Soal Lakon ‘Orang yang Terang-terangan Membela Kekafiran dan Kemunkaran’, Dibeberkan Demi Selamatkan Umat

 


Imam Ibnu Katsir dalam menafsiri ayat 12 Surat Al-Hujurot( 49), menjelaskan: Menurut kesepakatan, ghibah (menggunjing) merupakan perbuatan yang diharamkan, dan tidak ada pengecualian dalam hal itu kecuali jika terdapat kemaslahatan yang lebih kuat, seperti misalnya dalam jarh (menilai cacat dalam masalah hadits), ta’dil (menilai baik dalam masalah hadits), dan nasihat. Hal itu sebagaimana dalam hadits:

1524 حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : أَنَّ رَجُلًا اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ائْذَنُوا لَهُ فَلَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ أَوْ بِئْسَ رَجُلُ الْعَشِيرَةِ فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ أَلَانَ لَهُ الْقَوْلَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْتَ لَهُ الَّذِي قُلْتَ ثُمَّ أَلَنْتَ لَهُ الْقَوْلَ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ

1524 Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: Sesungguhnya seorang lelaki meminta untuk masuk berjumpa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baginda bersabda: Persilakanlah dia masuk. Dia adalah putera yang paling buruk dari sebuah keluarga (atau lelaki yang paling buruk dari sebuah keluarga). Tatakala lelaki itu masuk berjumpa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyambutnya dengan kata-kata yang lemah lembut. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah! Mengapa anda (yaitu baginda) tadinya berbicara untuk dia yang telah anda katakan, kemudian anda berbicara dan bersikap selembut itu kepadanya. Baginda bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya orang yang kedudukannya paling buruk di sisi Allah pada Hari Kiamat kelak ialah orang yang dijauhi atau orang yang ditinggalkan oleh orang banyak karena mereka takut akan kejahatannya (orang yang buruk perkataan dan perbuatannya). (Muttafaq ‘alaih).

Dan seperti sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fathimah binti Qois ra, ketika dia dilamar oleh Mu’awiyah dan Abul Jahm:

أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَرَجُلٌ صُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ , وَأَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلَا يَضَعُ الْعَصَا عَنْ عَاتِقِهِ

“Adapun Mu’awiyah maka adalah orang yang tidak mempunyai harta, sedangkan Abul Jahm adalah orang yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya. (HR Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Abu Dawud). (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, mengenai ayat 12 Surat Al-Hujurot. Hadits Muttafaq ‘alaih di atas kami muat haditsnya secara utuh).

Dalam hal menggunjing orang yang fajir (jahat), Ibnu Taimiyah menjawab pertanyaan dengan jawaban di antaranya:

مَأْثُورٌ عَنْ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ أَنَّهُ قَالَ : أَتَرْغَبُونَ عَنْ ذِكْرِ الْفَاجِرِ ؟ اُذْكُرُوا بِمَا فِيهِ يَحْذَرْهُ النَّاسُ .

Atsar dari Al-Hasan Al-Bashri, bahwasanya dia berkata: “Apakah kalian tidak suka untuk menyebutkan orang jahat? Sebutkanlah apa yang ada padanya agar manusia terhindar darinya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, juz 6, halaman 358).

Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut di atas, maka tulisan yang kami muat berikut ini semoga termasuk apa yang disinyalir dalam penjelasan-penjelasan tersebut. Karena satu sisi pelaku-pelaku yang disebutkan berikut ini adalah tokoh dari kalangan Islam tertentu, sedang sisi lain secara terang-terangan adalah membela kekafiran Ahmadiyah dan kemunkaran lainnya seperti goyang Inul, penolakan RUU APP (Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi), yang dapat diartikan sama dengan mendukung kepornoan. Oleh karena itu semoga Alloh subhanahu wa ta’ala meridhoi diturunkannya tulisan berikut ini, untuk menasihati Ummat Islam agar terhindar dari kemunkaran dan kemaksiatan.

Tulisan yang dimaksud, adanya di link ini:
Raport Merah Tokoh AKKBB

 

https://www.nahimunkar.org/raport-merah-tokoh-akkbb/

Tulisan tersebut ramai dibaca banyak orang lagi walau sudah ‘terpendam’ 12 tahun lalu yakni tayang 2008. Rupanya kemungkinan karena di antara yang diceritakan di situ kini ada yang berceloteh bahwa ‘jilbab tidak wajib bagi wanita Muslimah’. Gara-gara celotehnya yang menyakitkan lantaran mengusik Islam itu, maka ibarat justru dia membuka aibnya sendiri, disamping masih pula tentunya dihujat orang, di antaranya di link ini:

Tanggapi Sinta Jandanya Gus Dur yang Bilang Jilbab Tak Wajib, Fix, Anda Liberal
https://www.nahimunkar.org/tanggapi-sinta-jandanya-gus-dur-yang-bilang-jilbab-tak-wajib-fix-anda-liberal/?

Ilustrasi/ foto crpn/ggl

(nahimunkar.org)

(Dibaca 969 kali, 1 untuk hari ini)