Soal Miras, Jadi Ingat Ahok

Wow… ternyata waktu Ahok berkuasa di Jakarta sudah mau melegalkan miras, dengan alasan macem2.

Guru untuk legalisasi miras di Indonesia itu Ahok ya?

Setelah Ahok mau melegalkan miras, justru terjungkal… ga’ terpilih jadi gubernur Jakarta. Dan dia terkena kasus penghinaan terhadap Al-Qur’an QS Al-Maidah: 51, didemo ramai-rami oleh Umat Islam, akhirnya diadili dan divonis penjara 2 tahun.

‘Murid Ahok soal gagasan legalisasi miras’ entah siapa saja, wallahu a’lam. yang jelas:

Model pikiran begini adalah jelas merupakan manusia2 perusak, menurut agama. Ini buktinya, silakan baca. Seluruh agama melarang miras. bukan hanya Islam. Makanya dari Papua yang Nasrani pun bersuara keras menolak investasi miras yang hal itu diizinkan Jokowi (teman Ahok) baru-baru ini.

***

Larangan Miras Bukan Hanya di Islam, Seluruh Agama Juga Melarang, Ini Buktinya

Posted on 24 April 2017

by Nahimunkar.org


ilustrasi/voais


Langkat,– DPRD Kabupaten Langkat Sumatera Utara melakukan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) minuman beralkohol dengan mengundang ormas kepemudaan, agama dan pengusaha.

Anggota DPRD Langkat Nurul Azhar Lubis, di Stabat, Ahad (23/4) menjelaskan, sebelum mengajukan pembahasan dengan berbagai tokoh itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan pembahasan di kalangan anggota dewan.

Draf raperda soal larangan mengonsumsi minuman keras atau minuman yang mengandung alkohol itu bukan hanya larangan dalam agama Islam, akan tetapi semua agama melarangnya.

“Ini juga bertentangan dengan budaya kita dan budaya masyarakat Kabupaten Langkat yang terkenal dengan budaya melayu yang sopan santun dan religius,” katanya.

Ia berharap dengan pembahaan itu tidak ada pihak lain yang salah memahami tentang pembentukan ranperda peredaran minuman beralkohol tersebut.

“Larangan meminum minuman keras bukan hanya syariat Islam. Tapi seluruh agama melarangnya diharapkan jangan salah kaprah dalam hal ini,” ucapnya.

Sekretaris DPRD Langkat Basrah Pardomuan menjelaskan ada enam draf ranperda yang akan dibahas, diantaranya tentang tentang pengaturan peredaran minuman beralkohol.

“Kita harapkan melalui pembahasan ini nantinya akan diterima berbagai masukan dari kalangan warga mau pun pemerintahan,” katanya.

Keseluruhan draf ranperda itu nantinya harus melalui pembahasan dengan berbagai elemen termasuk berbagai pakar yang diundang seperti dari Universitas Sumatera Utara dan pembanding dari berbagai dinas, instansi, jawatan yang ada di lingkungan Pemkab Langkat. (ant)/ Aktual.com

***

Larangan Minuman Keras dalam Berbagai Agama


Salah satu alasan Gubernur DKI Jakarta, Ahok untuk melegalisasi miras adalah karena Jakarta adalah kota majemuk. Jakarta bukan hanya milik orang Islam saja. Ada orang Kristen, Hindu, Buddha, Sikh, bahkan Yahudi.

Alasan yang mungkin terlalu naif diucapkan seorang Gubernur, seolah-olah hanya Islam yang mengharamkan alkohol. Mari kita lihat kenapa alkohol, miras, dan segala yang memabukkan dilarang dalam kitab agama apa pun.

  1. Islam

Di dalam Al Quran Surat Al Maa’idah 90, Allah berfirman, “Sesungguhnya khamar berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah najis termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan …”

2. Kristen dan Yahudi

Di dalam kitab Imamat 9:8-9, Tuhan berfirman kepada Harun, “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, supaya kamu jangan mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun temurun”

 Di dalam kitab Hakim-hakim 13:4, Tuhan berfirman, “Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram”

Larangan minum alkohol atau yang memabukkan juga terdapat dalam Kitab Hakim-hakim 13:14, Yesaya 5:11, Amsal 20:1, Amsal 23:20, Hosea 4:11, Matius 27:34, Exodus 12: 15 (RSV)

3. Buddha

Aturan Kelima (The Fifth Precept) ajaran Budha menyebutkan, “Aku berusaha untuk tidak meminum minuman difermentasi dan disuling yang dapat menyebabkan Ketidaksadaran.”

4. Hindu

Kitab Hindu juga melarang minuman keras, “Untuk minuman keras kotoran yang diekskresikan dari beras, dan kotoran tersebut berasal dari setan; Oleh karena itu seorang imam, penguasa, atau orang biasa tidak boleh minum minuman keras.”

Larangan minum alkohol atau minuman memabukkan juga terdapat dalam kitab Manu Smriti Bab 11 ayat 151, Manu Smriti Bab 7 ayat 47-50, Manu Smriti Bab 9 ayat 225, Rigved Book 8 hymn 2 ayat 12 dan
Rigved Book 8 hymn 21 ayat 14

Satu-satunya agama yang menghalalkan alkohol dan miras adalah agama uang (The Religion of Money). Bisnis alkohol adalah ladang basah. Di Amerika saja konsumsi bir tahun 2013 mencapai lebih dari 230 juta barrel dengan pendapatan tahunan 300 hingga 400 triliun Rupiah.

Indonesia adalah salah satu pasar besar untuk penyebaran alkohol. Tidak perlu retorika dan debat kusir untuk membuktikan bahwa alkohol merusak dan mengorbankan banyak orang. Ribuan yayasan sosial dan kelompok-kelompok anti alkohol di negara-negara barat bahkan berjuang untuk menentang legalisasi miras. Mereka menyadari kecanduan alkohol merusak kehidupan mereka dan menceraiberaikan keluarga. Di saat orang-orang barat yang menjadi korban kecanduan alkohol melawan produk-produk bir, anggur dan yang lainnya, pemerintah kita justru berusaha melegalisasi…

Jakarta adalah Ibukota umat Islam terbesar di dunia. Haramkan alkohol dan kawal setiap kebijakan Sang Gubernur.

Ustadz Zainur Ridwan

Redaktur: Shabra Syatila/fimadani.com

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 190 kali, 1 untuk hari ini)