Skripsi Berjudul Ghosting Beredar di Tagar #Kaesang
#ghosting

Silakan simak ini.

 


Faisal Herisetiawan

@ichal_Jafar

 

Bolehlah buat anak hukum ajukan judul skripsi ini


#Kaesang
#ghosting

9.32 PM · 7 Mar 2021 dari Kolaka, Indonesia·Twitter for Android

 

 

***

 

 

Angguns

 

@angguns_

 

Pernah angkat judul ghosting jadi skripsi, sekarang trending twitter dong

 

sampe pernah dapat julukan “Lord of ghosting” #ghosting

 



 

6.37 AM · 8 Mar 2021 dari Kota Kediri, Indonesia·Twitter for iPhone

***

Kaesang Disebut Melakukan Ghosting, Ini Penjelasannya Menurut Psikolog


Felicia Tissue dan Kaesang Pangarep, putra Jokowi (instagram)

Suara.com – Kaesang Pangarep putra bungsu presiden Joko Widodo viral setelah dituduh melakukan ghosting oleh ibu mantan kekasihnya.

Lalu, apa sih sebenarnya pengertian ghosting? Melansir dari Psychology Today, ghosting adalah fenomena yang dialami sekitar 50 persen pria dan wanita yang menjalani hubungan cinta.

Efek emosional karena ghosting dapat menghancurkan pasangan. Tidak hanya itu, pasangan bisa menjadi cemas dan merasa tidak dicintai.

Sementara menurut Psikolog Klinis sekaligus Co-founder Ohana Space Veronica Adesla, ghosting adalah tindakan tidak memberi kabar alias mendiamkan pasangan tanpa sebab.

Baca Juga:Ribut-ribut Kasus Ghosting Sampai Trending, Publik Tuntut Jawaban Kaesang

Selain itu, ghosting dalam LDR (hubungan jarak jauh) juga menjadi sorotan yang terjadi pada pasangan yang mau tidak mau harus berjarak secara fisik, dan melakukan kontak secara virtual. Ia menjelaskan, bila tidak adanya kabar, bahkan tidak ada jawaban, bisa termasuk ghosting.

“Kalau tidak ada kabar, ditanya tidak dijawab, menghilang bisa termasuk ghosting,” jelasnya, saat dihubungi Suara.com.

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar

Suara.com, 07 Maret 2021 | 18:52 WIB

 

***

Hukum Pacaran Itu Haram, Sudah Bertunangan pun Masih Haram Bersentuhan

Posted on 7 Maret 2021

by Nahimunkar.org

Hukum Pacaran Itu Haram, Sudah Bertunangan pun Masih Haram Bersentuhan

Bagi pasangan lelaki dan perempuan yang sedang pacaran atau bertunangan, inilah alasan dan sebab mengapa Anda tak perlu bersentuhan dengan bukan mahram.

 
 

Islam melarang berpacaran, berpelukan dan bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah karena sentuhan melahirkan gerakan otak, kemaluan dan nafsu. Ini sesuai dengan pesan agama Islam dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

 
 

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259).

 
 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 
 

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

 
 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

 
 

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat'”.

 
 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :

 
 

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita.[HR Al-Bukhari no 5096]

 
 

Setelah tahu bahaya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, sebaiknya memilih menikah saja, bukan pacaran.*
 

Sumber: reportaseterkini.com

Selengkapnya silakan baca di sini: https://www.nahimunkar.org/mengapa-pacaran-dilarang-islam-rahasia-alaminya/

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 629 kali, 1 untuk hari ini)