalagi terkait dengan kemanusiaan. Indonesia harus segera bertindak atas apa yang dilakukan oleh pemerintah China. Karena ini mandat Konstitusi,” tambah Dahnil, seperti yang dikutip dari idntimes.com.

Hingga saat ini, pemerintah dinilai masih pilih kasih karena menunjukkan sikap yang berbeda mengenai Muslim Uighur dibandingkan dengan kasus lain seperti Rohingya dan Palestina. Dalam kedua kasus Palestina dan Rohingya, Indonesia terlihat gigih memperjuangkan hak-hak mereka yang ditindas.

“Sama seperti saudara-saudara kita di Palestina, Rohingya, dan belahan bumi mana pun. Ini karena amanat Konsitusi yang kita anut agar nilai kemanusian dan perdamaian harus dijunjung tinggi,” pungkas mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah tersebut.

(Ilustrasi: @pengenjadibaik)

Tekanan lain juga datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Dalam sebuah rilis media hari Senin (17/12) yang dilansir dari radarkotanews.com, Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi menyampaikan, “Kami meminta pemerintah tegas terhadap China dalam kasus ini. Karena ini sudah sangat memprihatinkan. Tidak boleh ada negara yang bisa melarang warganya untuk menjalankan ibadah agamanya, ini sudah mencoreng hak asasi manusia yang telah disepakati masyarakat dan dunia internasional.”

Irfan juga menambahkan, “Posisi Indonesia sangat menguntungkan untuk terlibat dalam menyerukan Hak-hak muslim Uighur ini, karena selama ini di mata Internasional kita diakui sebagai negara yang konsisten menolak penindasan, termasuk terhadap Palestina.”

Oleh karena itu, Irfan menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia dapat menggandeng OKI untuk menekan pemerintah China dalam menyuarakan kasus pelanggaran HAM berat ke mata internasional.

“Jangan ada lagi negara yang melarang-larang orang untuk menjalankan ibadah agamanya. Saya berharap pemerintah Indonesia, melalui Kemenlu, dapat menggalang dukungan untuk membantu Muslim Uighur. Karena hingga saat ini, sudah jutaan muslim Uighur yang dipaksa masuk ke dalam kamp-kamp konsentrasi di China,” tambahnya lagi.

Sebuah organisasi payung internasional yang bernama World Uyghur Congress dalam sebuah kicauan melalui akun @UyghurCongress di Twitter, menyuarakan tekanan terhadap pemerintah China melalui tagar #CloseTheCamps. Kicauan tersebut yang kemudian menjadi salah satu pemicu warganet Indonesia untuk kembali menekan pemerintah akan menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam menangani kasus Muslim Uighur.

(Tangkapan layar Twitter/@WorldUyghurCongress)

@ayuning_2: “Sungguh tidak sanggup untuk terus menyaksikan penyiksaan bagi muslim uyghur… Belum kah saat nya kita menunjukan ke dunia bahwa kita bersama mereka yang sedang di uji… Doa… dan dukungan kita insyaa Allah akan menguatkan mereka”

@Fahiraidris: “Apa yg dilakukan Pemerintah China terhadap Muslim Uighur WAJIB DIKECAM..! Dan mengecam adlh selemah-lemahnya kita membela Muslim Uighur Ini bukan soal kita ‘merecoki’ urusan dalam negeri China, tetapi ini soal kemanusiaan yang pembelaannya menembus batas-batas negara #SaveUighur”

@Ferdinan_Haean: “Tidaklah berguna memviralkan video dan foto sbg imam shalat jika tujuannya untuk pencitraan dan kampanye. Saya menunggu presiden @jokowi dan pendukungnya memviralkan pernyataan pak Presiden yang mengutuk Cina dan mendesak Cina berikan kebebasan bg Muslim Uyghur.”

@Bundaathira: “Dari 116.315 tweet dg keyword “uighur-uyghur-uigur-uygur” world wide, kluster percakapan netizen Indonesia (lingkaran hitam) cukup dominan. Sementara sikap resmi pemerintah Indonesia tidak sevokal negara2 barat spt Jerman, Australia, dll. Cc: @Kemlu_RI”

@Aindraku: “Maafkan kami, Uighur… Pemimpin negeri kami saat ini minim perhatian dan pembelaan kepadamu yang tertindas & terdzhalimi… Bersabarlah, Uighur… Semoga #2019GantiPresiden sehingga pemimpin kami yang baru lebih bernyali untuk membela dan memperjuangkan hak-hakmu…”

Sumber : matamatapolitik.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 232 kali, 1 untuk hari ini)