alquran-r3

SUKARAJA – Kabupaten Seluma, Bengkulu digemparkan insiden injak Al-Qur’an. Tindakan tercela tersebut melibatkan oknum guru SMAN 6 berinisial AA dan 8 siswa sekolah tersebut.

Kejadian tersebut bermula dari 8 siswa yang merokok. Guru berinisial AA tersebut menantang siswanya yang mengelak mengakui telah merokok di sekolah dengan bersumpah menginjak Al-Qur’an. Pada akhirnya 6 dari 8 siswanya nekat menginjak Al-Qur’an. Sebaimana dilansir oleh Harian Rakyat Bengkulu.

Tindakan tersebut praktis mengundang kecaman berbagai pihak. Kecaman tak hanya dari masyarakat umum tetapi juga dari Pemda Kabupaten Seluma, anggota dewan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Kemenag Kabupaten Seluma.

Tak hanya desakan untuk menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan AA sebagai guru PNS, tetapi juga melaporkan AA atas dugaan melakukan tindakan pidana penistaan agama.

Kepada jaringan media JPNN Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Seluma, Martoni, SHI mengatakan. “Kita meminta saudara bupati dan Dispendik bertindak tegas. Tidak menutup kemungkinan yang lebih buruk lagi bisa terjadi. Jika ia PNS, maka harus dicopot sebagai PNS, jika memang benar tindakan itu dilakukannya. Ini jangan dianggap enteng dan ini sebuah penistaan agama. Saya secara pribadi mengutuk perbuatan ini.  Apa tidak ada bentuk hukuman lain untuk bisa menyakinkan tindakan siswa siswa itu.”

Hal senada ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Seluma, Drs H Thamrin Sabri. Apa yang dilakukan jika benar diharuskan menginjak Al-Qur’an, berarti itu sudah tindakan penistaan agama dan masuk dalam ranah tindak pidana.

 “Ini harus diusut sampai tuntas, karena itu penistaan agama. Saya selaku ketua dewan pendidikan, tokoh masyarakat mengutuk oknum yang sudah memberikan hukuman seperti itu pada siswa dengan minta bersumpah menginjak Al-Qur’an,” tegasnya. [jpnn/hrb/an-najah/u]

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 702 kali, 1 untuk hari ini)