Soal Cadar dan Celana Cingkrang, Logika Pak Menag Fachrul Kalah Sama Logika Mr. Mélenchon



Politisi Kiri Prancis Jean-Luc Mélenchon menegaskan: 99,9% muslim di Prancis hanya menginginkan kedamaian dalam beribadah di Prancis. Jangan bermain api, dengan terus-menerus menstigmatisasi umat Islam.

Kita ga’ bisa main hantam agama orang lewat cadar, jilbab atau bentuk celananya.

Logika pak Menag kita kalah sama logika Mr Mélenchon.

[Video]

 

https://twitter.com/i/status/1191464136145883136

 

Certains jouent avec le feu en stigmatisant sans cesse les musulmans.

Mais 99,9% des croyants veulent juste vivre en paix.

L’unité de la France est en cause.

Nous sommes capables de vivre tous ensemble autour de notre devise : «Liberté, Égalité, Fraternité». pic.twitter.com/qstzDmQROE

— Jean-Luc Mélenchon (@JLMelenchon) November 4, 2019

[portal-islam.id] 08 November 2019

 

***

Seakan Pro Umat Islam, tapi ketika Dicermati Ternyata Tidak

Model yang begini ini yang menjadikan para pembantunya percaya diri dalam menghadapi Umat Islam soal pelarangan cadar dan celana cingkrang. Soalnya, apa yang di kemukakan dalam berita dari perkataannya, itu hanya seakan pro Umat Islam, padahal kalau dicermati, tidak begitu.

***
Soal Cadar dan Celana Cingkrang, Presiden Jokowi: Itu Hak Setiap Orang


Presiden Joko Widodo menilai hak setiap orang untuk menggunakan pakaian jenis apa pun. Termasuk niqob atau cadar hingga menggunakan celana cingkrang. Hal itu ditegaskan Presiden saat ditanya mengenai kontroversi pelarangan pemakaian cadar dan celana cingkrang yang menguat beberapa hari terakhir.

“Kalau saya yang namanya cara berpakaian itu kan sebetulnya pilihan pribadi-pribadi persoalan atau kebebasan pribadi setiap orang,” kata Presiden Jokowi, dalam pertemuan dengan wartawan di Istana Merdeka, seperti dilansir dari VIVA.co.id, Selasa, (5/11/2019).

 

Terlepas dari itu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa tentu di setiap-setiap instansi juga memiliki peraturan. Termasuk mengenai pakaian atau seragam. Maka aturan itu harus dipatuhi.

“Tetapi di sebuah instansi kalau ada ketentuan cara berpakaian tentu saja harus dipatuhi,” ujar Jokowi.

Persoalan larangan cadar hingga celana cingkrang, sempat mencuat setelah pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi. Banyak yang tidak sependapat dengan larangan tersebut, baik itu Ombudsman RI hingga dari DPR dan kalangan partai politik.

Sumber : VIVA.co.id

Moslemtoday.com : By

 Hermanto Deli

 –

2019-11-05,08:48

 

***

Tjahjo Kumolo Resmi Larang Cadar bagi ASN di Kemenpan-RB; Boleh Pakai Baju Jawa


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi MenPanRB, Tjahjo Kumolo melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementeriannya pakai cadar. Tapi kalau pakai baju daerah, diperbolehkan.

 

Larangan tersebut berlaku selama mereka di kantor dan memakai seragam ASN.

 

“Setiap pimpinan lembaga maupun kementerian punya hak untuk mengatur ASN. Di Kemenpan RB ada seragam putih, ada baju korpri kalau hari nasional. (Karenanya) kalau di kantor jangan pakai cadar. Kalau cadar di luar kantor silahkan, itu hak setiap orang,” ungkap Tjahjo di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (4/11/2019).

 

Tjahjo berpendapat, pemakaian cadar di kantor akan menyulitkan ASN untuk berkomunikasi dalam kerja. Sebab dia tidak bisa melihat ASN bercadar yang diajak bicara.

 

“Pakai pakaian Jawa silahkan, pakai peci silahkan, tapi kalau cadar gimana mau lihat (wajahnya),” tandasnya.

 

Meski ada larangan di Kemenpan RB, lanjut politisi PDIP tersebut, pihaknya tidak memberikan himbauan ke lembaga atau kementerian lain untuk menerapkan larangan yang sama.

 

Sebab masing-masing kepala daerah dan kepala intansi punya kewenangan untuk mengatur.

 

“Tidak ada kewajiban, tapi di Kemenpan RB wajib. Begitu keluar kantor silahkan (bebas),” imbuhnya.

Ilustrasu ytb

@geloranews
4 November 2019

 

***


OHH TERNYATA… Pemerintah China Komunis Larang Jenggot dan Cadar



OHH TERNYATA… SEBELUM HEBOH DISINI… DI CHINA SUDAH TERLEBIH DAHULU…

Pemerintah China Larang Jenggot dan Cadar


Pemerintah China mengumumkan pelarangan jenggot dan burka atau cadar di wilayah terpencil di Xinjiang. Wilayah ini, menurut pemerintah China, adalah wilayah tempat penyebaran paham ekstremis, dan menolak menonton propaganda pemerintah.

Xinjiang adalah wilayah di mana suku Uighur, yang didominasi oleh kelompok Muslim tradisional, bertempat tinggal. Sebagian besar dari mereka sudah berulangkali mengeluhkan sikap pemerintah China yang represif dan melakukan diskriminasi pada mereka.

Area ini berulang kali didera gelombang kerusuhan yang mematikan. Sementara pemerintah China terus mengetatkan pengawasan pada aktivitas keagamaan warganya.

Di wilayah ini, pemerintah China juga menggerakkan ribuan polisi militer, yang mengindikasikan China menganggap wilayah tersebut adalah wilayah yang kondisi keamanannya terancam.

Diberitakan oleh Arab News, aturan baru tersebut telah diberlakukan sejak Sabtu, 1 April 2017. Larangan itu menyebutkan, pemerintah China melarang adanya rambut yang tumbuh ‘abnormal’ di wajah, juga melarang menggunakan cadar atau memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh dan wajah.

Menurut aturan yang disampaikan melalui laman resmi pemerintah China, pemerintah juga melarang penyebaran ide-ide ekstremis, seperti menolak menonton propaganda pemerintah di radio atau televisi, mencegah anak-anak menerima pendidikan nasional.

Sudah sejak lama China selalu menyalahkan Muslim Uighur, yang mereka anggap sebagai kelompok separatis atas serangan kekerasan yang kerap terjadi di Xinjiang.

Link: https://www.viva.co.id

[portal-islam.id] 05 November 2019

 

***

 

Doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: Laknat Allah atas Pemimpin yang Menyulitkan Umat Islam


اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).


{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).
Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam. 
Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu untuk membela Umat Islam. 
Bila ada yang menyembunyikan doa itu padahal sering menegaskan bahwa Islam itu sudah komplit, maka seakan mengingkari ucapannya sendiri. 
Bila akibatnya murid2nya hanya tahu apa yg mereka anjurkan untuk mendoakan kebaikan untuk para pemimpin, dan berani mengecam orang yang berdoa sesuai doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, maka sang dai itu berat tanggung jawabnya. 
Di dunia belum tentu dapat apa2, di akherat entah bagaimana beratnya. Maka jangan sampai kita terhitung sebagai orang yang sikapnya jadi pendukung pemimpin zalim lagi dusta, apalagi menyulitkan umat Islam.

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 484 kali, 1 untuk hari ini)