Sinopsis The Santri dan Alasan Penolakannya

Aktualita.co – Film bertema kehidupan santri akan segera dirilis. Film tersebut merupakan karya Livi Zheng yang juga menjadi sutradara film Bali Beats of Paradise.

The Santri adalah buah kerjasama Livi Zheng dan Nahdlatul Ulama melalui NU Channel. Karena itu di film The Santri, Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil Siradj menjadi executive produser.

Sinopsis The Santri

The Santri adalah film drama action besutan Livi Zheng bersama adiknya Ken Zheng. Film ini mengisahkan tentang perjalanan beberapa santri saat mereka merantau ke Amerika Serikat.

Film yang diperankan oleh Gus Azmi, Veve Zulfikar, serta Wirda Mansur ini mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Indonesia dan Amerika. Di Indonesia menggunakan lokasi Pondok Mambaus Sholihin, Candi Penataran serta Hutan Maliran.

“The Santri mengetengahkan cerita milenial dengan bintang- bintang milenial, yang memiliki follower jutaan; dengan alur maju mundur, yang mengetengahkan kisah dan realitas sejarah dan visi masa depan,” ungkap Imam Pituduh dari NU Channel seperti dikutip melalui NU Online.

Ketua Umum NU Said Aqil Siroj saat perilisan trailer The Santri di gedung PB NU, Jakarta mengharapkan agar film ini mampu menjadi penggambaran Islam yang menghargai keberagaman. Nilai-nilai toleransi, perdamaian, kemanusiaan, dan kerjasama global juga diharapkan dapat disampaikan dengan baik melau The Santri secara internasional.

Ditolak Front Santri Indonesia

Belum sempat tayang, dan baru merilis trailer The Santri sudah mendapat penolakan. Salah satu yang menolak adalah Front Santri Indonesia (FSI) seperti dilansir CNN Indonesia.

“Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya,” tutur Hanif Alathas.

Tak hanya itu, pesan agar tidak menonton The Santri sudah berseliweran di sosial media termasuk broadcast Whatsapp yang intinya menyebut jika The Santri menyesatkan akidah.

Aktualita aktualita.co, Senin, 16 September 2019

 

***

Cenderung Liberal, Ketua Front Santri Indonesia Serukan Tidak Usah Nonton Film ‘Santri’ karya Livi Zeng

Redaksi – Senin, 15 Muharram 1441 H / 16 September 2019 07:30 WIB

Eramuslim.com – Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Hanif Alathas menyatakan sikap untuk menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Hanif sendiri merupakan Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI).

Penolakan Hanif tercantum dalam poster yang beredar, Ahad (15/9). Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri.

“Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya,” tutur Hanif.

Terpisah, Sekretaris Umum DPP FPI Munarman juga mengirim poster penolakan yang diutarakan Luthi Bashori. Luthfi merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur.

Luthfi meminta kepada para santri dan jamaahnya agar tidak menonoton film The Santri yang akan tayang pada Oktober mendatang.

Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah.

“Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja,” tutur Luthfi./ eramuslim.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.932 kali, 1 untuk hari ini)