Soal Ganjar Tak Pernah Salat…

lihat foto

Foto/ ISTIMEWA via Tribun Solo

 

Penerbit Tiga Serangkai mengklarifikasi terkait soal tentang Pak Ganjar yang viral di media sosial. Buku dicetak pada 2009, kebetulan namanya sama

 

Viral soal di buku yang menulis Pak Ganjar tidak pernah bersyukur dan tak pernah melaksanakan salat.

Awalnya, soal tersebut diunggah oleh pengguna Twitter dan menjadi viral.

Pasalnya, pengguna Twitter tersebut berasumsi soal dibuat untuk menjatuhkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Wah, serangan sudah mulai diarahkan ke Ganjar. Mengerikan pola kayak gini,” tulis pengunggah di Twitter, seperti dikutip Kompas.com.

Mengutip Tribun Jateng, General Manager (GM) Penerbit Tiga Serangkai, Admuawan mengklarifikasi soal dalam buku yang menyebut nama Ganjar.

 

Admuawan mengatakan, buku tersebut sudah terbit pada 2009 silam.

Buku itu kembali dicetak pada 2012 dan terakhir di tahun 2020.

Ia pun menegaskan, nama Pak Ganjar dalam soal tak memiliki keterkaitan dengan sosok Gubernur Jawa Tengah.

“Tidak ada keterkaitan nama Pak Ganjar di buku agama kami dengan Pak Ganjar Pranowo Gubenur Jawa Tengah,” terang Admuawan, Selasa.

“Waktu itu Pak Ganjar Pranowo belum jadi Gubenur Jawa Tengah.”

“Jadi, tidak ada kaitan buku kami dengan Pak Ganjar,” imbuh dia.

Ia kemudian mengungkapkan, Ganjar Pranowo melalui Kesbangpol dan Polresta Solo datang untuk meluruskan hal tersebut.

 

Terkait viralnya soal yang menyebut nama Pak Ganjar, Admuawan mengatakan, pihaknya tak akan memprosesnya secara hukum.

Admuawan hanya ingin kesalahpahaman yang muncul menjadi jelas.

“Kita tidak akan ke sana (mengambil langkah hukum). Yang penting clear saja.”

“Kita tidak mau mempermasalahkan atau bersengketa,” tandas dia.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo sempat menanggapi terkait viralnya soal itu.

Ia mengaku kaget saat diberitahu mengenai soal tersebut.

Ia tak tahu menahu jika soal dalam buku tersebut dikaitkan dengan politik.

“Enggak tahu ya (kalau dihubungkan dengan politik)” kata Ganjar, Selasa (9/2/2021).

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan, pihaknya akan mengecek langsung tentang soal tersebut pada penerbit buku, yakni Tiga Serangkai.

“Buku dari Tiga Serangkai itu, ya? Saya sih nanti biar dicek temen-temen untuk klarifikasi dulu saja siapa yang nulis, benar tidak, motifnya apa. Biar tidak jadi keributan,” tutur dia.

Ganjar pun menyebutkan apa yang tertulis di dalam soal tersebut bisa menjadi kritikan bagi orang bernama Ganjar.

“Mungkin kritikan buat saya. Salat harus kencang, kalau Idul Adha harus sembelih sapi.”

“Mungkin penulisnya memberi kritik untuk yang namanya Ganjar, tapi kan Ganjarnya banyak,” pungkas dia.

 

Agen dan Cabang juga akan Mengklarifikasi

PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri yang berada di Jalan Prof DR Supomo No.23, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. (TribunSolo.com/Istimewa)

 

Untuk menjelaskan kesalahpahaman yang muncul tentang soal Pak Ganjar, Tiga Serangkai mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan agen dan cabang.

Dilansir Tribun Solo, GM Tiga Serangkai, Admuawan menerangkan, agen dan cabang nantinya akan memberikan penjelasan pada konsumen.

“Nanti kita akan minta bantuan agen dan cabang memberikan penjelasan pada konsumen,” terang Admuawan, Selasa (9/2/2021).

Ia menerangkan, penggunaan nama Ganjar dalam soal hanya kebetulan.

Pasalnya, buku yang berisi soal tersebut sudah dicetak pada 2009 silam.

“Itu hanya contoh sebuah nama, jadi namanya kebetulan sama,” tegas Admuawan.

Ia pun menjelaskan mengapa buku tersebut tak direvisi.

Buku itu tak direvisi karena tidak ada perubahan kurikulum.

“Kami belum merevisi buku tersebut karena tidak ada perubahan kurikulum,” tandas dia.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Kompas.com/Riska Farasonalia, Tribun Jateng/Muhammad Sholekan, Tribun Solo/Ryantono Puji Santoso)


Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM – Rabu, 10 Februari 2021 06:42 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 292 kali, 1 untuk hari ini)