Pimpinan MUI menyampaikan apresiasi atas kunjungan beliau ke kantor MUI. Namun menyesalkan sebagian ceramah beliau yg mengandung tasykik (mengaburkan substansi masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah) thd persoalan Sunni-Syi’ah.

Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan “Syi’ah dan Sunni adalah bersaudara”. Syi’ah yg mana?? Apakah Syi’ah yg membunuhi Ahlus Sunnah di Iran, Iraq, Lebanon, Suriah, dan Yaman? Ucapan itu sdh tidak relevan lagi pd masa sekarang.

MUI tetap akan mengeluarkan fatwa tentang kesesatan lima ajaran yang selama ini dianut oleh Syi’ah (mainstream)

Silakan simak ini.

***

Umi Juliasih: Info dari Ust Irfan Helmi dari grup Multaqo ad-Du’at ilallah

Rangkuman sikap Pimpinan MUI thd ceramah Syaikh Akbar al-Azhar, Syaikh Ahmad Muhammad ath-Thayyib al-Asy’ariy di kantor MUI pd Senin, 22 Feb 2016 sbb :

1. Pimpinan MUI menyampaikan apresiasi atas kunjungan beliau ke kantor MUI. Namun menyesalkan sebagian ceramah beliau yg mengandung tasykik (mengaburkan substansi masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah) thd persoalan Sunni-Syi’ah.

2. Pimpinan MUI tetap mengacu kepada hasil keputusan Rakernas MUI 1984 dan buku panduan MUI bhw

  • TERDAPAT PERBEDAAN USHUL (POKOK AGAMA) ANTARA SUNNI DAN SYI’AH.
    Lihat buku “Himpunan Fatwa MUI Sejak Th 1975”.
  • SYI’AH DI INDONESIA HANYA ADA SATU FIRQOH YAITU IMAMIYAH ITSNA ASYARIYAH ALIAS RAFIDHAH YG JELAS MENYIMPANG.
    Lihat buku panduan MUI “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”.

3. Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan “Syi’ah dan Sunni adalah bersaudara”. Syi’ah yg mana?? Apakah Syi’ah yg membunuhi Ahlus Sunnah di Iran, Iraq, Lebanon, Suriah, dan Yaman? Ucapan itu sdh tidak relevan lagi pd masa sekarang.

4. MUI tetap akan mengeluarkan fatwa ttg kesesatan lima ajaran yg selama ini dianut oleh Syi’ah (mainstream), yaitu:

  • سب الصحابة (mencaci sahabat Nabi saw)
  • عصمة الإمامة (kema’suman imam)
  • رفض الخلفاء الراشدين (menolak Khulafaur Rasyidin)
  • تحريف القرآن (perubahan Al-Qur’an)
  • نكاح المتعة (nikah mut’ah/ kawin kontrak).

والله ولي التوفيق وهو المستعان وإليه التكلان

Semoga bermanfaat.
Bogor, 23 Feb 2016

Irfan Helm

Via Umi Juliasih

(nahimunkar.com)