• Pluralisme agama, kemusyrikan baru

 kian santangilustrasi Kisah Raden Kian Santang Adalah putra prabu Siliwangi raja kerajaan Pajajaran/ .filmy


Assalaamu’alaikum wr. wb.

Ikhwan wa akhwat fillah, kita memang perlu cermati secara kritis tayangan yang ada di televisi termasuk tayangan sinetron yang terkesan berbau da’wah, juga sinetron yang mengandung cerita berbau sejarah. Contoh sinetron yang ditayangkan setiap malam oleh MNC TV yang berjudul Raden Kian Santang, sinetron yang mengisahkan Raja Siliwangi dengan putranya Raden Kian Santang. Banyak masyarakat awam menyangka kisah di sinetron ini terjadi seperti aslinya meskipun di awal tayangan telah disampaikan pesan bahwa kisah ini hanyalah fiksi. salah satu yang patut dikritisi, sinetron ini menyisipkan paham pluralisme agama. Dalam sinetron ini menyisipkan pesan bahwa agama Islam dan Hindu masing masing adalah alternatif jalan ke syurga. Kedua duanya sama-sama baik.

Dari M. Ainul Yaqin

Ke insistnet@yahoogroups.com

Sen,29 Apr2013 pada 8:05

***

Pluralisme agama, kemusyrikan baru

Ketika pluralisme agama itu menyamakan semua agama atau menyebut agama selain Islam juga jalan ke surga, maka merupakan agama baru, keyakinan baru, syari’at baru. Syari’at baru yang menandingi syari’at Allah Ta’ala. Itulah kemusyrikan baru.

Allah Ta’ala telah memperingatkan dengan tegas.

 {أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (21) [الشورى: 21]

21. Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan sesungguhnya orang-orang yang zalim (musyrik) itu akan memperoleh azab yang amat pedih. (QS As-Syura/ 42: 21).

أيسر التفاسير للجزائري (3/ 498، بترقيم الشاملة آليا)

{ أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين } : أي بل لهم شركاء من الشياطين شرعوا لهم من الدين .

{ ما لم يأذن به الله } : أي ما لم يشرعه الله تعالى وهو الشرك .

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama, menurut Syaikh Al-Jazaairi dalam tafsirnya Aisarut Tafaasiir, artinya: bahkan mereka memiliki konco-konco berupa syetan-syetan yang membuat syari’at agama bagi mereka. yang tidak diizinkan Allah artinya yang tidak Allah Ta’ala syari’atkan, yaitu kemusyrikan.

Menyatakan selain agama Islam juga jalan ke surga itulah syri’at syetan. Itulah kemusyrikan. Itulah pluralism agama. Dan itulah yang disebarkan di perguruan tinggi Islam (IAIN, UIN, STAIN, STAIS dan sebagainya, lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Ada Pemurtadan di IAIN)), di film lewat aneka televise seperti film Kian Santang lewat MNC TV, dan aneka kemusyrikan lainnya seperti ruwatan, tampilan barongsai sekalipun ditampilkan oleh da’i Yusuf Mansur dalam upacara wisuda penghafal Al-Qur’an (Astaghfirullah! Menyebarkan kemusyrikan barongsai berkedok wisuda penghafal Qur’an? https://www.nahimunkar.org/astaghfirullah-menyebarkan-kemusyrikan-barongsai-berkedok-wisuda-penghafal-quran/ ), dan aneka ajaran pluralisem agama alias kemusyrikan  baru yang disebarkan lewat aneka media sekuler liberal, baik elektronik,cetak maupun internet dan lainnya. Padahal, kemusyrikan itu adalah dosa terbesar yang kalau pelakunya mati dalam keadaan musyrik maka haram masuk surga.

{إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ} [المائدة: 72]

72. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim (musyrik) itu seorang penolongpun. (QS Al-Maaidah: 72).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.793 kali, 1 untuk hari ini)