Rp 70.000

  • عنوان الكتاب: العصرانيون بين مزاعم التجديد وميادين التغريب

  • المؤلف: محمد حامد الناصر

Mengupas Gerakan Modernisasi Liberalisme Dan Westernisasi Ajaran Islam

Sudah menjadi keyakinan setiap Muslim, bahwa Agama Islam adalah agama yang sempurna, sehingga ia akan terus relevan dengan setiap tempat dan zaman hingga Hari Kiamat. Namun kesempurnaan Islam ini, tidak bisa dirasakan oleh sebagian kaum Muslimin yang dibuat kagum oleh kemajuan peradaban Barat beserta gemerlap kehidupan mereka yang serba materialistik, ditambah sikap mereka yang selalu mengedepankan logika daripada teks-teks syariat, sehingga mereka mengecam umat Islam sebagai umat yang statis, tekstualis, terbelakang, dan anti terhadap kemajuan. Mereka mengajak umat Islam untuk bangkit dari keterpurukan dan tidur panjang. Mereka menganggap bahwa ilmu, pemahaman, dan warisan keagamaan umat Islam sudah usang, sehingga perlu adanya penafsiran ulang, yang pada akhirnya mereka berusaha menundukkan ajaran Islam pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai modernisme Barat yang berbasis nalar dan logika tersebut, dan semua itu dengan slogan pembaharuan, kemajuan, dan modernisme.

Dalam buku ini, Anda akan lihat pemetaan hal-hal di atas secara jelas:

Bab pertama: Kajian tentang akar historis dan pemikiran dari gerakan modernisme, yang mencakup pemikiran Mu’tazilah, reformasi Islam, dan gerakan Ingkar Sunnah beserta tokoh-tokoh sentralnya, serta pengaruh dari perang pemikiran yang tergambar dalam aktivitas orientalisme dan kristenisasi.

Bab kedua: Tentang peran para propagandis westernisasi sepanjang paruh pertama abad 20. Di sini dijelaskan gempuran yang mereka lakukan terhadap Sunnah Nabi, penanaman keraguan terhadap sebagian ayat al-Qur`an, serta propaganda sekularisme yang memisahkan antara urusan agama dengan pemerintahan.

Bab ketiga: Tentang kalangan modernis kontemporer, yang mencakup ciri-ciri umum pemikiran modernisme dalam konteks pembaharuan yang mereka klaim, usaha mereka melakukan pembaharuan dalam bidang ushul fikih, sikap mereka terhadap Sunnah Nabi, upaya keras mereka untuk memalsukan sejarah Islam, dan ajakan mereka kepada pluralisme.

Bab keempat: Tentang pemikiran modernisme dalam kaca mata Islam. Di sini dijelaskan apakah modernisme itu konstruktif atau destruktif, tentang kebid’ahan pemikiran modernisme dan jauhnya pemikiran ini dari definisi pembaharuan menurut syariat, hakikat sebenarnya dari modernisme yang tak lain adalah sekularisme, dan berbagai sikap yang menyimpang dari al-Qur`an dan as-Sunnah.

Dengan mengkaji buku ini, Anda akan mendapatkan hakikat sebenarnya dari propaganda modernisasi agama, dan ini akan menjadi bekal dan senjata Anda dalam menghadapi serangan bertubi-tubi yang datang dari gerakan modernisasi, liberalisasi, dan westernisasi ajaran agama yang sering digembar-gemborkan.

Bahkan, di negeri kita yang tercinta ini, kita banyak mendengar tentang Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh dan lainnya, yang disebut-sebut sebagai para pembaharu Islam. Benarkah semua itu? Bagaimanakah hakikat sebenarnya dari dakwah mereka? Semuanya akan Anda dapatkan dalam buku ini. Selamat membaca.

by Zoel /darulhaq.com/2016-04-07

(nahimunkar.com)

(Dibaca 991 kali, 1 untuk hari ini)