Sitok dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 335 KUHP, 286 KUHP tentang perkosaan dan pelecehan seksual, dan Pasal 294 ayat 2 KUHP. Ancamannya 5-9 tahun penjara.
Polisi menetapkan Budayawan Sitok Srengenge tersangka pemerkosaan terhadap mahasiswi UI. Dia memerkosa mahasisiwi tersebut hingga hamil.
Sitok dijerat dengan tiga pasal yaitu pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan, pasal 286 tentang perkosaan dan pelecehan seksual, pasal 294 ayat 2 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.
Sebelumnya, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) berinisial RW telah melaporkan Sitok Srengenge dengan pidana perbuatan tidak menyenangkan ke Polda Metro Jaya.
Kejadian ini berawal pada bulan Desember 2012, Sitok berkenalan dengan RW di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI saat kegiatan festival kreatif.
Saat itu RW selaku panitia, sementara SS sebagai juri di acara tersebut. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Maret 2013, Sitok menghubungi dan meminta RW datang ke tempat kosnya yang tidak jauh dari Komunitas Salihara. Di dalam kamar RW disetubuhi hingga hamil./ http://suara.com

Ancaman 9 tahun penjara untuk Sitok, tersangka pemerkosa mahasiswi

A. Z. Muttaqin Senin, 13 Zulhijjah 1435 H / 6 Oktober 2014 20:20

JAKARTA (Arrahmah.com) – Polisi menjerat penyair cabul Sitok Srengenge dengan pasal berlapis. Dia jadi tersangka karena melakukan perbuatan tidak menyenangkan, serta persetubuhan wanita di luar menikah dan dalam keadaan tidak berdaya. Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun.
Direktur Reserese Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto, dikutip dari detik.com menegaskan, Sitok dijerat dengan Pasal 335 KUHP, 286 KUHP dan Pasal 294 ayat 2 KUHP. Ancamannya 5-9 tahun penjara.
“Di dalam pasal 286 ini ancamannya lebih dari 5 tahun, yaitu 9 tahun, kemudian pasal 294 yang dipersangkakan itu adalah 7 tahun,” kata Heru di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2014).
Dari segi durasi waktu, masa ancaman hukuman bagi Sitok sudah memenuhi unsur untuk penahanan. Karena itu, polisi akan segera memanggil pria yang kerap memakai topi tersebut untuk diperiksa. Bahkan bisa langsung ditahan.

“Secara objektif ini sudah bisa dilakukan penahanan, namun tentunya penyidik juga memiliki penilaian secara subjektif. Apakah nanti perlu atau tidaknya dilakukan penahanan, nanti kita pertimbangkan setelah kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Heru.

Korban mahasiswi UI melaporkan Sitok ke SPKT Polda Metro Jaya didampingi pengacaranya, Iwan Pangka, Jumat (29/11/2013) lalu. Dalam laporan resmi bernomor LP/4245/XI/2013/PMJ/Ditreskrimum, Sitok dilaporkan dengan tuduhan Pasal 355 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Korban melapor ke polisi karena hamil setelah diduga diperkosa Sitok.
Polisi sudah memeriksa 11 saksi dalam perkara ini, termasuk saksi ahli. Akhirnya, lewat gelar perkara yang digelar semalam, Sitok jadi tersangka. Dua alat bukti kuat sudah terpenuhi. Sitok pun dijerat dengan pasal Pasal 335 KUHP, 286 KUHP dan Pasal 294 ayat 2 KUHP.
Sebelumnya, sempat beredar isu kasus ini akan dihentikan atau SP3. Namun ternyata polisi membuat keputusan lain. (azm/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 775 kali, 1 untuk hari ini)