.

Telah menjadi catatan dalam kehidupan Umat Islam, di mana ada syiah di situ ada perpecahan.

Dalam perpolitikan di Indonesia, di PDIP ada caleg dari pentolan aliran sesat  syiah – yang terpilih jadi legislative–. Seiring dengan itu, beredar rumor, kalau PDIP menang maka Jalaluddin Rakhmat pentolan syiah itu akan diangkat jadi menteri agama.

Dari situlah partai yang menurut akun fpi tangsel disebut gabungan partai pengkhianat ini sudah bersilang kata. Antara Jokowi dengan Muhaimin Iskandar (PKB, koalisi dengan PDIP) bicaranya saling ngalor ngidul. Muhaimin meyakinkan bahwa pernyataannya (“Saya menjamin menteri agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang,”) ini sekaligus untuk menepis beredarnya isu yang menyebutkan Joko Widodo akan menunjuk gembong kelompok sesat Syiah menjadi menteri agama jika terpilih dalam Pilpres 2014 mendatang. Namun kini Joko Widodo (Jokowi) membantahnya.

Benarlah, begitu ada syiah, maka ada konflik dan perpecahan. Dan itu menambah ketidak percayaan sebagian masyarakat terhadap Jokowi capres PDIP. Karena perkataan Jokowi dapat dimaknakan ada pintu terbuka untuk jadi menteri agama walau dari syiah. Jokowi bagai pepatah Jawa, mburu uceng kelangan deleg, mengejar untuk mendapatkan simpati orang syiah (minoritas dan musuh Islam), tapi akan kehilangan sejumlah besar umat Islam.

Inilah beritanya.

***

 

Isu Syiah, jika menang Jokowi tolak patok jabatan menteri agama untuk NU

A. Z. MuttaqinRabu, 29 Rajab 1435 H / 28 Mei 2014 22:01

JAKARTA (Arrahmah.com) – Calon presiden yang diusung PDIP Joko Widodo (Jokowi) membantah telah mematok jabatan menteri agama untuk golongan tertentu dalam hal ini NU, jika dirinya menang dalam ajang Pilpres 2014.

Pernyataannya ini sekaligus membantah pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebelumnya mengenai jabatan menteri agama dan terkait isu Syiah.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada pembicaraan masalah menteri antara PDIP dengan partai mitra koalisi lain.

“Belum bicara masalah menteri. Sudah saya sampaikan kerjasama ini tanpa syarat,” ucap Jokowi di Pasar Gondangdia, Rabu (28/5/2014), seperti dikutip dari ROL.

Padahal sebelumnya telah diberitakan, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dimana gerbongnya Partai Kebangkitan Bangsa ikut berkoalisi dengan banteng moncong putih, mengatakan dengan penuh optimis bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) bakal menjadi menteri agama jika Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dalam Pilpres 2014.

“Saya menjamin menteri agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang,” kata Muhaimin dihadapan ratusan warga NU yang hadir dalam acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, di The Empire Palace, Surabaya, Ahad (25/5/2014), lansir Antara.

Bahkan saat itu Muhaimin meyakinkan bahwa pernyataannya ini sekaligus untuk menepis beredarnya isu yang menyebutkan Joko Widodo akan menunjuk gembong kelompok sesat Syiah menjadi menteri agama jika terpilih dalam Pilpres 2014 mendatang.

“Ada isu yang bilang jika Jokowi menang maka menteri agamanya dari Syiah. Itu tidak benar,” ucap Muhaimin. (azm/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 11.220 kali, 1 untuk hari ini)