Gencatan Senjata Antara Zionis-Israel Dengan Hamas?

Gencatan Senjata di Jalur Gaza Disepakati

 

KOMPAS/MUSTHAFA ABD RAHMAN

Suasana di Gaza City, Rabu (21/11) sekitar pukul 16.00 waktu setempat, sepi. Banyak penduduk Gaza mengungsi ke tempat lebih aman setelah beberapa hari belakangan ini pesawat Israel menggempur kota itu secara membabi buta sehingga korban sipil berjatuhan.

Campur Tangan Internasional Saat Israel Menjelang Kalah

Berulangkali setiap posisi Zionis-Israel akan kalah selalu ada langkah penyelamatan yang dilakukan oleh berbagai fihak dengan gencatan senjata. Seperti perang Arab-Israel tahun l978, di mana pasukan darat Mesir, hampir memasuki jantung Tel Aviv,kemudian Menteri Luar Negeri Amerika Henry Kissinger, memaksa kedua belah fihak antara Mesir-Israel melakukan gencatan senjata. Tentu, semua itu hanyalah untuk menyelamatkan Zionis-Israel.

Sepertinya kunjungan Hallary Clinton ke Timur Tengah bersamaan dengan lawatannya ke Asia, bersama Presiden Barack Obama, dan menaruh perhatian yang sangat besar terhadap nasib Zionis-Israel yang sudah menjelang sekarat itu.

Seperti diungkapkan mantan Menlu Amerika Serikat Henry Kissinger, di majalah Foriegn Affairs, bahwa Israel sebagai sebuah negara, hanya tinggal berumur 10 tahun lagi, sesudah itu tidak akan ada lagi nama Israel dalam peta dunia. Wallahu a’lam.

Demikian tulis voaislam.com mempertanyakan dengan judul Gencatan Senjata Antara Zionis-Israel Dengan Hamas? Edisi Selasa, 20 Nov 2012

Berikut ini berita tentang disepakatinya gencatan senjata.

***

Gencatan Senjata di Jalur Gaza Disepakati

Rabu, 21 November 2012 | 00:10

Tentara Israel berdiri di atas tank saat berada di perbatasan Israel dan Gaza. FOTO: EPA/JIM HOLLANDER

Mulai diberlakukan Selasa tengah malam (Rabu pukul 5 pagi WIB).

Palestina (yang mewakili Kota Gaza) dan Israel menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. Gencatan senjatan itu mulai berlaku Selasa tengah malam waktu setempat (sekitar Rabu pukul 5 pagi WIB).

“Sebuah perjanjian untuk masa tenang telah tercapai. Ini akan dinyatakan pada 9.00 dan mulai diberlakukan pada tengah malam,” kata salah seorang petinggi Hamas, Ayman Taha.

Sebelumnya, tentara Israel menebarkan selebaran kepada warga kota Gaza dan memerintahkan mereka untuk “segera” mengeavakuasi diri, sehingga mempertinggi kekawatiran serangan darat Israel mungkin segera terjadi.

Perintah datang setelah serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya lima orang pada Selasa, ketika delegasi para menteri negera Arab tiba di wilayah itu.

“Lima orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di lingkungan Sabra,” kata juru bicara kementerian kesehatan, Ashraf al-Qudra.

Pengumuman gencatan senjata itu sesuai dengan pernyataan Presiden Mesir, Mohammed Mursi, yang menyebut agresi Israel terhadap Gaza akan berakhir pada Selasa, dan mediasi yang diupayakannya memberikan “hasil positif”.

Seorang petinggi Hamas, Khaled Meshaal, dan negosiatornya masih dalam pertemuan dengan kepala intelijen. “Tapi itu bukan rahasia kita di ambang kesepakatan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akan meninggalkan Asia pada Selasa untuk mengunjungi Israel, Mesir dan Ramallah, meningkatkan upaya AS untuk menghindari memburuknya krisis Gaza.

Clinton akan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mendiskusikan krisis dengan para pemimpin Mesir dan Palestina, setelah menemani perjalanan Presiden Barack Obama ke Asia Tenggara.

Obama mengirim Clinton setelah berbicara dengan Netanyahu dan dua kali untuk Mursi, setelah meninggalkan pertemuan KTT Asia Timur pada Senin malam.

Menteri senior Israel memutuskan untuk menunda invasi darat di Jalur Gaza untuk memberikan waktu Mesir melakukan upaya mediasi.

Para pejabat Palestina mengatakan Clinton akan mengunjungi Ramallah di Tepi Barat pada hari Rabu pagi untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas.

Roket Palestina Capai Yerusalem

Meskipun upaya untuk membawa gencatan senjata yang efektif antara Israel dan Palestina, sebuah roket Palestina menghantam pinggiran Yerusalem pada hari Selasa, mendarat di daerah terbuka. Itu adalah serangan roket terpanjang yang ditembakkan dari Jalur Gaza dalam hampir sepekan pertempuran.

Serangan roket itu membuat sirene serangan udara di seluruh metropolis itu meraung-raung. Sebuah ledakan terdengar di pusat kota. Penduduk Yerusalem berlari untuk berlindung, bus dan kereta berhenti untuk membiarkan penumpang keluar.

Juru bicara polisi, Micky Rosenfeld mengatakan roket mendarat di Gush Etzion, pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Tidak ada yang terluka dalam serangan balik itu.

Yerusalem, hampir 80 kilometer dari Gaza, adalah kota paling jauh hingga kini yang bisa dijangkau roket para pejuang Hamas, sebuah sinyal meningkatnya kecanggihan persenjataan di gudang Hamas.

Serangan-serangan yang ditujukan ke Yerusalem dan Tel Aviv secara dramatis memamerkan kemampuan baru pejuang Hamas, termasuk sebuah roket M-75 buatan lokal, yang selongsongnya diambil tentara Israel, dan membuat mereka terkejut.

Ketua HAM PBB

Ketua Hak Asasi Manusia PBB menekan Israel pada Selasa untuk menghindari serangan pada kawasan sipil di Gaza.

UNICEF mengatakan anak-anak di daerah Gaza kini menunjukkan tanda-tanda trauma parah setelah tembakan langsung pada tempat tinggal mereka yang telah menewaskan puluhan warga sipil.

Komite Internasional Palang Merah juga mengingatkan kedua belah pihak mematuhi hukum kemanusiaan untuk meminimalkan korban sipil.

Setidaknya 57 warga sipil Palestina tewas, termasuk 18 anak-anak, yang telah dikonfirmasi.

Menurut pantauan PBB, korban tewas telah dua kali lipat dalam 48 jam terakhir.

Sepuluh orang lagi tewas semalam tetapi tidak jelas berapa banyak warga sipil, kata juru bicara Ketua HAM PBB, Rupert Colville.

Penulis: Didit Sidarta

Sumber:Al Arabiya

(beritasatu.com)

***

Gaza Hening Setelah Gencatan Senjata

Kamis, 22 November 2012 | 05:42 WIB

GAZA – Langit di atas wilayah Gaza bersih dari cahaya roket dan peluru untuk pertama kali dalam delapan hari terakhir menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Rabu (21/11/2012). Namun bunyi senjata api menyalak di jalanan Palestina karena para pejuang merayakan gencatan senjata tersebut.

Adapun penghentian pertikaian Hamas-Israel mulai berlaku pada Rabu pukul 19.00 GMT waktu setempat atau Kamis pukul 02.00 WIB. Kedua belah pihak menembakkan peluru akhir pada saat-saat terakhir sebelum pukul 19.00 GMT. Setidaknya satu rudal Israel mendarat pukul 18:57 ET di Gaza, dan empat roket diluncurkan ke arah provinsi Beer Sheva di Israel pukul 18:59 GMT.

Setelah pukul 19.00 GMT, langit Gaza akhirnya kosong dari amunisi.

Delapan hari pertempuran antara Israel dan Hamas mengakibatkan 148 warga Palestina dan lima warga Israel tewas, dan banyak bangunan di Gaza hancur dihantam peluru kendali. Sebuah bom yang meledak dalam sebuah bus di Tel Aviv, Israel hari sebelumnya menyebabkan 10 warga Israel terluka.

Gencatan senjata tercapai setelah terjadi pertemuan antara Presiden Mesir Mohammed Morsi dan Menlu AS Hillary Clinton. “Ini adalah saat yang kritis bagi wilayah tersebut,” kata Clinton saat mengumumkan gencatan senjata, bersama Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr.

“Orang-orang dari daerah ini layak bebas dari ketakutan dan kekerasan. Kesepakatan hari ini merupakan langkah ke arah itu,” lanjut Clinton.

Di Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan persetujuannya terhadap gencatan senjata itu. “Saya setuju bahwa gencatan senjata adalah ide yang baik dan kami memberikan kesempatan terjadinya hal itu,” kata Netanyahu.

Meski begitu, dalam pernyataan juga disebutkan bahwa Israel tidak ragu melakukan tindakan keras untuk melindungi warganya. “Perdana Menteri menegaskan lagi bahwa Israel akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi warganya.”

Perjanjian gencatan senjata itu dicapai sehari setelah diplomasi dua arah yang dilakukan oleh Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon menyusul konflik mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza

Sumber :ABCNews

Editor : A. Wisnubrata/kps.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.004 kali, 1 untuk hari ini)