Soal Aksi Bela Al-Qur’an Ada yang Bikin Cerita Rekaan Begini


Tyo Prasetyo

@tyo_setyoo

 

Cerita ke anak cucu… #TetapDukungFPI
#TetapDukungFPI

12.29 AM · 16 Des 2020·Twitter for Android


35

Retweet

 

***

Dalam berita yang beredar waktu lalu di antaranya begini:

SUBHANALLAH… Begini Penampakan Aksi Bela Islam III (Aksi 212) dari Udara

 

Posted on 3 Desember 2016

by Nahimunkar.org

https://www.nahimunkar.org/subhanallah-begini-penampakan-aksi-bela-islam-iii-aksi-212-udara/

 

 JAKARTA – Jutaan umat Muslim peserta Aksi Damai 212 atau Aksi Bela Islam III di kawasan Silang Monas, Jakarta, terpantau dari udara, Jumat (02/12/2016).

Aksi damai 212 kali ini merupakan lanjutan dari aksi damai sebelumnya yang telah digelar pada 4 November lalu. Selain doa dan zikir bersama, jutaan peserta aksi juga menggelar Salat Jumat berjamaah.

Berikut foto-foto menakjubkan Penampakan Aksi Bela Islam III (Aksi 212) dari Udara.

Jutaan umat Muslim memadati Jalan MH Thamrin hingga kawasan Silang Monas, saat digelar Aksi Bela Islam III atau Aksi Damai 212 di Jakarta, Jumat (02/12/2016).

 

Sumber: SINDONEWS/portalpiyungan.co

***

Aksi Bela Islam dengan jutaan Umat Islam itu, persoalannya adalah Ahok Gubernur DKI Jakarta (Non Islam) dinilai menghina Al-Qur’an.

***

Ahli bahasa: Ahok nilai Al Maidah 51 sumber kebohongan

Posted on 13 Februari 2017

by Nahimunkar.org

Rimanews – Saksi ahli Bahasa Indonesia, Prof. Mahyuni menyatakan, konteks kalimat yang digunakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pernyataannya di Kepualuan Seribu 27 September tahun lalu adalah menganggap surat Al Maidah 51 sebagai sumber kebohongan.

“(Iya), Al Maidah di sini dianggap menjadi sumber kebohongan,” ujar Mahyuni kepada majelis hakim di sidang lanjutan kasus penistaan agama di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, hari ini.

Berbicara di depan warga Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta mengutip Al Maidah 51 dan menyatakan “Jangan mau dibohongi pake Al Maidah 51.” Pernyataan itu dianggap menista Al Quran dan memancing reaksi keras umat Islam sehingga sejumlah orang dan ormas Islam melaporkannya ke polisi. Polisi kemudian metetapkan Ahok sebagai tersangka dan sejak awal Desember lalu menjadi terdakwa.

Hari ini, persidangan kasus Ahok memasuki sidang ke-10, dan menghadirkan saksi-saksi ahli.

Dalam kesaksiannya, Mahyuni menyebutkan bahwa pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu telah keluar dari konteks karena saat itu, Ahok datang dalam rangka kunjungan kerja untuk memastikan budi daya ikan kerapu nelayan di sana sesuai dengan program pemerintah.

“(Pernyataan Ahok) itu out of context. Sudah diluar pembicaraan kunjungan kerja yang sebenarnya. Sebagai ahli, menurut saya, (Ahok) sudah pindah topik,” kata Mahyuni.

Dia juga menyebutkan, kalimat itu disampaikan Ahok seolah-olah kampanye di saat kunjungan kerja kepada warga di Kepulauan Seribu.

“Dari kalimatnya, seolah-olah saudara terdakwa takut tidak dipilih,” ungkap Mahyuni.

Reporter : Oki

Sumber :Rimanews/rimanews.com – 13 FEB 2017

 

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 552 kali, 1 untuk hari ini)