.

 

JAKARTA – Setelah sekitar 11 jam berada di ruang pemeriksaan Subdit Kamneg Direktorat Reskrim Polda Metro Jaya, penyair dan budayawan Sitok Sunarto (46) alias Sitok Srengenge akhirnya selesai menjalani pemeriksaan Rabu (5/3/2014) malam.

Sitok yang mengenakan kemeja biru dibalut jaket coklat keluar dari ruang pemeriksaan sekira pukul 19.30. Ia menjalani pemeriksaan sejak pukul 08.30.

Wajah Sitok tampak lelah. Begitu ia keluar dari gedung tempatnya diperiksa, sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) yang menunggu sejak pagi langsung meneriaki Sitok dengan kata-kata ‘buayawan’.

“Sitok Buayawan… Sitok Buayawan,” kata beberapa mahasiswa dengan (jaket) almamater kuning itu.

Bukan itu saja, beberapa mahasiswa mencoba maju dan tampaknya mencoba melabrak Sitok. Hal ini menimbulkan kericuhan di depan Gedung Direktorar Reskrim Polda Metro Jaya.

Beruntung beberapa kuasa hukum yang mendampingi Sitok dan kuasa hukum korban RW, Iwan Pangka yang mendampingi mahasiswa UI itu melerai kericuhan dan mencegah mahasiswa merangsek ke arah Sitok.

Dilabrak seperti itu, Sitok tampak kaget dan terkejut. Wajahnya tegang namun tampak jelas berupaya tenang. Akhirnya Sitok langsung dimasukkan ke dalam mobil Daihatsu Xenia B 1563 WFQ warna putih oleh kuasa hukumnya dan pergi meninggalkan Polda Metro Jaya.

Padahal sebelumnya beberapa kuasa hukum yang mendampingi Sitok berjanji bahwa Sitok siap memberi pernyataan kepada wartawan. Namun karena kericuhan akibat ulah 14 mahasiswa itu, Sitok meninggalkan Polda Metro Jaya tanpa memberikan keterangan.

Keributan dan kericuhan di depan Gedung Direktorat Reskrim Polda Metro itu menarik perhatian beberapa anggota Propam Polda Metro Jaya. Bahkan Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Polisi Sudjarno, keluar gedung kantornya dan melihat ada keributan apa yang terjadi.

Sudjarno lalu memerintahkan kepada anggota Propam Polda untuk mengamankan ke 14 mahasiswa yang dianggap pemicu kegaduhan. Ke-14 mahasiswa lalu diamankan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom

Sumber: Warta Kota/ Rabu, 5 Maret 2014 21:39 WIB

***

Pasal pemerkosaan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/3/2014)

saat ditanya mengenai permintaan penambahan pasal dari RW terhadap Sitok, Rikwanto mengatakan penyidik sudah bertemu dengan RW yang memberi masukan menggunakan pasal 286 KUHP tentang pemerkosaan.

”Pasal itu perlu kami dalami, kita tidak bisa gegabah,” kata Rikwanto.

Diutarakan Rikwanto, secara konvensional pemerkosaan masuk ke dalam ranah fisik. Namun, dalam kasus RW berbeda, fisiknya tidak begitu kelihatan untuk dijadikan acuan tapi psikisnya justru yang kelihatan./ trbn

(nahimunkar.com)

(Dibaca 503 kali, 1 untuk hari ini)