[Slogan Yang Tak Dimengerti]

 


 

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

 

Semakin kini, semakin banyak yang mengkritisi slogan ‘kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah’. Sebenarnya, bukan slogan tersebut yang dikritisi, melainkan Ahlus Sunnah. Karena Ahlus Sunnah banyak mengganggu Ahlul Bid’ah, tapi dari segi materi keilmuan. Pada kesehariannya, Ahlul Bid’ah pun kerap mengganggu Ahlus Sunnah secara khusus, masyarakat secara umum. Bahkan, Ahlul Bid’ah pun kerap mengganggu Ahlul Bid’ah. Gangguan Ahlul Bid’ah kerap di masalah sound system, parkiran dan sebut saja berikutnya apa.

Kadang, slogan tersebut dibantah dengan eksistensi dalil lain, seperti Ijma, Qiyas, Istihsan, Maslahat Mursalah, dan seterusnya dari metode istinbath atau adillah.

Ahlus Sunnah, baik asatidzahnya dan juga para thullabnya, belajar Ushul Fiqh. Kita pun mempelajari kesemua dari itu. Namun terkadang anak SMP merasa sudah paling kuliah ketika masuk kampus orang.

Ketahuilah bahwa para ulama madzahib mereka meramu fawaid di kitab-kitab Ushul Fiqh. Mereka menyepakati dalil yang 4, dan sisanya terjadi perselisihan pandangan. Madzhab Zhahiry menafikan Qiyas, sementara madzhab Hanafy sangat rajin menerapkannya. Apakah qiyas dalil?

Iya. Qiyas adalah dalil ketika 4 rukunnya tertunaikan dengan benar oleh mujtahid.

Namun, ketahuilah bahwa eksistensi qiyas itu sendiri landasannya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Eksistensi istihsan, istishhab, maslahat mursalah, bahkan amal ahli Madinah (bagi madzhab Maliky) dasarnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Artinya, para ulama Ushul Fiqh tidak mengadakan dan menyetujui metode istinbath dalil kecuali bagi mereka ada dalil terhadap metode tersebut. Sehingga itu pun adalah realisasi terhadap ‘kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah’.

Adapun menganggap Ahlus Sunnah tidak mempelajari hal semacam ini, maka kita tak perlu menertawakan anak kecil yang sedang belajar berjalan. Kendatipun lucu, tapi husnuzhan kita: dia sedang belajar, bukan sedang melucu.

Tapi saya berharap Ahlus Sunnah memperbanyak orbit kajian-kajian kitab Ushul Fiqh, dipublish di Internet. Insya Allah bermanfaat untuk banyak kalangan. Ini semakin merealisasikan slogan mulia ‘kembali ke al-Qur’an dan as-Sunnah’. Karena Ushul Fiqh adalah alat untuk memahami keduanya.

Alhamdulillah, Ahlus Sunnah sangat mengagungkan ilmu, yang ditujukan untuk beramal, bukan untuk menantang secara petantang-petenteng ‘sudah bisa baca kitab belum?!’ atau ‘sudah belajar ilmu alat belum?!’ atau kalimat semisal yang menandakan korengnya niatan di hati dalam belajar.

Dan ada kalimat bagus:

“Jika kamu tidak tulus, maka buat apa kamu berletih?!”

Via fb

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

4 jam · 

 

Ilustrsi/ foto muslimorid

(nahimunkar.org)

(Dibaca 178 kali, 1 untuk hari ini)